Sekilas Internet Protocol Versi 6


Sejak beberapa versi terakhir Microsoft sudah menggunakan IPv6. Namun demikian masyarakat khususnya pengguna Windows baik Windows 7, Windows Server 2008, Windows 2008 R2, Windows Server 2012, Windows Server 2012R2, Windows 8 atau WIndows 8.1 juga masih menyediakan atau menggunakan IPv 4. Namun demikian IPv6 merupakan protokol canggih yang siap diaplikasikan. Apa saja yang ada di Internet Protocol Versi 6? Apa saja kelebihannya? Untuk itu berkut ini saya akan menjelaskan mengenai IPv6 yang saya himpun dari berbagai sumber. Mudah-mudahan bermanfaat.

IPv6 merupakan sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6. Dan panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia.

Mengapa harus menggunakan IPv6? Karena IPv6 menawarkan berbagai fitur unggulan, seperti :

  1. Alamat yang lebih banyak. Dengan menggunakan IPv6, alamat yang disediakan sangatlah banyak karena IPv6 menggunakan pengalamatan baru dengan panjang 128 Bit dan terdiri atas 16 Bit blok angka yang dicatat dengan heksadesimal (IPv4 hanya memiliki panjang 32 Bit dan dipisahkan dengan empat node angka, masing-masing terdiri dari tiga desimal). Sebagai penjelas, IPv4 memiliki alamat sebanyak 232 atau setara dengan 4.294.967.296 buah atau 4.3 Milyar alamat. Sedangkan IPv6 memiliki alamat sebanyak 2128 atau setara dengan 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456 atau lebih dari 340 Sektilion alamat.
  2. Support Mobile Device. Kedepan, internet akan menjadi lebih mobile dengan diterapkannya internet di semua gadget/mobile device, seperti smartphone, PDA, laptop, bahkan alat transportasi. Dengan diterapkannya IPv6, kita dapat menggunakan “Mobile IP” dimana setiap device yang ada memilki alamat IP yang tetap sehingga nantinya dapat diakses dari manapun.
  3. Built in Security. IPv6 secara standar sudah menyertakan IPsec (Internet Protocol Security). IPsec menyertakan fungsi-fungsi security dengan menerapkan autentifikasi, enskripsi, dan kompresi pada IP traffic. Dengan menerapkan IPsec sebagai standarnya menawarkan security yang lebih baik terhadap serangan packet sniffing, IP spoofing, dan connection hijacking.
  4. Better QoS. IPv6 menawarkan Quality of Service yang lebih baik. Multimedia streaming dan voice transfer yang akan diterapkan mempunyai hasil output yang lebih baik karena protokol IPv6 menentukan berbagai nilai untuk prioritas tersebut pada setiap header paket data.

Dengan adanya QoS yang baik, protokol IPv6 ini dapat menentukan toleransi delay saat transfer data, penggunaan bandwith efektif yang digunakan, dan berapa besarnya nilai loss yang diperbolehkan saat mengirim paket data.

Perbedaan IPv4 dan IPv6

IPv4 IPv6
Alamat asal dan alamat tujuan memiliki panjang 32 Bit (4 byte). Alamat asal dan alamat tujuan memiliki panjang 128 Bit (16 byte).
Dukungan terhadap IPsec bersifat optional. Dukungan terhadap IPsec dibutuhkan.
Harus dikonfigurasikan, baik secara manual maupun dengan DHCP. Tidak harus dikonfigurasikan secara manual. Bisa menggunakan address autoconfiguration.
Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan pada router sehingga dapat menurunkan kinerja router. Fragmentasi hanya dilakukan oleh host pengirim.
Terdapat checksum pada header. Tidak ada checksum pada header.
Header mengandung options. Semua data optional dipindahkan ke dalam extension header.
Address Resolution Protokol (ARP) menggunakan frame-frame broadcast ARP request untuk menterjemahkan sebuah alamat IPv4 ke alamat link layer. Frame-frame ARP request diganti dengan pesan-pesan Multicast Neighbor Solicitation.
Digunakan IGMP (Internet Group Management Protocol) untuk mengelola keanggotaan group pada subnet local. Fungsi IGMP telah digantikan oleh Multicat Listener Discovery (MLD).
Harus mendukung penyusunan kembali paket berukuran 576 byte. Harus bisa mendukung ukuran paket 1280 byte.
Sistem pengalamatan IPv4 dibagi dalam 5 kelas :Class A : range 1 – 126Class B : range 128 – 191Class C : range 192 – 223Class D : range 224 – 247Class E : renge 248 – 255 Pada IPv6 terdapat tiga jenis pengalamatan, yaitu :

  1. Unicast
  2. Anycast
  3. Multicast

Berdasarkan tujuan dari paket data di jaringan komputer, paket terbagi menjadi 3(tiga) jenis, seperti tertulis di judul blog ini, yaitu Unicast, Broadcast dan Multicast. Istilah broadcast, sepertinya lebih sering didengar oleh kita semua dibandingkan yang lainnya. Mungkin ini dikarenakan sehari-hari kita mendengar kata ‘broadcasting’

Unicast

Unicast merupakan jenis paket yang berasal dari satu titik, dan memiliki tujuan hanya satu titik yang lain (titik bisa berarti komputer, atau peralatan jaringan lainnya). Ditilik dari ‘bedah paket’ nya, kita bisa lihat unicast memiliki satu MAC address pengirim, dan satu MAC address penerima. Secara analoginya, setiap hari pada saat browsing Internet, kita sudah melakukan proses unicast ini, yaitu apabila kita mengetik satu alamat URL misalnya, komputer kita sedang ber-unicast-ria dengan server web yang ada di URL tersebut. Hampir seluruh paket aplikasi yang mendominasi jaringan kita bersifat unicast, seperti http, telnet, ftp, smtp, pop3, dsb.

