Lingkungan Windows Azure


1. Pendahuluan

Setelah dibagian sebelumnya Anda melakukan registrasi Windows Azure dan sudah dinyatakan sukses, maka di bagian ini Anda akan mengenal beberapa hal berkaitan Windows Azure tersebut. Dengan Windows Azure, sistem komputasi awan Anda sangat memungkinkan digunakan untuk membangun aplikasi web yang canggih, modern, dan tentu saja bisa dijadikan data center yanag handal dan tangguh. Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa dengan Windows Azure layanan komputasi canggih memungkinkan diaplikasikan, karena di Azure ini sudah disediakan berbagai piranti lunak untuk keperluan sistem koputasi canggih dan moden.

5-1

Pada dasarnya layanan yang disediakan Windows Azure memiliki tiga komponen inti, yaitu lingkungan komputasi dengan peran Web, peran Pekerja , dan peran VM ;

Penyimpanan yang berfokus pada penyediaan penyimpanan terukur, dalam hal ini non-relasional tabel, dan Antrian. Untuk skala besar kebutuhan database (Relational Database)  fungsionalitas yang ditawarkan melalui SQL Azure, yang merupakan versi terukur dari SQL Server yang berjalan pada platform Azure.

Sebagai sistem yang digunakan sebagai koneksi berkecepatan tinggi dan bisa diibaratkan sebagai switch untuk menghubungkan node yang terdiri dari beberapa server yang digunakan secara bersama-sama. Dalam hal ini bis dikatakan berfungsi sebagai kernel dari sistem operasi, Windows Azure menyediakan penjadwalan, alokasi sumber daya, manajemen perangkat, dan toleransi kesalahan untuk masing-masing node yang ada dalam lingkungan tersebut.

Dengan Windows Azure memungkinkan pengembang untuk berinteraksi dengan layanan yang diberikan oleh Windows Azure. Dalam hal ini Microsoft sebagai penyedia layanan juga mengintegrasikan sistem ini dengan Microsoft Visual Studio sehingga dapat digunakan sebagai IDE untuk mengembangkan dan mempublikasikan aplikasi yang dibangun diatas sestem tersebut.

Adapun layanan dibeirkan Windows Azure antara lain, Web Site, Virtual Machine, Mobile Services, Cloud Services, Storage, SQL Reporting, Media Services, Service Bus, Network, Add On, dan sebagainya. Memang layanan yang ditampilkan dalam buku ini masih terbatas, karena materi yang ditulis dalam buku masih menggunakan fasilitas yang free.

2. Sistem Untuk Implementasi

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan Windows Azure, untuk saat ini merupakan pilihan paling tepat. Karena di dalam Windows Azure ini Anda bisa menggunakan sistem operasi atau SQL Server sesuai pilihan Anda. Di sini Microsoft sebagai pusat data akan mengelola sumber daya komputasi dan termasuk media penyimpanan data untuk aplikasi Anda di atas Windows Azure secara aman dan nyaman. Windows Azure telah digambarkan sebagai “lapisan awan” di atas sejumlah Windows Server sistem yang sudah diyakini mempunyai kemampuan yang canggih untuk lingkungan server modern.

Setelah Anda memilih Windows Azure seagai komputasi awan Anda, maka pilihan berikutnya adalah sistem operasi server yang ada di awan. Di Windows Azure disediakan banyak pilihan, mulai Windows 2008, 2008 R2, Windows Server 2012, bahkan sistem operasi Linux juga tersedia. Jadi jika Anda akan menggunakan Linux juga tidak masalah karena didukung secara penuh oleh Windows Azure.

3. SQL Azure

Platform Windows Azure menawarkan opsional SQL Azure database sebagai suplemen untuk penyimpanan data yang diberikan oleh Storage AppFabric. SQL Azure dibangun di atas Microsoft SQL Server teknologi dan sebagai hasil dari itu, ia menawarkan semua fitur database relasional standar yang satu akan berharap untuk menemukan dalam contoh SQL Server database Microsoft, seperti tabel, indeks, pandangan, trigger, prosedur tersimpan, integritas referensial, dan transaksi.

