Pantai Minajaya “Tidak Perawan Lagi”


LEB4Tahun 1970 saya sering ke Pantai Minajaya, Pantai Ujung Genteng dan pantai-pantai lain yang ada dipesisir pakidulan. Saya menyukai pantai ini, karena saya juga dilahirkan di Jampangkulon, awal tahun 1960-an. Kini usia saya sudah lebih dari setengah abad.

Pantai Minajaya, mengingatkan saya pada seorang guru bahasa Inggris saya, dan juga guru Ilmu Pengetahuan Alam, namanya ibu Ema (mudah-mudahan beliau masih ingat saya). Saya dan beliau serta satu orang teman saya bernama Juarman, pernah main ke pantai Minajaya yang indah, dan mulai dikerumuni banyak orang sehingga pantai ini perlahan namun pasti penuh dengan kantong-kantong plastik dan sampah sisa-sisa makanan.

Namun demikian, pantai Minajaya merupakan pantai diselatan kota Sukabumi, tidak jauh dari Jampangkulon. Bahkan kalau Anda pernah ke Surade tinggal beberapa kilometer saja. Kalau kita sudah ada di Surade, maka tinggal menuju ke sah selatan, ketika menemui persimpangan, kalau ke kanan Anda menuju pantai Ujung Genteng, sedangkan kalau lurus sedikit ke kiri Anda menuju pantai Minajaya.

Kalau kita perhatikan, pantai Minajaya tidak kalah cantiknya dibandingkan dengan pantai-pantai lain yang sudah sangat dikenal, seperti Sawarna di Bayah, atau Pantai Ujung Genteng, yang memang jauh lebih dikenal. Saat ini Pantai Minajaya sudah mulai ditata, walaupun perawatanya kurang.

Mungkin Anda tidak akan percaya bahwa, saat ini, terutama ketika hari raya Idul Fitri, mau main atau rekreasi ke pantai Minajaya harus sabar dan hati-hati. Karena, saat ini kamacetan telah mengubah segalanya, jalan yang tadinya lancar, kini mulai macet. Namun tentu akan sebanding ketika Anda menikmati udara pantai dan dLEB5eru ombak saling bertautan.

Saya dan keluarga baru menyempatkan main ke pantai Minajaya. Karena merasa rindu akan keindahan pantai laut selatan. Istri, anak dan sanak saudara juga banyak yang mengunjungi pantai terdekat dari Jampangkulon ini. Bahkan anak saya yang paling bontot, setelah sampai di Bogor, keesokan harinya jalan lagi menuju pantai Ujung Genteng bersama teman-temanya. Alasannya, tentu ingin melihat keindahan pantai di sore hari, menyaksikan penyu bertelor, dan tentu ingin melihat surutnya air laut selatan dan indahnya karang dan rumput laut.

Yang paling mengesankan main atau berwisata ke pantai Minajaya selain indahnya pantai slatan, luasnya hamparan pasir putih dan banyaknya rumput laut yang muncul ketika air laut surut, hal lain tantu adalah manisnya ikan bakar, udang bakar, lengkap dengan sambal cobeknya, khas pakidulan. Enak memang, namun karena suasananya masih lebaran sehingga tidak bisa menikmati secara utuh suasana pantai ini. Namun demikian saya merasa, pantai Minajaya juga tidak kalah dibandingkan dengan pantai-pantai lain yang ada di Indonesia.

Advertisements

2 thoughts on “Pantai Minajaya “Tidak Perawan Lagi”

  1. Wah, bapak orang jampang juga ternyata. Saya juga orang sana, pak. Saya lahir di Surade, kebetulan saya juga mahasiswa Pranata, saya pernah lihat bapak pada saat acara seminar Techo Update di Kampus Pranata Bogor.

    Salam Urang Jampang Surade, pak :v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s