Liburan Maret 2008


Liburan lumayan panjang juga nih bulan ini, saya dan isteri saya liburan pulang kampus ke Cikadu, Jampangkulon. Ya biasa selain nengok ORTU juga nengok kampung halaman.

Ternyata tidak ada satu pun teman saya yang liburan, akhirnya setelah nengok orangtua, saya cabut kembali ke Bogor, dan memutuskan untuk berlibur ke daerah lain sama keluarga. Asyik memang liburan panjang seperti ini, kalau bisa setiap bulan juga mau, hahaha. Ya kalau libur panjang kan bisa jalan-jalan sama keluarga, bisa ke Puncak, Yogya atau bisa juga ke Bali.

Anak saya kepengen liburan ke Pantai Sengigi, Lombok. Waktu kebetulan mereka nggak saya ajak liburan ke Mataram, Lombok, ya karena mereka sibuk sekolah. Mudah-mudahan tahun ini saya bisa ngajak keluarga ke Lombok, liburan.

Heroes Happen in Indonesia


heroes.jpgWah-wah, aku jadi Heroes Happen in Indonesia, aneh tapi nyata. Orang seperti saya yang kemampuannya nol masih juga ada yang menilai. Tapi nggak apalah orang setua saya masih adayang menghargai ebagai sesepuh, hehehe.

Mang sebagai Pranata Komputer, hal seperti ini sangat menunjang karier bidang ini, terlepas berbagai baik pro atau kontra. Yang pasti IT Hero merupakan hal yang sangat baik bagi perkembangan TI di Indonesia.

Membangun Gubug Sederhana


Sejak 3 bulan lalu saya sedang punya kerjaan yang memelahkan kantong. Pasalnya uang habis terkuras, membangun sebuah gubung sederhana ukuran 9×12 M 2 lantai di daerah Sebtul, Bogor.

Sambil menunggu proses pembuatan IMB yang sampai saat ini belum juga kelar, saya berusaha mulai mencicil mendirikan rumah tersebut. Dengan berbekal dana seadanya alhamdulillah sampai saat ini sudah berdiri, hanya tentu saja untuk lantai 2 sedang dikerjakan, karena memerlukan bermacam-macam material yang digunakan. Tidak kurang saat ini saya memerlukan lebih dari 400 batang besi, 3 kubik papan, 3 kubik kaso, dan minimal 500 batang bambu. Memang sangat sulit bagi seorang penulis seperti saya untuk membangun sebuah gubug sederhana sekalipun.

Catatan Perjalanan ke Bangkok


Terus terang ketika saya turun dari pesawat dan menuju ke imigrasi, saya sangat terkagum-kagum dengan keindahan kota Bangkok. Setelah saya keluar dari Bandara, saya ditawari oleh seseorangm, kalau di kita mah Calo lah, Pak mau pake Limosin, atau Taxi, saya jawab saya mau pake bis aja.

Karena penmasaran kalau pake Limosin berapa 190 baht, lalu saya tanya lagi kalau pake Taxi ya 198 baht. Ah saya mau coba pake bis aja. SIlahkan, katanya begitu. Kemudian saya langsung beli karcis dan menunggu bis yang menujua Asoka Road.Kurang lebih satu jam saya naik bis nggak sampe-sampe, akhirnya malam pun tiba. Saya coba jalan kali mencari dan bertanya alamat yang saya tuju, kalau nggak salah Bangkok Boutique Hotels. Nggak ada yang tahu, maklum bahasa inggris saya kan bahasa abal-abal. Akhirnya pilihan jatuh ke Taxi, dan akhirnya saya disantar sampai hotel dengan tarif tidak lebih dari 200 baht.