IE 11 Tidak Bisa Print?


IE-11Kadang kala kita kepengen mencetak halaman website yang sedang kita buka di internet explorer 11 di Microsoft Windows 8.1 tidak bisa mencetak dokumen langsung dari IE11. Hal ini kemungkinan secara tidak sengaja data yang ada pada folder C:\Users\username\AppData\Local\Temp\Low terhapus.

Untukmemulihkannya banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya dengan me-restart IE11 yang Anda gunakan, kemudian coba print langsing dari program browser tersebut. Apabila masih juga belum bisa, maka Anda bisa menggunakan cara lain, yaitu membuat kembali secara manual folder “Low” di directory “Temp” di komputer Anda. Caranya ketikkan “%Temp%” dikotak pencarian, lalu tekan tombol Enter, setelah itu buatlah folder baru dengan nama “Low”.

Seeperti telah dijelaskan diatas, masih banyak cara lain yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah ini. Salaah satunya adalah sebagai berikut:

  • Klik tombol Start, klik Programs, lalu k Accessories.
  • Klik kanan Command Prompt kemudian pilih Run as administrator, setelah itu akan tampilkotak dialog, Anda jawab Yes.
  • Ketikkan perintah ini ICACLS “%userprofile%\AppData\Local\Temp\Low” /setintegritylevel (OI)(CI)low, setelah selesai Anda tekan Enter di Command promt tersebut.

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat.

Persiapan Setup SharePoint 2010


Setelah Anda mengetahui kecanggihan dan kemampuan Sharepoint baik 2010 ataupun 2013, selanjutnya tentu Anda bisa mensetup SharePoint 2010 atau 2013 tersebut. Tentu jika Anda memiliki software canggih ini.

Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk setup SharePoint 2010 atau 2013 ini. Saya kebetulan mencoba Setup SharePoint 2010 diatas Windows Server 2008 R2. Memang bisa juga menggunakan Windows Server 2012 atau 2012 R2, namun kali ini saya ingin mencoba diatas Windows Server 2008 R2.

Pertama saya setup Windows Server 2008R2 Enterprise diatas mesin Xeon RAM 20 GByte saja. Kemudian setelah proses instalasi Windows Server 2008R2 Enterprise selesai dilaksanakan, selanjutnya dibuat DC (Domain Controler). Dengan mesin ini selanjutnya kita buat 2 buah mesin virtual diatas DC tersebut, dan berinama sesuai keinginan Anda. Misalnya mesin virtual pertama kita berinama SharePoint, yang kedua kita berinama SQLServer, atau sesuai keinginan Anda.

Selanjutnya diatas DC Anda buat OU (Organizational Unit) dan berinama misalnya SharePoint. Kemudian diatas OU SharePoint tersebut kita buat beberapa user, mialnya SP_Admin, SQL_Admin, dan

ReadyBoost Di Windows 8 dan 8.1


READY-01Apakah Anda sudah memasang Windows 8 atau 8.1 di Laptop Anda? Trus apakah sudah mencoba fitur yang bernama ReadyBoost? Fitur ini sebenarfnya sudah ada sejak Windows Vista di perkenalkan, namun tentu saja terus dikembangkan dari segi kemampuannya. Namun perlu diketahui bahwa sebelum Anda membeli Laptop dan memasang sistem operasi harus diperhatikan kemampuan dari lapotp dan tentu saja nantinya akan berhubungan erat dengan fitur dari sistem operasi yang akan Anda pasang.

Kalau kita perhatikan saat ini jarang dan bisa dikatakan hampir tidak ada laptop, netwbook atapun komputer PC yang menggunakan memory 128 Mbyte atau 512 Mbyte. Umumnya sudah terpasang memori di atas 1 Gbyte. Namun kadang-kadang kapasitas slot memori yang tersedia untuk laptop atau netbook kelas mengenah umumnya sudah maksimal 2 Gbyte dan apabila akan menaikan memori sudah tidak memungkinkan lagi karena mainboard yang digunakan sudah tidak memungkinkan lagi untuk dipasang atau ditingkatkan kapasitas memorinya.

Oleh karena itu apabila Anda akan membeli laptop atau komputer sebaiknya dicek sampai berapa apabila suatu saat memoriya akan ditingkatkan. Namun demikian, bagi mereka yang sudah terlanjur dan memiliki laptop atau komputer dengan memori maksimal 1 Gbyte, maka solusi agar Laptop, netbook atau komputer Anda bisa bekerja maksimal yaitu dengan mengingkatkan Virtual Memori dengan memanfaatkan fasilitas yang bernama ReadyBoost.

Memory tidak masalah

Seperti telah dijelaskan diawal tulisan ini, bagi laptop atau komputer generasi 2007 atau 2008 yang masih menggunakan mainboard yang hanya support maksimal 1 Gbyte, tidak perlu report cukup memanfaatkan USB Flash untuk meningkatkan virtual memori komputer Anda.

