AMD Phenom II X2 560 BE


Phenom II X2 560 BE adalah CPU atau processor dengan core ganda yang memiliki kecepatan frequensi sebesar 3.3GHz, 6MB Cache memory, unlocked multiplier, dan memiliki TDP sebesar 80W.

Class Phenom II

CPU ini merupakan jenis phenom generasi ke-2, Diana sebelumnya, pada era Phenom generasi pertama, AMD memulai tren baru. Ketika Intel meluncurkan prosesor hexa-core, masyarakat mungkin sudah mengetahui bahwa pilihan alternatif dari AMD juga nantinya akan segera keluar. Asumsi masyarakat tentu bahwa CPU keluaran AMD ini harganya akan lebih murah dibandingkan buatan Intel Corp.

AMD Phenom generasi ke-2 memiliki kelebihan antara lain:

  • AMD 64 with Direct Connect Architecture, dapat meningkatkan system performance dengan menghubungkan secara langsung prosesor, memori kontroler, dan input output kedalam keping prosesor.
  • Balanced Smart Cache, menyediakan cache yang cukup untuk semua core
  • Integrated DDR2 DRAM Controller with AMD Memory Optimizer Technology
  • AMD Cool n Quiet 3.0 technology
  • Dual Dynamic Power Management.

Socket AM3

Soket adalah tempat dudukan prosesor pada motherboard. Dudukan berbentuk segi empat dengan lubang-lubang kecil tempat tertancapnya pin-pin CPU yang tersusun membentuk matriks 2 dimensi. Susunan, letak, dan jarak antar lubang sama persis dengan susunan, letak, dan jarak antar pin-pin pada CPU.

PENONSoket AM3 merupakan soket yang paling baru di platform AMD. Soket AM3 memiliki 941 pin konektor, namun ada ada beberapa yang mengatakan bahwa soket AM3 hanya memiliki 938 pin, dimana terpaut 1 pin dengan soket AM2/AM2+. Soket AM3 ini memiliki dukungan untuk dual-channel DDR3 dan frekuensi Hyprtransport hingga 3200Mhz (6400Mhz DDR). Soket ini diluncurkan setelah prosesor generasi Deneb (Phenom II) diluncurkan.

Soket ini tidak memiliki bacward kompatibility, yaitu prosesor dengan soket AM2/AM2+ tidak akan bekerja di soket ini, jangankan bekerja, jika dipasang pun tidak akan bisa karena perbedaann jumlah pin-nya. Sebaliknya, prosesor AMD terbaru dengan soket AM3 dapat bekerja di soket AM2/AM2+ dengan dukungan memori DDR2. Hal tersebut dikarena prosesor AM3 dilengkapi memory controller yang kompatibel dengan DDR3 dan DDR2, sedangkan prosesor soket AM2/AM2+ memory controller nya hanya mendukung DDR2 saja.

Dual Core CPU

AMD Phenom II X2 560 BE memiliki kemampuan dua core, dimana terdapat 2 macam inti pada prosesornnya. Pada komputer yang inti (core) prosesornya hanya satu (single core), multi-tasking (mengerjakan beberapa hal sekaligus di satu komputer yangg sama) memang masih bisa dikerjakan.

Produsen prosesor merespon tuntutan para penggunanya dengan menciptakan prosesor yang memiliki lebih dari 1 core (multi core). Angka yang terdekat setelah 1 tentu saja 2. Maka lahirlah prosesor berinti 2 (dual core). Dengan adanya dual core ini pekerjaan yang dapat dilakukan akan semakin cepat. Berbeda dengan dual core pada intel (Seperti Intel Pentium D) yang menempatkan kedua core-nya pada dua chip yang berbeda dalam prosesornya. Pada AMD, kedua core-nya ditempatkan pada 1 chip, sehingga komunikasi antar kedua otaknya (core) lebih mudah tershubung dibandingkan dengan intel. Prosesor yang memiliki 2 core, digambarkan sebagai berikut:

Callisto Core

Sebelumnya, AMD meluncurkan Phenom II mulai dari tipe empat core (X4). Setelah proses produksi, tidak semua core yang ada pada prosesor ini berjalan dengan stabil. Saat sebuah core dianggap tidak dapat bekerja dengan baik, AMD me­ngunci core tersebut dan menjual prosesornya dengan sebutan X3 dan mengganti nama kodenya dengan Heka walaupun masih merupakan sebuah Deneb. Baru-baru ini AMD merilis Phenom II X2 yang diberi kode Calisto. Seperti Heka, prosesor ini memiliki dua buah core yang dinon-aktifkan dari total empat core. Apakah hanya core-nya saja yang di non-aktifkan? Ya! Bahkan pada Phenom II X2, pengguna masih mendapatkan fasilitas shared L3 cache sebesar 6 MB dan dukungan terhadap memori DDR3. Karena hanya dua prosesor yang bekerja, otomatis TDP yang hasilkan juga lebih rendah. Dengan begitu, AMD tidak akan menderita kerugian akibat memiliki prosesor yang tidak bekerja secara semestinya. Sayang­nya, dengan strategi seperti ini, keterse­diaan prosesor ini sangat tidak menjanjikan saat supply-nya sudah habis.

