Windows 8 Anda Crash



Kadang kita tidak menyadarai bahwa Windows 8 yang dipasang adalah Windows 8 64, kemudian kita memasang aplikasi yang 32 bit. Memang bisa saja jalan dan kalau tidak kena musibah aman-aman saja. Suatu hari saya memasang aplikasi 32 bit di atas Windows 8. Hari pertama nggak masalah, hari kedua juga tidak ada masalah. Ketika memasuki hari ke tiga komputer nggak bisa masuk lama “meneng” alias “diam saja”. Kalau dulu atau mungkin juga sekarang orang bilang “hang” alias meneng bae.

Komputer saya coba dimatiin, tentunya dengan paksa. Bayangkan segala sesuatu kalau dipaksa tidak enak. Jadi ini terpaksa saya matiin komputer laptop saya. Saya coba boot lagi, ternyata tetap seperti semua, meneng alias diam seribu bahasa. Kalau OS lain biasanya saya langsung format ulang. Tapi untuk Windows 8 saya coba tidak diformat ulang.

Saya boot komputer saya, lalu saya tekan tombol F8 di papan ketik. Kalau Windows XP biasanya saya memilih Lastgood Configuration. Begitu juga dengan Windows 8 pilihan tersebut cukup ampuh untuk dilaksanakan ketika menangani masalah sistem crash. Di Windows 8 cara hamir sama, Cuma setelah menekan tombol F8, pilih Safe Mode. Setelah itu Anda masuk seperti biasa, hanya saja tampilannya sedikit berbeda.

Kemudian Anda tekan gtombol Windows dan C, lalu pilih Settings, kemudian klik Change PC Settings. Setelah kotak dialog PC Settings tampil, Anda pilih General, kemudian pada pilihan Advanced startup Anda klik Restart now.

Kemudian Anda ikuti semua petunuuk yang ditampilkan program. Pada saat ada pilihan tampil, dalam hal ini Anda pilih saja Troubleshoot. Kemudian diikuti petunjuk yang ditampilkan program, dan biarkan ketika Anda diminta untuk merestore ikuti perintahnya dan biarkan sistem bekerja sampai dengan komputer melakukan  restart.

Advertisements

Defragment di Windows 8


Apakah Anda pernah menggunakan Disk Defragmenter di WIndows 8? Apakah Anda sudah melhat fitur terrsebut? Jika Anda belum pernah menggunakan fitur tersebut berikut ini akan saya jelaskan cara menggunakan Disk defragmenter yang ada di WIndows 8. Defragmenter pnting untuk dilaksanakan secara berkala untuk menjaga stabilitas harddisk yang Anda gunakan.

Pengertian

Bagi pengguna komputer defragmentasi hardisk merupakan hal yang perlu dilakukan. Secara sederhana tujuannya adalah untuk memilihara dan mempercepat kinerja hadisk komputer. Sedangkan defrag hardisk sendiri meripakan salah satu kegiatan maintenance komputer menggunakan suatu fasilitas yang disediakan Windows 8. Diskdefragmenter ini berfungsi untuk mengatur dan memanag isi harddisk agar jumlah file yang ter-fragmentasi di dalamnya menjadi berkurang.

File yang ter-fragmentasi adalah file yang terpisahkan oleh suatu jarak di dalam harddisk, jarak tersebut ada karena pengguna menghapus file di dalam harddisk atau bisa juga sering melakukan proses uninstall aplikasi. Jadi dengan demikian mendefrag adalah adalah menghilangkan jarak antar file-file tersebut agar waktu aksesnya menjadi lebih cepat.
Perlu diketahui untuk proses defrag hard disk yang digunakan harus memiliki ruang kosong minimal 15% agar Disk Defragmenter dapat men-defrag dengan lengkap dan menyeluruh. Jika ruang kosong pada harddisk yang akan di defrag kurang dari 15%, maka Disk Defragmenter hanya akan men-defrag sebagian saja.

Langkah penggunaan

Untuk menggunakan perintah disk defragmenter (mendefrag harddisk)  langkah yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Tekan tombol Windows di Keyboard, lalu tekan C.
  2. Ketikkan defragmenter, lalu klik Settings, sehingga tampil seperti gambar di atas.
  3. Klik Defragment and optimize your drives. Setelah itu akan tampil seperti gambar di atas.
  4. Klik Analyze atau klik Optimize klik All Programs
  5. Lalu Accessories, System Tools dan klik Disk Defragmenter.