Sebenarnya fasilitas Readyboost ini sudah diperkenalkan sejak beberapa waktu lalu, tetapi tidak semua pengguna Windows Vista, Windows 7 dan bahkan Windows 8 atau 8.1  sudah mengenal dan memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan kecepatan komputernya. Fitur ini sangat mumpuni dan cukup baik bila digunakan secara maksimal, baik di Windows Vista, Windows 7 maupun Windows 8 atau 8.1. Sehingga dengan memanfaatkan fitur canggih ini komputer yang sebelumnya sedikit lambat akan tertolong dan kecepatannya akan meningkat dibandingkan sebeumnya.

READY-02Apa yag dimaksud dengan ReadyBoost? Readyboost adalah fitur canggih yang disediakan Microsoft untuk meningkatkan performa komputer dengan memanfaatkan USB Flash disk, SD Card ataupun Memory Card. Sebagai contoh, untuk meningkatkan Virtual Memory, Anda akan menggunakan USB FlashDisk misalnya Kingstone 4 GB. Dengan menggunakan FlashDisk tersebut, kecepatan komputer Anda akan meningkat.

Dengan teknologi ReadyBoost tersebut komputer akan mampu menyediakan cache memory sebagai perluasan RAM (Random Access Memory) komputer untuk meningkatkan kinerja Windows Vista 7, Windows 2008 atau Windows 8. Sebagaimana kita ketahui bahwa, sistem operasi khususnya keluarga Microsoft Windows mempunyai jalur cepat untuk mengakses resources dari memori dibandingkan lewat media lain seperti hard disk. Oleh karena itu peningkatan virtual memory akan sangat membantu dalam hal ini.

Langkahnya bagaimana?

Untuk menggunakan fitur ReadyBoost tersebut Anda siapkan Flashdisk. Sebelumya Anda coba masukkan FlashDisk tersebut apakah mendukung ReadyBoost atau tidak. Jika mendukung, maka akan tampil seperti gambar AutoPay dan disitu terlihat pilihan Speed up my system (Using Windows ReadyBoost).

Dengan melihat kompatibilitas tersebut, maka dapat dipastikan FlashDisk Anda mendukung fasilitas Readyboost. Untuk selanjutnya lakukan proses format, pada saat format tersebut pahatikan Anda harus menggunakan pilihan NTFS (New Technology File System), FAT16 (File Alocation Table), atau FAT32 saja. Setelah proses format selesai dilaksanakan Anda bisa langsung memanfaatkan fasiltas tersebut. Untuk itu cara yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  • Masukkan USB Flash disk atau memory card dengan kapasitas minimal 1GB, mendukung standar USB 2.0 serta harus kompatibel dengan ReadyBoost.
  • Kemudian, sistem akan memberikan pilihan apakah USB Flash disk tersebut akan digunakan untuk media penyimpanan atau untuk ReadyBoost. Di sini Anda pilih untuk ReadyBoost.
  • Pilihlah menu ‘Use this device’ dan tentukan kapasitas memorinya, jika Anda tidak akan menggunakan memori default yang sudah ditentukan secara otomatis oleh Windows Vista atau Windows 8.

Selain cara di atas, Anda juga bisa menggunakan fasilitas ReadyBoost dengan cara yang lebih umum dilakukan, yaitu: Klik kanan muuse Anda tepat di USB Flashdisk Anda, pilih dan klik Properties, lalu klik Readyboost. Setelah itu klik Dedicated this device to Readyboost atau bisa juga dengan memilih Use this device, kemudian Anda tentukan jumlah memori yang akandigunakan. Apabila sudah selesai klik Apply atau OK.

Setelah melakukan proses seperti yang dijelaskan di atas, untuk mengetahui hasilnya Anda cukup mengklik Flashdisk, akan terlihat pada Faslhdisk tersebut berwarna merah seolah penuh dengan data. Kemudian Anda klik USB tersebut dan akan terlihat file baru bernama ReadyBoost. Kalau Anda klik lagi di atas file ReadyBoost, maka akan tidak bisa membuka file tersebut, karena memang bukanlah file data.

READY-04Kenapa menggunakan memori flash yang mendukung fitur ReadyBoost untuk melakukan caching dan mengizinkan Windows Vista, Windows Server 2008 atau Windows 8 atau 8.1 untuk melakukan pembacaan disk secara acak dengan performa yang umumnya 80 hingga 100 kali lebih cepat ketimbang hard disk tradisional biasa? Di sini fungsi caching bisa diaplikasikan ke semua isi dari hard disk seperti dll, sys, dan lain sebagainya.

Perangkat memori flash umumnya lebih lambat memang saat digunakan untuk memproses I/O secara berurutan (sequential I/O), sehingga untuk memaksimalkan performa, ReadyBoost menawarkan logika untuk mengenali permintaan pembacaan secara berurutan yang besar, untuk itu lalu mengizinkan permintaan-permintaan tersebut dilayani oleh hard disk, sehingga kecepatan maksimal akan didapatkan.

