Mudik Lebaran 2007


kering.jpgSeperti biasa, setiap lebaran saya selalu pulang kampung alias mudi. Maklum rasanya lebaran kurang apdol apabila tidak udik. Memang setiap kali mudik selalu kena macet, bahkan lebaran tahun 2007 ini jalan ke kampung saya amburadul, hancur.

Yang lebih sengsara lagi perkemunan teh antara Cigaru hingga ke Kiara dua sudah mulai panas, di sana sini pepopohan mulai mengering, dan hujan pun kelihatannya tidak lagi seperti dulu, suit diprediksi. Bahkan sampai saat ini kampung kelahiran saya masih kering kerontang, tidak ada hujan sama sekali.

Jalan berliku yang tahun 1980-an sangat menyejukkan, tapi kini pohon-pohon pinus mulai jarang terlihat, pohon jati yang tadinya menghiasai jalan antara Pelabuhan Ratu, Kirara Dua, Kebon Kacang Indah dipandang mata, dan menyejukkan hati. Kini kesejukan berubah jadi panas, karena pepohonannya sudah tidak ada lagi.

Jalan-jalan hancur, bagaikan kali yang kekeringan. Pepohonan merana menanti datangnya hujan. Sedih memang kalau membandingkan keadaan saat ini dengan puluhan tahun silam.

kering-02.jpgSesampainya di kampung halaman, juga tidak menyenangkan. Kemarau menghiasi seluruh desa di daerah ku. Jangankan untuk mandi, air untuk minumpun suit di dapat. Ini lah keadaan kampung kelahiran ku saat ini.

Saya selalu berdoa, mudah-mudahan ke depan daerah kelahiran ku subur kembali seperti duu. Tangan-tangan jahil mudah-mudahan mulai berkurang. Amien. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s