Guruku bernama Tutang


cemen.jpgAneh? memang aneh. Tahun 1970, waktu itu saya masih di Sekolah Dasar, guru pertama saya ternyata bernama Tutang. Saya sih cuek aja, tetapi ketika di abesn, kalau dulu sih yang absenin murid-murid pasti guru. Perlu juga diketahui bahwa yang mengajar kelas I itu pasti Kepala Sekolah. Tidak akay sekarang, Kepala Sekolah ongkang-ongkang saja.

Pagi-pagi sekali aku dan teman-teman ku sudah datang di sekolah. Sekolah Curugihilir 2, namanya. Aku masuk kelas tanpa alas kaki, cukup nyeker saja. Maklum di kampung. Biasa, bersama teman-teman sebelum masuk kelas ya main bola dulu. Bolanya cukup dari buah jeruk yang sudah di bubuy (dibakar lah). Jam 6 sudah main bola, jam 6.30 sudah masuk kelas.

Ya sekarang giliran absen. Pak Kepala Sekolah mengabseni kami-kami, murid-murid, anak-anak, ya karena masih serba telmi dan bloon. Satu persatu Bapak Kepala sekolah menyebut nama-nama murid yang ada. Ahmad, ada pak, Burhan, ada, terus semua disebut pak guru berdasarkan abjad.

Kemudian sehrusya giliran saya di absen, disebut namanya begitu. Tetapi Bapak Kepala Sekolah sungkan menyebut namaku kali, sehingga nama saya dilewat begitu saja. Setelah selesai pak kepala sekolah mulai mengambil kapur tulis. Namun sebelumnya beliau berkata, siapa yang belum saya sebut? Saya angkat tangan, saya Pak Kepala Sekolah. O, nama kamu Siapa? Saya bilang sama dengan dengan Bapak.

Bapak Kepala Sekolah tersenyum, makanya tidak saya sebut tadi, takur wibawa saya berkurang. Dasar, …..Bapak Kepala sekolah, ada-ada aja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s