Command prompt, command line dan PowerShell


Walaupun kini sudah mulai dan banyak digunakan Virtualisation dan cloud computing, namun tampaknya perintah command laine masih juga digunakan. Namun tentu saja tidak semua perintah yang ada bisa digunakan sepenuhnya.

image

Perintah-perintah command line ini dulu sangat populer dan memang sangat diperlukan ketika DOS (Disk Operating System) dan MS-DOS (Micreosoft-Disk Operating System) masih merajai sistem operasi pada komputer PC dan kompatiblenya. Karena waktu itu kalau mau membeli komputer harus lengkap dengan pernyataan PC kompatibel.

Perintah command line berbeda dengan perintah yang ada di Server Core atau perintah-perintah pada PowerShell. Yang dimaksud dengan perintah command line di sini adalah perintah yang digunakan melalui command prompt. Perintah-perintah DOS tersebut kini dikenal dengan istilah peritah command line atau command prompt. Kenapa di sebut command prompt atau command line, karena ketika perintah tersebut digunakan akan terlihat suatu drive, misalnya drive C:\ dan disana terlihat prompt untuk menuliskan suatu perintah, misalnya CD, MD, DIR, DELETE, dan sebagainya.

Walaupun saat ini sudah menggunakan Windows 8.1, perintah-perintah seperti FORMAT, CD, DIR, dan sebagainya masih tetap bisa digunakan. Tentu saja penggunaan perintah-perintah tersebut harus melalui command prompt atau command line. Bagaimana cara menggunakannya?

Untuk menggunakan ini harus diketikkan melalui command line atau command prompt. Jadi untuk mengeksekusi suatu aplikasi, misalnya untuk memformat disket yang ada di drive A, maka caranya dari command prompt, ketikkan C:>\FORMAT A: lalu diikuti dengan menekan tombol Enter. Perintah FORMAT A: digunakan untuk memformat floppy atau disket yang ada di drive A, kemudian ditambahkan /S berarti menambahkan distem pada drive A tersebut, bisa juga dengan menambahkan VOL, yaitu untuk menambahkan nama atau volume label floppy tersebut. Sehingga dengan penambahan /S tersebut disket bisa digunakan untuk booting komputer untuk menampilkan prompt.

Banyak perintah yang bisa digunakan dari Windows 8.1, hanya tentu saja Anda harus menjalankan command prompt. Cara yang digunakan untuk menjalankan perontah dcommand line tersebut tidak sulit, caranya klik tombol Start, lalu klik Command Prompt, atau bisa juga dengan menuliskan CMD di kolom Search promgrams and files, lalu tekan enter. Setelah command prompt tampil, Anda bisa langsung menuliskan perintah yang diperlukan, misalnya LABEL, kemudian diikuti dengan menuliskan nama drive yang akan diberi nama atau diberi label. Contoh penuliskan perintahnya C:>\label <Enter> kemudian ketikkan nama lable drive Anda, misalnya Win7.

Berikut ini ada beberapa peritah yang bisa digunakan:

  • FORMAT : Digunakan untuk memformat disket, atau flashdisk, harddisk, dan sebagainya
  • FORMAT F/S/V:DATA : Memformat sekaligus memasukkan sistem dan label dari disk tersebut
  • VOL : Untuk menampilkan nama atau volume drive yang akan dilihat
  • LABEL : Digunakan untuk membuat nama label dari sebuah drive
  • DIR : Digunakan untuk melihat data atau isi dari suatu drve
  • DIR /W : Digunakan untuk melihat data atau isi dari suatu drive secara melebar (W= Window)
  • DIR /P : Digunakan untuk melihat data atau isi dari suatu drive per halaman (P=Page)
  • COPY : Digunakan untuk mengcopy data dari dari tertentu ke drive lainnya
  • CD : Digunakan untuk masuk dan keluar dari suatu directory
  • Dan sebagainya.

Selain perintah-perintah tersebut, perintah command line lain seperti DATE, TIME, SHUTDOWN, TREE dan sebagainya sering digunakan. Perintah ini akan sangat berguna terutama bagi mereka yang sedang mempeljari Windows 8.1 dari sisi command laine.

image

Seperti telah dijelaskan dibagian sebelumnya, bahwa perintah command lain berbeda dengan perintah yang ada di PowerShel, namun ada sedikit persamaan untuk beberapa perintah di ServerCore. Namun demikian memang dengan perintah ini bayak mempersingat waktu tetapi bagi sebagian kalangan akan menyulitkan, karena perintah command line arus benar-benar hapal. Sehingga dengan demikian memerlukan waktu untuk menghapal perintahnya.