4. Virtualisation

Sebelum Anda mengetahui mesin virtual yang disediakan Windows Azure, alangkah baiknya saya menjelaskan terlebih dahulu apa itu Virtualisasi atau Virtualization.  Sebuah arsitektur akan sangat menentukan ketika sebuah konsep diimplementasikan. Demikian juga dengan arsitektur Windows Server Virtualization sangat berbeda dibandingkan dengan arsitektur produk  Microsoft lainnya sperti Virtual PC, Virtual Server 2005.

Dalam hal ini konsep virtualisasi di Windows Server 2008 memperkenalkan Hypervisor dan mengadopsi konsep microkernelized. Implementasi dari microkernelized memungkinkan sebuah instance virtual machine berperan sebagai partisi parent dan instance yang lain sebagai partisi child. Semua instance virtual machine akan berjalan diatas hypervisor. Setiap partisi dapat memanfaatkan satu atau lebih prosesor (jika menggunakan prosesor dual core atau quad core), dan memiliki hardware yang spesifik.

Partisi parent bertanggung jawab untuk mengorganisasi partisi child, dan manajemen virtualization stack. Partisi parent juga bisa disebut sebagai partisi root karena partisi ini dibuat pertama kali saat inisialisasi hardware server. Partisi root adalah pusat dari power management, organisasi hardware, dan manajemen hypervisor. Peran partisi parent sebagai virtualization stack sehingga software component berkerja diatas hypervisor dan berkerja bersama untuk mendukung virtual machine di system. Virtualization stack berkomunikasi dengan hypervisor dan melakukan semua fungsi virtualisasi. Partisi parent pun dianggap sebuah instance, sehingga IT Administrator dapat dengan mudah mengubah sebuah child menjadi parent jika dibutuhkan.

Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan semakin derasnya arus globalisasi, persaingan dunia bisnis berbasis IT khususnya jaringan dan internet juga semakin ketat. Melihat kenyataan ini, para pakar IT termasuk raksasa software dunia. Microsoft sejak Windows Server 2008 64 bit mulai menawarkan sebuah konsep virtualisasi yang langsung terintegrasi dengan role server, yaitu Windows Server Virtualization (Hyper-V). Hyper-V akan menjadi role dalam sistem operasi Window Server 2008, Windows Server 2008R2, Windows Server 2012, dan Windows Server 2012 R2 tentunya akan lebih mengoptimalkan virtualisasi untuk sistem operasi server tersebut.
Sejalan dengan pengembangan tersebut, Microsoft menciptakan Hyper‐V, sebuah generasi baru, teknologi virtualisasi berbasis hypervisor yang menyediakan sebuah platform virtualisasi yang dapat diandalkan dan manajemen terintegrasi yang memungkinkan kustomer untuk melakukan virtualisasi terhadap infrastruktur yang mereka miliki dan mengurangi biaya.

Virtualisasi merupakan solusi manajemen tersentralisasi, dan pengurangan biaya sehubungan dengan pengurangan hardware, penggunaan listrik, dan kebutuhan pendingin ruangan server. Manfaat tersebut memberikan berbagai keuntungan, pemakai akan mendapatkan virtualisasi yang lebih powerful, fleksibel dan terintegrasi dengan manajemen tools yang mereka miliki. Penggunaan server 64‐bit, multi‐processor, dan multi‐core secara luas memacu kebutuhan untuk virtual machine yang dapat memperoleh manfaat dari hardware server yang skalable.

5. Virtual Machine

Virtual Machine adalah salah satu fitur yang disediakan Windows Azure untuk mengimplementasikan sistem operasi server berbasis awan. Di sini Anda bisa menggunakan beberapa mesin virtual di atas Windows Azure dengan sistem operasi yang juga bisa berbeda-beda. Seperti telah dijelaskan di muka bahwa degan Virtual Mechine ini Anda bisa mensetup sistem operasi yang diperlukan, misalnya Windows Server 2012, Windows Server 2008 R2, Linux dan sebagainya. Untuk mengetahui dan memanfaatkan Virtual Machine di Windows Azure ini akan dibahas dibagian selanjutnya.

-bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s