Setelah itu segera tampil kotakdialog Defrag, pilih drive yang akan di defrag dan klik Defragment disk. Sebenarnya bagi Anda yang menggunakan Windows 8, bisa memanfaatkan fasilitas yang disediakkannya, yaitu pengaturan atau penjadualan untuk proses defrag ini. Anda bisa mengatur untuk proses defrag sesuai keperluan, misalnya satu bulan sekali, dua bulan sekali dan seterusnya. Mudah-mudahan tulisan sederhana ini ada manfaatnya.

Virtual Disk di Windows 8


Hard disk dengan kapasitas besar yang dipasang pada komputer PC atau Laptop umumnya dipartisi menjadi beberapa bagian. Untuk Hard disk baru yang dipsang di laptop atau komputer PC dan nantinya akan diinstal sistem operasi, baik Microsoft Windows maupun sistem operasi lain, sebelumnya harus dipartisi menjadi beberapa bagian misalnya C, D, E dan seterusnya sesuai keperluan.

Umumnya partisi C akan diaktifkan dan digunakan untuk menyimpan sistem operasi sedangkan partisi lainnya misalnya D, E, F dan seterusnya digunakan untuk menyimpan data-data. Namun kadang-kadang masyarakat khususnya End User tidak pernah menghiraukan masalah partisi ini, dan mereka meyimpan sistem operiasi di drive C dan data-data juga disimpan di drive yang sama.

Dengan kata lain masyarakat yang awam apabila membeli komputer atau laptop tidak pernah memperhatikan masalah partisi ini, yang penting komputer bisa digunakan dan sistem operasi yang digunakan umumnya menggunakan Windows 8. Jika demikian apa yang harus dilakukan? Karena Anda menggunakan Microsoft Windows 8, amaka bisa dengan mudah mempartisi kembali atau memanfaatkan fitur baru dari Windows 8 bernama Virtual Hard disk.

Microsoft sebenarnya sudah memperkenalkan teknologi ini melalui Microsoft Virtual PC dan Virtual Server beberapa waktu lalu. Jika
Anda pernah menggunakan Microsoft Virtual PC selain digunakan untuk menciptakan mesin virtual, juga digunakan untuk membuat virtual disk. Namun tentu saja Virtual Hard disk yang ada di Virtual PC dan Virtual Server berbeda degan Virtual Hard disk yang disediakan Microsoft Windows 8. Virtual Disk yang ada di Microsoft Windows 8 merupakan salah satu fitur baru yang ada di sistem operasi terbaru keluaran Microsoft ini.

Virtual Disk sangat bermanfaat terutama jika Anda akan menyimpan dokumen yang akan disharing dalam suatu jaringan. Dengan virtual disk, Anda bisa mengaturanya dan hanya drive virtual saja yang akan sharing, sehingga pengguna dalam jaringan Homegroup atau LAN
(Local Area Network)hanya akan mengunakan dan mengambil data atau dokumen dari disk virtual. Dengan demikian tentu pengguna dalam suatu jaringan tidak leluasa keluar dan masuk serta mencari data di drive lain, karena tidak akan menemukan drive lain yang di sharing selain virtual disk.

Dengan fitur yang disediakan Microsoft Windows 8, sistem keamanan data akan jauh lebih baik, karena tidak semua orang bisa memasuki sebuah komputer dalam jaringan yang menggunakan Microsoft Windows 8 sebagai sistem operasinya. Karena selain akan diproteksi dengan fitur Bitlocker dan UAC (User Account Control), disk yang akan disharing juga dibuat secara virtual. Maka dengan demikian disk yang ada di komputer Windows 8 akan terhindar dari penggunaan data yang tidak syah oleh pengguna dalam jaringan.

Bagaimana Membuat Virtual Disk

Berbeda untuk mendefinisikan atau membuat virtual disk di Microsoft Virtual PC atau Microsoft Virtual Server dengan di Microsoft Windows 8. Setelah jadi pun penggunaannya sangat berbeda, virtual disk di Virtual PC atau Virtaul Sever jalan di atas mesin virtual sedangkan virtual disk jalan di atas Microsoft Windows 8 tanpa menggunakan mesin virtual.

Untuk membuat virtual disk di Microsoft Windows 8 tidak sulit, yang pasti hard disk di komputer Anda harus tersedia space kosong. Kemudian selanjutnya Anda buat direktori di harddusk tersebut yang nantinya akan dijadikan sebagai virtual disk. Sebagai contoh buatlah folder atau direktori di komputer Anda dan berinama sesuai keinginan Anda, misalnya VIRTUAL_DISK. Kemudian setelah itu baru membuat virtual disk di Microsoft Windows 8.