Persyaratan ReadyBoost

Untuk menjalankan fitur ReadyBoost apakah memerlukan persyaratan khusus? Sebenarnya tidak memerlukan persyaratan khusus. Namun tidak semua perangkat keras bisa digunakan dan mendukung fasilitas ReadyBoost yang disediakan Microsoft untuk meningkatkan kemampuan Virtual Memory. Sebagai gambaran berikut ini adalah beberapa persyaratan minimal untuk menjalankan dan memanfaatkan fitur ReadyBoost tersebut.

  • Kapasitas yang dibutuhkan minimal 256 MiB (atau 250 MiB setelah pemformatan).
  • Perangkat yang lebih besar daripada 4 GiB akan memiliki hanya 4 GiB yang bisa digunakan untuk fitur ReadyBoost.
  • Perangkat tersebut harus memiliki waktu akses 1 milidetik atau bahkan kurang dari 1 milidetik.
  • Perangkat tersebut harus mampu melakukan pembacaan paling tidak 2,5 Megabyte per detik. Sementara itu untuk pembacaan acak dalam blok 4 KiB di atas keseluruhan drive tersebut. Selain itu perangkat keras yang digunakan juga harus mampu melakukan penulisan paling tidak 1,75 Megabyte per detik untuk penulisan secara acak dalam blok 512 KiB di atas keseluruhan drive tersebut.
  • Perangkat tersebut minimal harus memiliki ruangan kosong sebesar 235 MiB.
  • Selain itu perangkat tersebut juga harus diformat dengan menggunakan NTFS, FAT16, atau FAT32. Sistem berkas exFAT tidak didukung oleh fitur ReadyBoost. Untuk keamanan sebaiknya Anda forat NTFS saja.
  • Fitur ReadyBoost dalam Windows Vista, Windows Server 2008 atau Windows 8 hanya dapat mendukung satu perangkat saja yang bisa digunakan untuk fitur ini. Jadi jika Anda akan memanfaatkan dua FlashDisk sekaligus, maka hal ini tidak mungkin bisa dilakukan, karena hanya satu perangkat saja yang didukung pada saat sistem bekerja.

Perlu diketahui bahwa jumlah kapasitas memori flash yang dapat digunakan untuk akselerasi Windows ReadyBoost yang direkomendasikan adalah satu sampai dengan tiga kali jumlah kapasitas memori yang terinstalasi dalam Laprop, NetBook atau komputer Anda. Dengan melihat fitur ini secara mendalam kemungkinan besar banyak juga yang tertarik untuk memanfaatkan ReadyBoost untuk meningkatkan kinerja Windows Anda.

Dualboot di Windows 8


Kadang-kadang di komputer yang digunakan perlu dipasang beberapa sistem operasi. Terutama kalau komputer yang digunakan masih 32 bit dan kita tidak menggunakan mesin virtual. Sebenarnya ada fitur Hyver-V di Windows 8, namun hanya ada yang di 64 bit. Karena komputer yang digunakan masih 32 bit, maka otomatis fitur Hyver-V tersebut tidak bisa. Maka ketika akan memasang Windows Server 2008 32 bit, terpaksa harus dualboot. Dan ketika selesai proses instalasi, di komputer kita ada dua pilihan, yaitu pilihan menggunakan Windows 8 dan Windows Server 2008.

Kemudian suatu hari Anda memerlukan space atau ruangan di hardik dengan space yang besar, solusinya tidak ada cara lain selain menghapus Windows Server 2008. Karena tujuannya ingin mengosogkan hardisk di komputer Laptop Anda, tanpa pikir panjang langsung harddisk atau partisi D tersebut diformat dan hasilnya harddisk kosong, dan dengan demikian data bisa disimpan di harddisk tersebut. Dengan cara ini tidak masalah dan partisi tersebut tetap bisa digunakan untuk menyimpan data.

Keetika komputer di booting, pilihan Windows Server 2008 masih ada, dan kayaknya sangat mengganggu tampilan tersebut. Dan Anda ingin agar komputer langsung menuju Windows 8. Kalau sudah begini bagaimana solusinya? Caranya tidak sulit sebenarnya, cukup mengetikan ketikkan sysdm.cpl dari command. Atau bisa juga dengan kenekan kombinasi tombol Windows dan R secara bersamaan. Setelah jendela RUN tampil, Anda langsung ketikkan SYSDM.CPL diikuti degan menekan tombol Enter.

clip_image002

Setelah itu akan tampil kotak dialog System Properties. Selanjutnya Anda klik tab Advanced, dan pilih Setting di kelompok System Startup, system failure, and debugging information. Setelah menekan tombol Setting, komputer Windows 8 Anda akan menampilkan kotak dialog Startup and Recovery.

clip_image004

clip_image006

Pada pilihan System startup terlihat Default operating system, disini Anda pilih Windows 8 dengan menekan tombol dropdown. Klik OK, dan klik OK sekali lagi untuk menutup kotak dialog tersebut. Dengan beberapa langkah tersebut komputer Anda akan booting menggunakan Windows 8 lagi sebagaimana yang kita inginkan.