Menambah dan Mengkonfigurasi Hyper-V di Windows 10


Sejak kehadiraan Hyper-V atau Virtualization baik pada Windows Server maupun di Windows 7, 8, atau 8.1, saya sudah menulis banyak mengenai kelebihan, manfaat bahan sampai pada bagaimana mengimplementasikan Hyper-V pada Windows Server. Namun dari penjelasan tersebut masih banyak yang harus digali dan ditambahkan kelebihan dan manfaat lain dari fitur Hyper-V tersebut.

Pada tulisan ini saya akan sedikit sharing mengenai penggunaan dan mengkonfigurasi Hyper-V di Windows 10. Sebenarnya seperti pada tulisan saya sebelumnya (Baca Hyper-V), bahwa Hyper-V tidak hanya disediakan Windows Server saja, Windows lain seperti Windows 7, Windows 8, Windows 8.1 termasuk Windows 10 juga menyediakan fitur Hyper-V. Hanya tentu saja tidak semua Window tersebut menyediakan fitur tersebut, hanya yang versi 64 bit saja yang menyediakan fitur Hyper-V ini. Jadi apabila Anda akan setup Windows 10 dan ingin memasang beberapa sistem di komputer Anda, maka Anda harus menggunakan Windows 10 64 bit supaya tersedia fitur Hyper-V.

Microsoft Windows 10 menyediakan banyak tools yang dapat digunakan untuk mengatur atau memanage kerja sistem operasi komputer Anda. Apa sebenaranya Hyper-V atau Virtualisation? Anda dapat membaca tulisan saya sebelumnya yang berkaitan dengan Hyper-V atau Virtualization ini, tentunya di log saya ini. Kali ini, saya akan menjelaskan bagaimana menambah fitur dan setup atau menambah mesin di atas Windows 10 dengan memanfaatkan fitur Hyper-V. Memang, pada dasarnya sama saja, Hyper-V di Windows Server ataupun di Windows versi sebelumnya.

HYPER-V1

Gambar 1. Program and Features, dibawah Control Panel Windows 10

Kemudian, untuk menambah Roles Hyper-V atau Virtualization di Windows 10, dari Control Panel tersebut Anda pilih dan klik Programs, setelah itu Windows 10 akan menampilkan Control Panel berikutnya. Kemudian Anda klik saja Programs and Features tersebut sehingga Windows 10 akan menampilkan jendela pilihan berikutnya.

Klik Turn Windows features on or off. Setelah menekan tombol plihan tersebut, Windows 10 akan menampilkan pilihan  seperti gambar 2, klik di depan Hyper-V, sehingga pilihan lain yang ada dibawah pilihan tersebut seperti  Hyper-V Management Tools dan Hyper-V Platform akan tampil. Untuk melanjutkan proses penambahan Roles ini Anda klik  OK.

HYPER-V2

Gambar 2. Menambah Role Hyper-V

Setelah Anda menekan OK, Windows 10 akan bekerja dan pada akhirnya Anda diminta untuk melakukan boling. Biarkan komputer Boot dan ikuti semua petunjuk sampai dengan proses instalasi dan penambahan oles tersebut selesai dan Anda masuk lagi dengan menggunakan login Administrator.

Perlu diketahui bahwa untuk memanfaatkan fasilitas canggih ini ada beberapa persyaratan yang wajib dipernuhi dan ini merupakan syarat mutlak yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, yaitu komputer server yang digunakan harus mendukung Hyper-V atau virtualization. Salah satu CPU yang mendukung fasilitas Hyper-V ini adalah CPU 64 bit, untuk kelompok Intel adalah Intel VT sedangkan untuk AMD adalah AMD-V. Selain CPU yang harus mendukung virtualization, motherboard yang digunakan harus mendukung penuh virtualization. Disamping itu tentu saja memori yang digunakan juga harus cukup untuk keperluan virtualiasasi, misalnya untuk Laptop minimal menggunakan memory 4 GByte. Tujuannya tentu untuk menundukung kemampab dan kinerja komputer dengan Hyper-V tersebut.

Membuat Mesin Baru

Seperti halnya ketika Anda menggunakan Microsoft Windows versi sebelumnya, untuk menjalankan Hyper-V Anda perlu membuat atau mendefinisikan nama mesin baru. Untuk membuat atau mendefinisikan mesin baru dengan memanfaatkan Hyper-V ini, Anda harus menjalankannya dari Windows 10 yang digunakan, kemudiakn Anda jalankan Hyper-V Manager. Setelah itu segera tampil halaman Wizard untuk mendefinisikan mesin baru yang diinginkan.