Adapun langkah yang harus dilakukan untuk membuat virtual disk di Windows 8 tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Klik kanan di Computer dan klik Manage. Setelah Anda mengklik pilihan Manage, komputer akan menampilkan kotak dialog Computer Management.
  2. Lalu klik Storage, kemudian lanjutkan dengan mengklik tepat di atas Disk Management(local). Coba perhatikan setelah Anda mengklik Storage dan di sebelah kanan akan terlihat Disk Management(local) dan disebelahnya terlihat Virtual Disk Manager.
  3. Klik Action dan klik Create VHD (Virtual Hard Disk), setelah itu komputer Windows 8 Anda akan menampilkan kotak dialog
    Setup Create and Attach Virtual Hard Disk. Selanjutnya klik tombol Browse, selanjutnya Anda cari nama folder yang telah dibuat sebelumnya, misalnya VIRTUAL_DISK, kemudian di kolom File Name, ketikkan nama file baru untuk Virtual Hard Disk Anda, misalnya VIRTUAL, lalu klik tombol Save. Setelah menekan tombol Save Anda akan dibawa ke halaman sebelumnya, disini Anda diminta untuk menentukan space atau ruang yang digunakan sebagai Virtual Disk.
  4. Dalam menentukan disk ini Anda harus menyesuaikan dengan kapasitas space hard disk yang masih tersedia. Setelah itu tentukan banyaknya space yang akan digunakan sebagai Virtual Hard Disk, misalnya 20 GB, caranya ketikkan di kolom Virtual Hard disk size, lalu klik dan pilih GB, selanjutnya Anda klik pada pilihan Fixed size (Recommended) dan klik OK. Setelah itu komputer akan bekerja dan tunggu sampai proses pembuatan (Creating Virtual Disk) selesai dilaksanakan dan di jendela Computer Management akan terlihat hard disk virtual yang jumlah spacenya sesuai dengan yang Anda tentukan, misalnya 20 GB.

Memformat Virtual Hard disk

Jika sebelumnya Anda sudah membuat Virtual Disk namun belum diformat, maka ketika Anda menjalankan komputer kembali dan berada di Computer Management, virtual hard disk tersebut tidak akan tampak. Untuk menampilkannya, dari Computer Management klik Storage, lalu klik Disk Management dan klik menu Action dan klik Attach VHD, lalu setelah itu akan tampil kotak dialog Attach Virtual Hard Disk, kemudian klik tombol Browse dan klik nama virtual hard disk yang sudah dibuat sebelumnya, misalnya Virtual.vhd, selanjutnya klik tombol Open dan klik OK.

Setelah virtual hard disk tampil kembali di jendela Computer Management, selanjutnya Anda harus menggunakan pilihan New Simple Volume dengan tujuan agar virtual hard disk tersebut bisa di format dan digunakan sebagaimana layaknya hard disk baru. Untuk jelasnya ikuti langkah berikut ini.

  1. Klik kanan tepat di atas vartual hard disk tersebut, lalu klik New Simple Volume. Setelah itu komputer Microasoft Windows 8 Anda akan menampilkan jendela Wizard. Untuk melanjutkan Anda klik tombol Next dari jendela Wizard tersebut.
  2. Selanjutnya Anda tentukan dan ataur Specify Volume Size. Setelah ditentukan atau bisa juga menggunakan nilai defaultnya teruskan dengan mjenekan tombol Next kembali.
  3. Setelah Anda menekan tombol Next, Microsoft Windows 8 akan menampilkan kotak dialog Assign Drive Letter or Path. Di sini Anda diminta menentukan apakah akan menggunakan pilihan Mount in the following empty NTFS folder atau memilih Assign the following drive letter. Untuk keperluan virtual hard disk ini Anda pilih Assign the following drive letter, dan pilih drive yang akan digunakan, misalnya G atau defaultnya yaitu F. Untuk kali ini Anda pilih saja G, karena biasanya F digunakan untuk hard disk external atau USB Flash Disk.
  4. Untuk proses selanjutnya Anda klik saja Next. Setelah itu kotak dialog Format Partition akan tampil dan Anda diminta untuk menentukan pilihan yang akan diambil. Untuk itu pilih saja Format this volume with the following setting. Untuk jenis format yang digunakan And apilih saja NTFS dan sedangkan untuk pilihan Allocation Unit Size pilih Default, lalu pada pilihan Perform a quick format beri tanda centang di depan pilhan tersebut dan klik Next. Setelah menekan tombol Next yang terakhit ini akan tampil kotak dialog Finish. Untuk pilihan ini Anda langsung tekan tombol Finish untuk mengakhiri pekerjaan tersebut.
  5. Untuk mengubah nama volume drive tersebut, klik kanan di virtual hard disk tersebut dan klik Properties. Kemudian ketikkan nama
    hard disk virtual Anda, misalnya VIRTUAL, lalu klik tombol Apply atau OK untuk mengeksekusi penggantian nama volume
    sekaligus menutup kotak dialog properties tersebut.

