Server Menggunakan HDD dengan RAID 10


raid-10Tahun ini saya membeli server dengan spesifikasi yang cukup lumayan bagus, karena harganya juga lumayan, hampir 50 jutaan rupiah. Saya ingin mencoba menggunakan RAID, oleh karena itu saya membeli server dengan RAM 32 GByte, dan harddisknya 4 buah dengan kapasitas total 4  TByte. Sistem operasi yang saya gunakan adalah Windows Server 2012 R2.

Apa sebenarnya RAID itu? Secara sederhana, RAID adalah sebuah cara menggabungkan sekelompok hard disk untuk membentuk satu “virtual” drive. Tujuannya bukan hanya sekedar untuk mendapatkan ruang yang lebih besar, tetapi juga membangun perlindungan data dengan fungsi redundansi/melakukan duplikasi data dalam drive tambahan. Oleh karena itu, bila kelak salah satu drive gagal/down, maka data akan tetap aman dan tersedia. Dengan kata lain RAID menyediakan dua keunggulan yaitu ruang dan keamanan data.

Cara kerja Hard disk yang dikonfigurasi dalam RAID 10 bisa dikatakan di-striping dan di-mirror, dengan kata lain data yang disimpan dalam hard disk akan dipecah (stripe) dan didistribusikan ke separuh total hard disk dari RAID 10 tersebut, setengahnya lagi digunakan sebagai mirror dari hasil stripe yang lain. RAID 10 merupakan penggbungan antara RAID 0 dan 1

Sebagai Contoh, saya baru membeli server dengan 4 buah hard disk dengan kapasitas 1 TByte dikonfigurasi dengan RAID 10 maka kapasitas yang dapat di gunakan untuk penyimpanan data adalah 2 TByte dan data yang disimpan akan di-stripping atau dibagikan diantara kedua hard disk tersebut, dua hard disk yang lainnya yang 2 TBye lagi akan berfungsi sebagai mirror.

raid-10-1Secara sederhana kelebihan dari RAID 10 ini, bisa juga dikatakan relatif mirif dengan RAID 1 hanya performance dari baca tulis hard disk meningkat dibanding RAID 1 karena lebih cepat dalam read/write. Begitu juga dalam hal perlindungan data sangat canggih selama masing hard disk dalam keadaan baik atau tidak bermasalah.

Saya sudah membuktikan kecanggihan RAID 10 ini, pertama saya setup server dengan WIndows Server 2012R2 dan server berjalan sebagaimana mestinya. Untuk mengetahui apakah mirrornya jalan atau tidak, maka setelah selesai proses instalasi dan dinayatakan sukses, selanjutnya harddisk yang utama (A dan B) dengan kapasitas masing-masing 1 TB keduanya saya angkat. Kemudian server saya hidupkan kembali, maka komputer akan jalan normal karena harddisk urutan ke 3 dan ke 4 atau C dan D begitu akan menggantikan fungsi harddisk yang diangkat tadi. Canggih memang dan kalau Anda akan membeli server gunakan server yang memiliki teknologi ini.

Advertisements

3 thoughts on “Server Menggunakan HDD dengan RAID 10

  1. jika boleh saya bertanya, kira-kira mana yg lebih bagus membeli hosting dengan SSD atau HDD raid 10 ? mohon jawabannya. Terima Kasih.

    • SSD secara sederhana media penyimpan data pengganti hardisk. Lebih cepat, kinerja tinggi dan konsumsi daya yang rendah. Fungsinya sama dengan hardisk yang selama ini kita kenal namun dilihat dari konstruksi sangat berbeda jauh. Namanya SSD, Solid State Drive. Saat ini jika kita membeli laptop atau ultrabook yang terbaru, mungkin kita akan ditawarkan mau yang menggunakan hardisk biasa (HDD) atau pakai SSD. Mungkin tulisan berikut ini bisa sedikit membantu anda mengambil keputusan saat diberi pilihan antara SSD dan HDD.

      Untuk saat ini, kalau Hosting masing banyak yang menggunakan HDD, tapi kalau sudah ada yang menggunakan SSD boleh saja. Dari segi teknologi SSD memang lebih baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s