  • Untuk jelasnya, langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
  • Klik Hyper-V Manager. Jendela Hyper-V segera tampil.
  • Selanjutnya Anda klik Action dan pilih New

HYPER-V3

Gambar 3. Tampilan Hyper-V Manager

HYPER-V4

Gambar 4. Menambahkan mesin baru

  • Klik Virtual Machine setelah itu segera tampil halaman Wizard
  • Klik Next untuk melanjutkan.
  • Setelah tampil halaman untuk menentukan nama mesin, directory, dan lokasi untuk mesin baru, di sini Anda ketikkan nama mesin baru Anda, mialnya Windows Server 2012R2. Anda bisa menentukan darive atau lokasi untuk menyimpan tempat data dari sistem yang akan diinstal. Untuk memudahkan Anda langsung saja klik Next untuk melanjutkan

HYPER-V5

Gambar 5. Menuliskan nama mesin dan lokasi untuk menyimpan hasil instalasi

  • Klik Generation1 dan klik Next untuk melanjutkan
  • Di halaman berukutnya Anda harus mengalokasikan jumlah atau besarnya memori yang akan digunakan. Di sini sebaikya Anda memilih Use Dynamic Memory for The virtual Machines. Tujuannya agar memori yang digunakan bisa berubah sesuai kebutuhan. Selanjutnya Anda klik tombol Next untuk melanjutkan.

HYPER-V6

Gambar 6. Menentukan banyak memory yang akan digunakan

  • Selanjutnya Anda atur juga penggunakan kartu jaringan (NIC) yang akan digunakan, lalu klik Next untuk melanjutkan proses ini.
  • Setelah menekan tombol Next, Anda atur juga penggunakan harddisk untuk mesin baru Anda, lalu klik Next dan apabila proses yang dilakukan sudah selesai akan tampil summary dan proses dinyatakan telah selesai dan tidak terjadi kesalahan.
  • Klik Next. Di sini Anda harus menentukan lokasi Drive DVD/CD atau ISO untuk sistem yang akan digunakan ketika menginstalasi sitertm tersebut.
  • Klik Next sekali lagi.
  • Klik Finish untuk mengakhiri pekerjaan Anda.

HYPER-V7

Gambar 7. Nama mesin baru sudah ada di Hyper-V Manager

Sampai di sini Anda sudah bisa mensetup dan membuat mesin baru dengan memanfaatkan Hyper-V di Windows 10. Di bagian selanjutnya akan dibahas bagaimana menjalankan Hyper-V.

Advertisements

MVP Diperpanjang


mvp2016Alhamdulillah tahun 2016 ini MVP saya diperpanjang lagi. Sejak taun 2002 saya sudah mendapatkan MVP (Most Valuable Professional), sebuah pernghargaan tertinggi dalam bidang IT khususnya berkaitan dengan produk Microsoft. Tahun 2002 saya mendapatkan penghargaan ini bersama Yudistira, Hans Manangsang dan Adrianto Gani). Ketiganya kini sudah sukses dalam bidangnya masih-masing. Saya sendiri masih jauh tertinggal dan masih memerlukan waktu untuk nelajar dan belajar khususnya dalam bidang TI ini.

Sejak mendapatkan MVP namanya selalu berubah, mulai dari WIndows Desktop Experience, Windows Expert IT Pro, Active Directory hingga yang terakhir tahun 2016 ini adalah Windows and Divices for IT. 

Antara Windows 10, Hyper-V dan Microsoft Azure


MUGI-01Sabtu 2 April 2015 lalu, saya dan Salman Farizi mengisi Seminar Bermama Pakar ” di Kampus B STMIK Pranata Indonesia, Bekasi. Semula seminar akan dimulai jam 19.00 WIB, namun  karena sesuatu dan lain hal akahirnya seminar dimulai jam 10.00 WIBB.

Pada seminar ini saya membawakan materi Windows 10 dan Microsoft Azure. Dalam hal ini saya membawakan dua materi dan tentu saja dua sesi. Peserta yang mengikuti kegiatan ini cukup antusias dan merasa bahwa kegiatan seperti ini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan wawasan IT khususnya Produk Microsoft bagi para mahasiswa.

Materi yang Windows 10 tentu yang berkaitan dengan fitur-fitur baru, seperti Cortana, BitLocker, ReadyBoos, Mixrosoft Edge, dan sebagainya. Kemudian di sesi kedua saya menjelaskan perjalanan dan perkembangan komputasi modern. Di sesi ini saya banyak menjelaskan berkaitan dengan Microsoft Azure, kelebihan dan kekurangan Azure, dan lain-lain.

mugi-03Pada sesi terakhir, Salman Alfarizi, M.Kom (Microsoft Most Paluable Professional), mejelaskan mengenai Hyper-V dan Virtual Machine. Para peserta sangat puas mendengar penjelaskan Salman Farizi tentang Hyper-V dan Active Directory. Karena mungkin di kampus mereka masih belum mencoba dan mengaplikasikan mengenai Hyper-V dan Active Directory tersebut.
MUGI-02Di sesi terakhir ini Salman mendemokan bagaiman membuat domain dengan mempromote sehingga menjadi sebuah server DC. Kemudian didemokan juga bagaimana membuat user, mendefinisikan keamanan dengan menggunaan Policy, ADLS, ADDS, dan sebagainya.