  • Date : Digunakan untuk mengubah, dan menampilkan tanggal komputer
  • Time : Digunakan untuk mengubah, dan menampilkan jam di komputer
  • Tree : Peritah ini mirip dengan perintah Dir, Dir/w atau Dir/p. Hanya perbedaannya dengan perintah TREE, akan menampilkan direktori pada suatu drive secara lengkap.
  • Shutdown : Digunakan untuk menghentikan proses komputer
  • Shutdown/s : Digunakan untuk menghentikan proses dan sekaligus mematikan komputer yang sedang digunakan
  • Shutdown/r : Digunakan untuk menghentikan proses yang sedang berlangsung sekaligus merestart kembali komputer yang sedang digunakan tersebut.

Masih banyak perintah lain yang tidak kalah pentingnya untuk diketahui. Sebagai contoh, perintah DELETE bisa digunakan untuk menghaopus beberapa file berakhiran tertentu dan bisa juga menghapus seluruh file dalam direktori tertentu. Jika Anda akan menghapus file di salah satu direktori, maka terlebih dahulu Anda harus masuk direktori atau sub direktori tersebut.

Untuk masuk ke suatu direktory atau folder, caranya cukup mengetikkan CD diikuti nama direktorinya dari command line atau command prompt. Sebagai contoh a]\Anda akan menghapus file di folder data, maka perintahnya dari prompt C:>\CD DATA <Enter>. Begitu juga untuk masuk ke sub direktori, yaitu dengan menuliskan perintah yang sama.

Perintah RENAME digunakan untuk mengganti nama file. Jika Anda akan menggunakan perintah Rename dari command line, maka Anda harus menuliskannya secara lengkap, artinya menuliskan nama file harus lengkap dengan akhirannya, misalnya file bernama DATA.DOC. Sebagai contoh penggunaan perintah RENAME C:>\RENAME DATA.DOC DATA1.DOC. Perintah ini digunakan untuk mengganti nama file DATA.DOC menjadi DATA1.DOC.

Sementara itu perintah lain yang juga sangat berguna adalah perintah untuk menghapus file, nama perintahnya adalah DEL. Untuk menggunakan perintah ini tidak sulit, Anda cukup menuliskan peritah tersebut diikuti dengan menuliskan nama filenya. Misalnya Anda akan menghapus nama file bernama DATA yang berada di drive D, dan direktori DATA, maka langkah yang harus dilakukan adalah Anda harus pindah ke drive D, kemudian masuk ke direktori DATA. Misalya Anda sekarang berada di druve C:>\, maka ketikkan D: <Enter>. Kemudian setelah tampil drice D:>\ maka ketikkan CD data, setelah itu segera tampil D:\DATA>\.

  • Untuk menghapus satu file caranya DEL <nama file>
  • Untuk menghapus semua file yang berahiran DOC, caranya DEL*.DOC <nama file>
  • Untuk menghapus semua file dalam suatu direktori caranya DEL *.* <nama file>

Perintah yang satu ini sangat bermanfaat dan sering digunakan terutama bagi mereka yang harddisk di komputernya diformat dengan FAT32. Perintah yang akan dijelaskan ini adalah perintah untuk mengubah atau mengkonversi partisi dari FAT menjadi NTSFS. Seperti kita ketahui, Microsoft sejak Windows diperkenalkan sudah menggunakan partisi FAT16, kemudian diperkenalkan FAT32 dan pada saat Windows NT diperkenalkan, maka mulai saat itulah NTFS (New Technology File System) mulai diperkenalkan kepada masyarakat di seluruh dunia.

Sebagai contoh, misalnya Anda akan mengconversi drive D yang sebelumnya dipartisi FAT32, dengan conversi ini diharapkan drive D tersebut menjadi NTFS, caranya ketikkan dari drive C:\ convert d: /fs:ntfs kemudian Enter. Setelah itu ikuti semua petunjuk yang ditamlilkan program. Jika Anda pernyataan yang harus di jawab Y, maka jawablah Y, dan sebagainya. Jika tidak terjadi kesalahan, maka proses konversi tersebut telah selesai.

Semoga penjelasan singkat ini bermanfaat.

Advertisements

KISI2 UAS CB


WIN2016Untuk UAS CB Anda bisa membaca semua materi yang sudah saya sampaikan. Sehingga untuk UAS tahun ini materi sudah tidak ada masalah lagi.