Dengan fitur Virtual Hard disk ini, maka kemampuan Microsoft Windows 8 sebagai sistem operasi sangat lengkap, baik dari segi keamanan, kenyamanan maupun dalam hal management hard disk. Terlepas dari kemampuan tersebut tergantung kepada kita yang menggunakan sistem operasi ini, apakah mampu memanfaatkan teknologi ini dengan baik atau tidak. Jika mampu mengekplorasi dan menemukan fitur-fitur baru, maka baru manfaat sistem operasi ini akan terasa, sedangkan apabila Microsoft Windows 8 hanya digunakan sebagai lintasan menuju suatu aplikasi saja tentu sangat disayangkan. Namun demikian tentu saja Microsoft Windows 8 sebagai sistem operasi tercanggih dan terbaik untuk saat ini terutama dilingkungan desktop.

RuntimeBroker di Windows 8


Pendahuluan

Menggunakan Windows 8 wajib komputer yang digunakan sudah terkoneksi secara online. dapat dipastikan akan memberikan kenyamanan dan keamanan kepada penggunanya. Karena dengan semakin banyak fitur yang digunakan secara online, maka jelas faktor keamanan online merupaan hal yang sangat utama.
Apakah Anda pernah mendengar fitur RuntimeBroker di Windows 8? Apa sebenarnya  RuntimeBroker tersebut?  RuntimeBroker adalah sebuah file aplikasi yang relatif kecil (32,7 KB) file system Windows 8 yang terletak di folder \Windows\System32\. Kapan aplikasi tersebut jalan atau harus dijalankan? Untuk melihat aktifitas aplikasi ini Anda harus memlihatnya melali Task Manager, di sini akan terlihat Runtime Broker berjalan.

RuntimeBroker

Seperti dijelaskan di atas bahwa RuntimeBroker  merupakan file yang berjalan hanya jika kita menjalankan suatu aplikasi, misalnya aplikasi Windows Store. Jika Anda sudah menjalankan komputer Windows 8, namun tidak menjalankan aplikasi apapun, maka apabila Anda melihat di Task Manager tidak akan tampak RuntimeBroker tersebut. Hanya ketika kita membuka aplikasi seperti Windows Store, akan terlihat RuntimeBroker berjalan. Hal ini disebabkan karena apabila setiap kali menjalankan Windows 8 App akan memicu RuntimeBroker mengambil suatu tindakan. Bahkan jika kita menutup suatu aplikasi, RuntimeBroker  akan terus berjalan di bagian belakangnya.

Kegunaan RuntimeBroker  antara lain memonitor akses ke Windows API dan memastikan bahwa aplikasi tidak melanggar keamanan inti dari Windows. Sistem ini akan memeriksa apakah aplikasi Windows Store ketika berjalan menyatakan semua izin untuk mengakses sumber daya atau tidak. Dalam hal ini termasuk menginformasikan apakah memiliki izin atau tidak. Dengan demikian fitur RuntimeBroker ini akan membantu kita dalam hal mengamankan privasi kita ketika menggunakan aplikasi Windows Store.

Masih banyak fitur lain yang sangat berguna dan bermanfaat bagi perkembangan IT khususnya dalam sistem operasi.

Manajemen Hyper-V


Pada dasarnya hyper-v sudah menyediakan perangkat manajemen untuk mengelola server virtual yang diimplementasikan. Aplikasi yang disediakan sudah cukup untuk mengelola server virtual jika perusahaan hanya mengimplementasikan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Aplikasi ini dikenal dengan nama Hyper-V Manager dan terintegrasi pada Windows Server 2008 R2 dan Windows 2012.

Pada Hyper-V manager, bisa dilakukan pengaturan core prosesor yang digunakan, jumlah memori, ukuran harddisk, koneksi ke CD/DVDRom dan lain-lain. Disamping itu disediakan juga fasilitas untuk mengatur perilaku server virtual pada saat Host melakukan restart atau shutdown.

Selain menyediakan aplikasi manajemen yang standard, Microsoft menyediakan aplikasi manajemen yang lebih lengkap. Yaitu Microsoft System Center Virtual Machine Manager (SCVMM) . Aplikasi ini termasuk dalam keluarga System Center. Digunakan untuk melakukan manajemen server virtual dalam skala besar. Bisa digunakan untuk mengelola beberapa host dan ditampilkan dalam satu aplikasi.

