Rame-rame Membangun StartUps


1Saat ini tidak sedikit masyarakat khususnya anak muda Indonesia mulai rame-rame membangn Startup. Sebenarnya apa itu StartUp? Saya sendiri belum memahami dengan baik apa itu startup. Namun secara sederhana startup adalah suatu perusahaan yang baru berdiri atau sedang berkembang.

Kalau kita bicara startup saat ini umumnya dikaitkan dengan perkembangan teknologi, padahal segala hal yang berkaitan dengan dunia usaha, bisnis, dan sebagainya yang baru didirikan dan sedang berkembang serta mencari peluang-peluang mulai dari jenis produk sampai dengan pasarnya atau pada tahap pengenalan atau introduction. Pada tahapan ini dimana laju pertumbuhan penjualannya rendah ketika produk itu baru diperkenalkan ke pasar. Jelas pada tahap ini laba yang diperoleh bisa saja negatif, karena masih dibebani oleh biaya pemasaran yang tinggi. Namun demikian tentu apabila pasar bisa menerima produk hasil StartUp tersebut akan terjadi tahap pertumbuhan atau growth dan laba yang diperoleh cukup besar.

Kenapa Startup banyak dikaitan dengan teknologi? Karena memang saat ini tidak sedikit perusahaan yang memanfaatja TI sebagau sarana untuk memasarkan produknya. Sebagai contoh saat ini kita mengenal yang peruahaan dotcom yang memasarkan berbagai produk, mulai dari barang elektronik, sampai dengan dengan produk keperluan sehari-hari.

Perlu juga diketahui bahwa ketika akan membangun suatu bisnis, tentu akan dibuat suatu proposal yang dikenal dengan Studi Kelayakan Bisnis atau bisa juga Studi Kelayakan Usaha. Namun demikian saya lebih suka menyebutnya dengan Studi Kelayakan Bisnis. Nah salah satu aspek yang harus dipelajari ketika akan membangun suatu usaha adalah aspek teknis dan teknologi. Dengan aspek teknis dan teknologi ini kita akan mengetahui teknologi yang akan digunakan dalam bisnis termasuk teknologi yang digunakan untuk menunjang kegiatan bisnis.

Pada tahun 1990 an sampai tahun 2000-an sebenarnya juga pernah terjadi fenomena yang mirip seperti StartUp saat ini, waktu itu perkembangan Wartel (Warung Telekomunikasi atau Warung telpon), kemudian pada fase berikutnya Wartel menghilang datang Warnet (Warung Internet), dan pada itu mulai rame juga dibicara binis dotcom yang semuanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi sebagai sarana dan prasarananya. Waktu fenomena Wartel dan warnet memang diperlukan infrastruktur untuk menunjang Startup tersebut yang dibangunnya.

Bahkan ketika perkembangan teknologi informasi semakin meningkat dan munculkan istilah Web Services dan maraknya bisnis e-Commerse, private web, yang kesemuanya itu berkaitan dengan pemanfaatan TI. Kini dengan maraknya Cloud Computing memicu kembali munculnya fenomena StartUp sejalan dengan berkembangnya TIK itu sendiri.

Awal tahun 2000 juga masyarakat IT di dunia termasuk di Indonesia, dimana waktu itu dunia bisnis mulai rame dengan bermunculannya bisnis cybernews, cybermoney, cyberspace, dan semakin manambah maranknya bisnis dotcom. Degan demikian, mmaka makin banyak orang yang mengamnggap bahwa internet adalah ladang bisnis yang tidak akan bernah habis. Kemudian sejalan dengan boomnya busis dotcom tersebut, maka memunculkan fenomena yang juga tidak kalah menariknya yaitu fenomena bisnis PPC (Pay Per Click), PPP (Pay Per Play), dan sebagainya. Dengan munculnya bisnis PPC seperti Google Adsense, Adbrite, Kontera, Infolink, dan sebagainya. Ii Indonesia sendiri mulai bermunculan puluhan advertiser dan publisher lokal yang menyediakan layanan seperti PPC tersebut, seperti AdseneCam, KlikSaya.com, dan sebagainya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Internet merupakan ladang bisnis yang menggiurkan dengan biaya arelatif murah. Dengan memanfaatkan internet, pebisnis tidak perlu memiliki produk, tidak perlu memiliki gudang, tidak perlu kena macet, dan sebagainya. Pokoknya bisnis di dunia maya, aman, nyaman, dan tidak akan tersesat.