Berkaitan dengan soal UAS 30% adalah soal yang sudah diberikan pada UTS 2016 lalu, sedangkan sisanya adalah Anda bisa membaca soal-soal yang diberikan pada saat perkuliahan perlangsung. Karena setiap pertemuan selalu diadakan Post Test, sehingga Anda tidak akan merasa kesulitan untuk menhikuti UAS kali ini.

UAS matakuliah CB dibagi atas 2 bagian. Bagian pertama pertama merupakan pilihan ganda atau memilih jawaban yang paling sesuai. Sedangkan soal berikutnya adalah mengisi dan menjelaskan berkaitan dengan CB.

Untuk itu saya menyarankan supaya Anda membawa soal-soal atau kumpulan soal yang sudah saya berikan. Jangan lupa buka juga soal UTS beberapa waktu lalu, karena hampir 30% soal tersebut masuk juga dalam UAS tahun ini. Untuk materi Anda bisa download disini. Terakhir selamat mengikuti ujian.

KISI2 UAS JARKOM 2016


4-14Untuk Ujian Akhir Semester tahun 2016 semua materi yang pernah disampaikan ikut diujikan, tentu saja dengan diseleksi sedemikian rupa sehingga sesuai dengan materi yang diujian tersebut. Kali ini materi UAS sedikit berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Seperti biasa adalah pilihah BETUL dan SALAH, dan ada juga pilihan ganda.

Perlu juga temen-temen mahasiswa ketahui, sebagian ada juga dari soal yang sudah disampaikan pada UTS beberapa waktu lalu. Jadi saya harap kalian juga melihat soal UTS tersebut. Untuk materi lain adalah berkaitan degan pejelasan dan pendapat mahasiswa tentang materi JARKOM.

Untuk UAS kali ini, soal dibagi dalam beberapa bagian, yaitu A, B, C dan D. Di mana bagian A memilih jawaban BENAR atau SALAH, soal  bagian B merupakan pilihan ganda, C menjawab pertanyaan yang disajikan termasuk menggambar atau flowchart. Sedangkan soal D adalah soal perhitungan berkaitan degan subneting.

Anda harus juga memahami prinsip-prinsip kerja, perbedaaan antara OSI dan TC/IP, penjelasan mengenai penggunaan TELNET, dan sebagainya. Kemudian untuk memperkaya wawasan, mahasiswa juga harus meyelesaikan soal lain juga termasuk penjelasan, diantaranya mengenai mode transmisi, bradcast, Classfull Addressing dan Casslass Addressing, media transmisi seperti Fiber Optic, dan sebagainya.

Selain itu agar mahasiwa mengerti juga mengenai konsep, flowchart dan sebagainya, maka di bagian berikutnya, yaitu soal bagian B mahasiswa diharapkan mampu menggambarkan yang berhubungan dengan konsep routing, topologi jaringan, arsitektur IPv6, DHCP. Domain isolation dan sebagainya. Sedangkan dibagian C mahasiswa diminta untuk menghitung Subneting.

Walaupun Anda sudah membaca kisi-kisi ini, namun mahasiswa tetap diharapkan membaca semua materi yang sudah diberikan, baik teori maupun praktikum. Selamat membaca dan sukses selalu.

Defragment di Windows 10


DEFRAGBagi pengguna komputer defragmentasi hardisk merupakan hal yang perlu dilakukan. Secara sederhana tujuannya adalah untuk memilihara dan mempercepat kinerja hadisk komputer. Sedangkan defrag hardisk sendiri meripakan salah satu kegiatan maintenance komputer menggunakan suatu fasilitas yang disediakan Windows 10. Diskdefragmenter ini berfungsi untuk mengatur dan memanag isi harddisk agar jumlah file yang ter-fragmentasi di dalamnya menjadi berkurang.

File yang ter-fragmentasi adalah file yang terpisahkan oleh suatu jarak di dalam harddisk, jarak tersebut ada karena pengguna menghapus file di dalam harddisk atau bisa juga sering melakukan proses uninstall aplikasi. Jadi dengan demikian mendefrag adalah adalah menghilangkan jarak antar file-file tersebut agar waktu aksesnya menjadi lebih cepat.

Perlu diketahui untuk proses defrag hard disk yang digunakan harus memiliki ruang kosong minimal 15% agar Disk Defragmenter dapat men-defrag dengan lengkap dan menyeluruh. Jika ruang kosong pada harddisk yang akan di defrag kurang dari 15%, maka Disk Defragmenter hanya akan men-defrag sebagian saja.

