Pengertian DHCP Server


8-1DHCP (Dynamic Configuration Protocol) merupakan suatu layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP (Internet Protocol) kepada komputer yang memintanya. Komputer server yang memberikan nomor IP kepada yang memintanya disebut DHCP Server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut DHCP Client. Jadi dengan memanfaatkan fitur ini administrator jaringan tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP (Transfer Control Protocol)/Internet Protocol, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.

Dengan kata lain, kalau kita memanfaatkan DHCP berarti IP Address secara lengkap akan diberikan kepada Client secara otomatis, pemberian IP secara otomatis ini sering juga disebut dengan IP Dinamis. Jadi dengan DHCP IP yang diberikan merupakan IP Dinamic, sedangkan apabila IP diberikan secara manual disebut IP Statis.

Pada saat DHCP client dihidupkan, komputer client tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan IP Address. DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP Server. DHCP Server setelah memberikan nomor IP, server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool. Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut.

Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP Client tersebut dinyatakan selesai dan client tidak memperbaharui permintaan kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP Server, dan server dapat memberikan nomor IP tersebut kepada Client yang membutuhkan. Lama periode dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya. Jangka waktu disebut leased period.

Mungkin kalau komputer yang terkoneksi ke dalam jaringan hanya 5 sampai 10 komputer dengan IP manual pun tidak masalah, dan tidak akan terasa berat. Tetapi ketika komputer yang terhubug ke dalam jaringan sudah ratusan atau bahkan ribuan, maka DHCP sangat dibutuhkan untuk mengurangi kompleksitas konfigurasi IP pada komputer. Bayangkan saja kalau Anda sebagai administrator jaringan dengan 1.000 (seribu) unit komputer client termasuk Gedgat seperti smartphone, laptop dan tentu saja jaringan AdHoc bagi para tamu yang dateng ke kantor Anda. Kalau Anda harus mengisi semua komputer termauk Gadget secara manual satu persatu bisa berabe dan membosankan. Belum lagi kalau ada perubahan konfigurasi missal perubahan IP pada DNS Server atau WINS Server, atau perubahan Gateway, maka jika dilakukan secara manual Anda harus mengubahnya satu persatu. Bahkan kadang-kadang jika dilakukan secar amanual bisa saja tidak berjalan sesuai dengan rencana atau bisa saja satu IP digunakan leh dua atau tiga client, maka jelas akan terjadi IP Conflict, dan untuk mengeceknya juga harus dilakukan secara manual. Merepotkan memang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s