Startup di Indonesia

Bagaimana perkebangan Startup di Indonesia? Perkembangan Startup di Indinesia sangat luar biasa. Tumbuh subur dan berkembangnya Startup di Indonesia tidak terlepas dari peran pemerintah baik melalui perguruan tinggi yaitu dengan dimasukkannya matakuliah kewirausahaan sebagai matakuliah wajib. Dasar hukum matakuliah KWU tersebut adalah INPRES Nomor 4 tahun 1995 tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan  Kewirausahaan, kemudian Surat Keputusan Bersama Menteri Negara Koperasi dan Mentri Pendidikan Nasional Nomor 02/SKB/Meneg/VI/2000 dan Nomor 4 /U/SKB/2000 tanggal 29 Juni 2000. Ini berarti pemerintah sangat mendorong munculnya penguasaha muda berkualitas yang bisa membawa bangsa ini lebih baik dan maju dalam berbagai bidang termasuk membangun usaha baru dalam berbagai bisang, termasuk dalam dunia IT.

Perkembangan media sosial dan meningkatnya jumlah smartphone di Indonesia, pasar untuk mobile game dan social game semakin terbuka lebar. Begitu juga dengan aplikasi online, e-commerce dan sebagainya juga terus berkembang sejalah degan semakin banyaknya penggunakan smarphone dan interent di Indonesia. Dengan demikian akan memacu tumbuh dan berkembangnya startup-startup baru di Indonesia.

Apa yang diperlukan untuk membangun startup? Hal utama untuk mendirikan Startup adalah sebuah tim yang solid dan memiiliki visi dan misi yang sama dalam bidang usaha yang akan dikembangkan. Karena dengan tim yang solid bisa memunculkan ide-ide baru yang kreatif dan inovatif.

Sebagai contoh, saat ini mulai bermunculan Startup khususnya yang berkaitan dengan aplikasi berbasis online, game online, dan sebagainya, salah satu contoh adalah dicoding.com. Dicoding.com kini sudah mulai melirik para programer dan mulai ditampung dalam wadah tersegut. Sebenarnya, apabila kita memiliki kemampuan dalam bidang pemropraman, saat ini tidak akan kesulitan untuk mengembangkan dan menjual suatu aplikasi. Karena medianya sudah ada dan tersedia.

Bagi para developer saat ini sangat berpeluang meraih kesuksesan. Sebagai gambaran, dia seorang developer dan bekerja sendiri membuat suatu aplikasi untuk smartphone. Kemudian aplikasi tersebut bagus dan memungkinkan untuk diupload Android Store, WindowsPhone Store atau ke Apple Store dan ternyata diterima. Sebagai contoh, penduduk Indonesia tahun 2010 berdasarkan data statistik BPS 237.641.326  jiwa. Dari jumlah tersebut yang menggunakan Smartphone diperkirakan sekitar 40%, dan dari 40% rata-rata setiap orang menggunakan dua buah smartphone. Ini berarti 40% kali 2237.641.326, yaitu sekitar 95.056.530,4 jiwa dari pengguna smartphone tersebut. Karena rata-rata setiap orang menggunakan 2 buah smartphone, maka jumlah pengguna smartphone menjadi 190.113.060,8 jiwa.

Jika aplikasi tersebut diunggah (upload) dan sudah disetujui (approve) dan tampil di Windows Store, Android Store, Apple Store, dan sebagainya kemudian aplikasi tersebut dijual dengan harga misalnya Rp. 2.000,00 (Dua ribu rupiah) dan setiap hari diunduh kurang lebih 0,01% dari pengguna Smartphone di Indonesia, maka dapat dipastikan penghasilan seorang developer diperkirakan 0,01% kali 190.113.060,8 orang pengguna smartphone kali Rp. 2.000,00 maka penghasilan seorang developer handal kurang lebih bisa mencapai Rp. 38 juta rupiah setiap hari, kalu dikalikan 30 hari, maka pernghasilan seorang developer bisa mencapai 24 juta kali 30 hari, hasilnya sekitar 1,14 miliyar per bulannya. Hanya tentu harus memiliki kemampuan dan skil memadai serta kualifikasi pendidikan yang baik dan sesuai.

Dengan bermunculannya startup tersebut, diharapkan suatu saat akan muncul pengusaha mudah baik dalam bidang IT maupun lainnya. Dengan semakin mudahnya mendapatkan koneksi internet maka peluang akan terus terbuka lebar. Kita bisa membangun bisnis apa saja di dunia maya tanpa harus memiliki modal banyak, tanpa harus tersesat, tanpa harus kena macet, tapa harus memiliki suatu product, tanpa harus memiliki karyawan banyak, dan tanpa harus memiliki gudang. Banyak startups yang sukses, s

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s