Pada AMD Phenom II X2 ini memiliki basis Core yag sama dengan AMD Phenom II X4, tapi ketika di produksi dan di pasarkan, 2 Core dari AMD Phenom II X2 dikunci sehingga cuma 2 Core yg aktif. Untuk dapat mengaktifkan 2 Core yang dikunci tersebut, harus melakukan Unlocking Processor. Cara Unlocking secara sederhananya tinggal mengaktifkan Feature Special ACC melalui BIOS yang ada di chipset SB750. Namun sekarang juga sudah tersapat cara Unlocking melalui Windows.

Clock Speed 3.3GHz

Sebelumnya mari lihat kembali mengenai nama prosesor ini, AMD Phenom II X2 560 BLACK EDITION. Terdapat kata “Black Edition” yang disertakan disana, tidak seperti jenis phenom lainnya yang tidak terdapat kata “Black Edition” pada namanya, AMD BE adalah CPU dari AMD yang multipliernya di unlock atau tidak di kunci, dimana dapat mengubah Multiplier di processor tanpa harus menaikan Bus speed pada processor. Jadi pilihan untuk overclock lebih terbuka lebar. Sementara CPU AMD yang non BE multipliernya terbatas atau terkunci. Dapat dilihat disini, bahwa clock speed yang dimiliki oleh AMD Phenom II X2 560 BE ini adalah 3330 MHz / 3.3GHz. Kemampuan AMD sebagai prosesor yang dapat di overclocking dengan lebih mudah, tidak menahannya dengan angka clock speed 3.3 GHz. Prosesor AMD Phenom II X2 ini berhasil di Overclock sampai dengan 3,7 GHz dan kinerjanya tetap stabil.

Arsitektur 45nm

Pada prosesor AMD ini telah dibuat kedalam arsitektur 45nm, angka 45nm tersebut adalah besarnya transistor yang digunakan oleh prosesor. Dimana semakin kecil transistor maka semakin banyak komponen yang bisa ditanamkan didalam prosesor. Sehingga arsitektur prosesor tersebut semakin kompleks. Dengan begitu, maka akan didapatkan penggunaan energi yang lebih rendah. Jika dibandingkan dengan prosesor 65nm, penggunaan energi prosesor 45nm lebih rendah 12%. Disamping itu keuntungan tambahan dari prosesor ini yaitu memiliki suhu yang rendah dibandingkan dengan prosesor 65nm.

Arsitektur desain dalam prosesor 45nm sama seperti prosesor 65nm, tetapi berbeda dalam hal jumlah transistor. Chace memory pada AMD 45nm yaitu 3 chase dibuat bintik-bintik fungsinya untuk membuat kinerja lebih tinggi dengan memory 6MB. 3 chase memory akan membuat hebat kinerja komputer dengan melebihi kinerja quad core.

Hyper Transport up to 4000MT/s

Istilah HyperTransport (HT) sebelumnya dikenal dengan nama Lightning Data Transport (LDT) adalah saluran komunikasi dua arah (bidirectional) yang berfungsi untuk mentransmisikan data yang bersifat paralel maupun serial yang memiliki bandwidth tinggi dengan tingkat latency (penghambatan) yang rendah. Teknologi ini diperkenalkan pada tanggal 2 April 2001. Banyak perusahaan Intenasional yang memanfaatkan teknologi ini. AMD adalah salah satu perusahaan yang menggunakan dan menerapkan teknologi HyperTransport pada prosesor golongan x86.Sedangkan Intel, pesaing AMD, tetap menggunakan Font Side Bus dan tidak mengadopsi teknologi HyperTransport untuk diaplikasikan pada prosesor produksinya.

HyperTransport mempunyai 3 versi, yakni versi 1.0, 2.0 dan 3.0 yang berjalan dari kecepatan 200 MHz hingga 2600 MHz (2,6 GHz). Hal ini jelas sangat berbeda dengan kecepatan bus PCI yang hanya berkisar pada kecepatan 33 MHz atau 66 MHz. Dengan menggunakan koneksi Double Data Rate (DDR) HyperTransport dapat mentransmisikan data dua kali lebih banyak pada kecepatan yang sama. Dengan teknologi ini, HyperTransport dapat mentransfer data hingga 5200 Megatransfer per second (MT/second = Juta transfer/detik) ketika berjalan pada kecepatan 2600 MHz.

Pada AMD Phenom II X2 560 BE memiliki HyperTransport™ Technology up to 4000MT/s, yang berarti bahwa HyperTransport-nya dapat mencapai batas maksimum sebesar 4000 juta transfer / detik. Hal inilah yang membuat teknologi prosesor AMD yang menggunakan HyperTransport ini menjadi lebih cepat daripada FSB biasa.

Cache Memory

Cache memory adalah memory berukuran kecil berkecepatan tinggi yang berfungsi untuk menyimpan sementara instruksi dan/atau data (informasi) yang diperlukan oleh prosesor. Pada saat ini, cache memory ada 3 jenis, yaitu L1 cache, L2 cache, dan L3 cache. Tujuannya adalah untuk memperkecil perbedaan speed(botleneck) antara memory (lambat, data banyak) dan prosesor (cepat, data sedikit).

Prosesor AMD Phenom II X2 560 BE ini memiliki ketiga jenis cache memory yang ada, yaitu L1 sebesar 2 x 128 KB yang sama dengan 256 KB, dan L2 sebesar 2 x 512 KB yang sama dengan 1MB. Dari ukuran tersebut dapat dilihat bahwa prosesor AMD ini memiliki kecepatan yang sangat bagus. Kelebihan utama dari prosesor ini adalah adanya cache memory L3 sebesar 6 MB. (berbagai sumber)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s