Langkah penggunaan

Untuk menggunakan perintah disk defragmenter (mendefrag harddisk)  langkah yang harus Anda lakukan adalah tekan tombol Windows di Keyboard, lalu tekan C. Kemudian Anda ketikkan defragmenter, lalu klik Settings, sehingga tampil seperti gambar di atas. Selanjutnya klik Defragment and optimize your drives. Klik Analyze atau klik Optimize, klik All Programs, lalu Accessories, System Tools dan klik Disk Defragmenter.

Setelah itu segera tampil kotakdialog Defrag, pilih drive yang akan di defrag dan klik Defragment disk. Sebenarnya bagi Anda yang menggunakan Windows 10, bisa memanfaatkan fasilitas yang disediakkannya, yaitu pengaturan atau penjadualan untuk proses defrag ini. Anda bisa mengatur untuk proses defrag sesuai keperluan, misalnya satu bulan sekali, dua bulan sekali dan seterusnya.

Save Location di Windows 10


STORAGEAnda pengguna Windows 10? Jika ya apakah Anda sudah membuka fitur Storage? Ternyata Windows 10 menyediakan fitur yang cukup canggih sebagai media penyimpanan data, yatu Storage.

STORAGE1Dengan fitur ini kita bisa mengatur penyimpanan file sesuai jenis dan kegunaannya. Jika Anda menyimpan file berupa video, maka Anda harus menyimpannya di lokasi yang sesuai, begitu juga dengan file lain seperti file hasil download, file musik, dan sebagainya. Namun tentu untuk memudahkan kita harus diseting terlebih dahulu. Jika menggunakan defaultnya, maka semua berkas file dan sebagainya akan disiman dakam drive C.

STORAGE2Bagaimana mengubah dan menentukan lokasi yang sesuai dengan keinginan kita? Caranya sederhana, pertama Anda klik Start Menu Windows 10. Kemudian klik Settings, lalu klik System. Jendela System segera tampil, lalu Anda klik Storage.

Selanjutrnya Anda bisa menentikan lokasi sesuai dengan keinginan Anda dengan mengklik drive sebagai Save Location sebagai media penyimpanan
file. Klik drive yang dipilih, misalnya D, E, dan sebagainya. Setelah selesai Anda tutup kotak dialog tersebut dan kembali ke halaman sebelumnya.

Setup Windows Server 2016 TP5 Di “Azure”


AZURE-01Apakah Microsoft Azure atau lebih dikenal dengan Windows Azure? Windows Azure adalah platform komputasi awan (cloud computing) dari Microsoft yang menawarkan berbagai layanan SaaS (Software as a Service) untuk membangun aplikasi web yang scalable. Selain digunakan untuk membangun aplikasi, layanan ini juga sekaligus menyediakan platform hosting dengan skema pembayaran ketika resource komputasi digunakan saja (pay as you go).

Di belakang infrastruktur Windows Azure adalah data-data center yang didirikan oleh Microsoft yang tentunya telah berpengalaman dengan infrastruktur layanan web mereka seperti Hotmail, Windows Live, MSN dan Bing. Sehingga dengan Windows Azure ini pengguna bisa memanfaatkan berbagai kecanggihan komputasi modern seperti Hybrid Cloud dimana dengan teknologi ini Public Cloud dan Private Cloud yang diimplementasikan oleh suatu organisasi/perusahaan. Sehingga dengan Hybrid Cloud pengguna bisa memilih proses bisnis mana yang bisa dipindahkan ke Public Cloud dan proses bisnis mana yang tetap berjalan di Private Cloud.

Sebagai contoh, Perusahaan A, menyewa layanan dari Windows Azure (Public Cloud) sebagai “rumah” dipakai untuk aplikasi yang mereka buat, tapi karena peraturan perundang-undangan, data nasabah dari perusahaan A tidak boleh disimpan di pihak ketiga. Karena perusahaan A tersebut taat pada aturan yang ada, data nasabah tetap disimpan di database sendiri (Private Cloud), dan aplikasi akan melakukan koneksi ke database internal.

Windows Server 2016 TP5

Bagaimana masuk dan menjalankan Windows Server 2016 TP5 di Microsoft Azure? Pada dasarnya sama saja seperti membuka e-mail, browsing, chating dan sebagainya. Jadi intinya untuk menjalanan Windows Server 2016 TP5 di atas Windows Azure atau Microsoft Azure pengguna harus memiliki koneksi internet yang baik dan stabil, memiliki e-mail di keluarga Microsoft dan sadah mendaftar serta telah melakukan instalasi Windows Server 2016 TP5 di atas Windows Azure.