Broadcast
Broadcast, pada jaringan komputer, merupakan jenis paket yang berasal dari satu titik, dan memiliki tujuan ke semua titik lain yang ada di jaringan. Biasanya jenis paket broadcast akan dikirimkan untuk menyatakan suatu ‘keberadaan’ sebuah layanan, atau pencarian sebuah titik pada jaringan. Contoh nyata dari paket broadcast ini adalah paket-paket NETBIOS yang dikirimkan oleh Windows setiap periode tertentu, yang berisikan nama komputer dan workgroup di mana komputer tersebut berada. Itulah sebabnya, kita bisa mendapatkan banyak informasi tentang apa saja komputer yang ada di jaringan kita pada Network Neighbourhood atau My Network Places.

Apabila jaringan kita analogikan dengan pasar, maka para penjual ikan maupun sayur yang saling berteriak satu sama lain, merupakan paket broadcast. Di satu sisi, kita akan dengan mudah mengetahui di mana kita bisa membeli sayur tertentu, tapi di sisi yang lain kita juga akan merasa ‘bising’ dengan kondisi di mana semua pembeli berteriak, apalagi bila bersamaan

Hal yang sama juga terjadi pada jaringan. Apabila kita memiliki 500 komputer dengan Windows, dan semuanya terletak di satu subnet, maka jaringan kita akan penuh dengan paket-paket broadcast.

Itu sebabnya pada sebuah jaringan yang sudah mulai berkembang menjadi besar, dibutuhkan langkah-langkah untuk ‘memperkecil’ pengaruh dari broadcast, agar jaringan tetap lancar dan tidak ‘dipenuhi’ oleh paket-paket yang tidak seharusnya.

Jika kita melakukan bedah paket terhadap paket berjenis broadcast, dengan mudah kita dapat lihat, paket ini memiliki destination address berisi FF:FF:FF:FF:FF:FF ( semua berisi bit 1 ). Apabila sebuah switch melihat paket dengan tujuan tersebut, maka otomatis paket tersebut akan diteruskan ke semua port.

Multicast

Multicast merupakan jenis paket, berasal dari satu buah titik dan bertujuan ke sebuah alamat khusus (bukan titik khusus), di mana alamat khusus ini dapat ‘didengarkan’ oleh titik-titik lain di jaringan yang ‘berkepentingan’ untuk mendengarkannya.

Konsepnya mirip dengan siaran radio, yaitu, jika kita hendak mendengarkan suatu siaran khusus, maka kita harus merubah frekuensi radio ke frekuensi yang tepat. Dan tentunya, berjuta-juta orang bisa mendengarkan radio yang sama.

Paket multicast sangat efektif untuk keperluan video streaming, audio streaming dsb. , karena dari sisi titik pengirim, hanya perlu ‘mengirimkan’ paket satu kali saja ke alamat khusus. Karena hanya satu paket saja, dan bisa banyak sekali ‘pendengar’, maka otomatis utilisasi jaringan tidaklah terpakai terlalu tinggi. Sebagai contoh, film dengan kualitas DivX, bisa dikirimkan dengan bandwidth sekitar 1-2Megabit/second saja, dan satu kantor sudah bisa menonton film tersebut. ( Aplikasi menggunakan VLC dari http://www.videolan.org/ )

Hanya saja, untuk bisa melakukan multicast, jaringan kita harus disetting sedemikian rupa, karena tidak semua jaringan mendukung multicast dengan baik. Sebagai contoh, kita tidak mungkin meng-stream video kita secara multicast ke Internet dengan mudah tanpa kita mengotak-atik perangkat router kita.

Jika kita membedah sebuah paket multicast, kita akan melihat bahwa MAC address dari destination nya berisikan paket 01:00:5E:xx:xx:xx. Lebih lanjut tentang multicast akan dibahas khusus.

Kelebihan IPv6

IPv6 ini menawarkan banyak kelebihan yang bisa digunakan untuk mempermudah kerja manusia. Kelebihan yang dimiliki oleh IPv6 adalah sebagai berikut :

  1. IPv6 merupakan solusi bagi keterbatasan alamat IPv4 (32 bit). IPv6 dengan 128 bit memungkinkan pengalamatan yang lebih banyak, yang memungkinkan IP-nisasi berbagai perangkat (PDA, handphone, perangkat rumah tangga, perlengkapan otomotif).
  2. Aspek keamanan dan kualitas layanan (QoS) yang telah terintegrasi.
  3. Desain autokonfigurasi IPv6 dan strukturnya yang berhirarki memungkinkan dukungan terhadap komunikasi bergerak tanpa memutuskan komunikasi end-to-end.
  4. IPv6 memungkinkan komunikasi peer-to-peer tanpa melalui NAT, sehingga memudahkan proses kolaborasi / komunikasi end-to-end: manusia ke manusia, mesin ke mesin, manusia ke mesin dan sebaliknya,

BERBAGAI SUMBER

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s