Keunggulan lain adalah kemampuan untuk membuat template server virtual. Bisa juga digunakan untuk melakukan migrasi dari satu host server ke host server lain. Bila diperlukan SCVMM dapat melakukan konversi dari mesin fisik menjadi mesin virtual.

Mungkin kedepannnya nanti “teknologi manajemen akan semakin lengkap”. Semua dimasukan kedalam keluarga SCVMM atau System Center. Mulai dari kebutuhan firewall, backup data, manajemen IT infrastruktur bahkan sampai provisioning untuk produk berbasis virtualisasi”.

Akan terbit Buku HTML


html-pemula-tutangPerkembangan TI (Teknologi Informasi) khususnya berhubungan dengan pemrograman berbasis Web berkembang sangat cepat. Berbagai pengembang berupa CMS (Content Management System), seperti Joomla, WordPress, Framework, dan sebagainya semakin canggih saja. Namun tentu disamping semakin muahnya membuat portal dan apikasi berbasis World Wide Web tentu masyarakat perlu memahami bahasa awal untuk pembuatan web tersebut. Karena hampir semua CMS, dab bahasa pemrograman berbasis web wajib memahami HTML (Hypertext Markup Language) sebagai bahasa pemrograman yang jalan disemua browser tanpa harus melibatkan web server.

Walaupun CMS semakin berkembang dan semakin mudah untuk digunakan, tetapi , WWW (World Wide Web) Internet jauh lebih sempurna, karena selain memberikan layanan penampilan yang canggih, juga file yang ditampilkan tersebut bisa disimpan dari satu komputer ke komputer lain di mana saja dengan mudah dan cepat. Bahkan dengan adanya fasilitas tersebut, kita bisa menyimpan data di server mana saja selama mendapat akses atau mempunyai alamat di server tempat menyimpan data tersebut. Istilah penitipan data di server ini dikenal dengan nama Hosting. Hosting ini bisa kita gunakan apabila kita mempunyai space di hosting tersebut dan telah memiliki IP Address yang didaftar, misalnya ke Internet untuk domain COM, NET, ORG, dan sebagainya.

Untuk mengirim file atau data dari rumah kita ke server tersebut kita bisa menggunakan bermacam-macam fasilitas, salah satunya adalah dengan memanfaatkan FTP (File Transfer Protocol). Bahkan dengan populernya Microsoft FrontPage pembuatan dan pengiriman file ini bisa dilakukan dengan lebih mudah dan cepat, bahkan tidak menutup kemungkinan kita bisa langsung mengeditnya secara online.
Kemudahan lain dengan adanya WWW (World Wide Web) ini kita bisa mengambil data di Internet dengan mudah dan cepat, hanya tentu saja kita harus mentaati kode etik yang ditetapkan oleh undang-undang hak cipta. Istilah yang umum dan populer untuk mengambil data adalah Download. Sedangkan istilah untuk mengirim data ke server adalah Upload.

 

On AIR di KISI FM


ONR-04Tanggal 9 April 2013, saya Tutang (MVP), Riswan (Ketua MUGI Priangan), Luthfia R (MSP) dan Dian M (MSP) mengisi acara komunitas di Radio KISI 93,4 FM.
Tentu saja kesempatan sharing knowledge secara onair tidak datang dengan tiba-tiba. Riswan sebagai ketua MUGI Priangan melobi pihak KISI FM, dan akhirnya onair tersebut bisa terlaksaba. Pada acara onair ini, selain memperkenalkan MUGI (Microsoft User Group Indonesia) sebagai komunitas juga menejelaskan apa saja keuntungan dan manfaat MUGI untuk masyarakat banyak khususnya dalam bidang IT.

Kiprah MUGI sebenarnya sudah sejak lama, mulai dariONR-02 Hands on Training, Preview Training untuk produk-produk software terbaru yang akan diluncurkan Microsoft. Elain Hands nn Training dan Preview Training MUGI juga sering mengadakan seminar, MUGI Go to Campus, MUGI Go to School, dn lain-lain.

Dalam waktu dekat, MUGI Priangan akan mengisi kegiatan dengan tema MUGI Goes to Campus. Rencananya akan dimulai dari kota Cicurug, Sukabumi, tepatnya di kampus AMIK CBI Sukabumi, kampus Cicurug. Mudah-mudahan dengan kegiatan seperti ini mahasiswa di luar kota pun bisa mengikuti perkembangan IT, khususnya aplikasi dan sistem operasi yang saat ini sangat dibutuhkan.