AZURE-02Sebelum menjalankan Windows Server 2016 TP5 di Windows Azure, Anda harus masuk atau JOIN telebih dahulu ke Windows Azure. Caranya, ketikkan alamat https://portal.azure.com/ di browser Anda. Selanjutnya jalankan Windows Server 2016 TP5 di Windows Azure dengan menekan tombol Connect di Windows Azure. Setelah itu secara otomatis komputer Anda akan mendownload file aplikasi Terminal Services bernama TESTAJA.RDP. TESTAJA adalah nama VM (Virtual Machine) yang dibuat pada saat mendefisinikan nama mesin di atas Windows Azure (baca: instalasi). File TESTAJA.RDP digunakan untuk meremote Windows Server 2016 TP5 yang ada di Windows Azure atau Microsoft Azure.

Setelah file RDP selesai didownload, untuk menjalankannya klik file tersebut, di layar komputer Anda akan tampil Remote Desktop Connection. Kemudian klik tombol Connect untuk menjalankan aplikasi tersebut. Biarkan proses berjalan sehingga halaman untuk menuliskan User dan Password tampil dihadapaan Anda. Pastikan user dan password yang digunakan sesuai dengan yang digunakan pada saat registrasi dan mengisi form Windows Azure. Untuk memastikan bahwa user dan password Anda tidak salah pilih Use Another Account, lalu ketikkan nama mesin DNS Anda, dalam conth ini adalah testaja.appcloud.net\nama user dan di kolom password ketikkan password Anda, misalnya Abcde1234, klik OK untuk melanjutkan.

Setelah menekan tombol OK, Microsoft atau Windows Azure akan menampilkan tayangan berikutnya. Di tampilan ini sebenarnya pernyataan standar dan umum yang selalu ditampilkan ketika pengguna menggunakan Remote Desktop Conection baik secara lokal maupun menggunakan koneksi menggunakan jarigan internet. Dalam hal ini Anda jawab dengan  menekan tombol Yes. Jika koneksi tidak terputus, maka akan langsung berhadapan dengan Windows Server 2016 TP5 yang ada di Microsoft Cloud.

Windows Server 2016 TP5 yang ada di Micriosft Cloud ini sama dan tidak ada perbedanaan dengan Windows Server 2016 TP5 yang disetup secara konvensional atau on-premies. Jadi dengan menggunakan Wndows Azure adalah salah satu alternatif untuk mencoba Windows Server 2016 TP5 secara online sebelum membeli atau berlanggakan Microsoft Azure.

Kesimpulan

Windows Server 2016 TP5 yang ada di Micrisoft Cloud atau Windows Azure pada dasarnya sama dan tidak ada perbedanaan dengan Windows Server 2016 TP5 yang disetup secara konvensional atau on-premies. Baik fiture, role maupun tamilan desktop Windows Server 2016 TP5 secara keseluruhan. Yang membedakan adalah untuk menjalankan Windows Server 2016 TP5 di Microsoft Azure memerlukan koneksi iternet yang stabil, namun tentu tidak diperlukan hardware berupa server sebagaimana halnya on-premies. Dengan demikian dengan menggunakan Wndows Azure merupakan alternatif untuk mencoba Windows Server 2016 TP5 secara online sebelum membeli atau berlanggakan Microsoft Azure.

Antara Server Core dan Nano Server


 

GB-01Sejak dirilisnya Windows Server 2008 Microsoft sudah menyertakan pilihan instalasi minimal bernama Server Core. Sehingga kemunculannya pada Windows Server seterusnya Server Core sudah tidak aneh lagi. Karena memang sudah dikenal dan banyak digunakan sebagai pilihan server standard.

Untuk menginstalasi Server Core Windows Server 2016 hardware yang digunakan sebenarnya cukup menggunakan komputer server yang ada saat ini, misalnya Xeon generasi pertama, RAM 512, harddisk 10 Gbyte sudah bisa memasang Server Core. Service apa saja yang ada di Server Core? Sebenarnya untuk keperluan sebuah server dalam suatu jaringan baik jaringan komputer besar, menengah ataupun jaringan komputer kecil dengan sudah memenuhi syarat untuk sebuah server modern. Karena service-service standar seperti server DHCP (Dymanic Host Configuration Protocol), DNS (Domain Name System), Print Server, File Server, dan sebagainya sudah bisa dilaksanakan tanpa ada hambatan apapun.

Jika Server Core sudah teredia kenapa Microsoft mengeluarkan teknologi baru bernama Nano Server pada Windows Server 2016TP5 ? Sebenarnya kalau dilihat dari beberapa hal Nano Server hampir sama dengan server core, hanya yang menjadi perbedanaan yang sangat signifikan antara server core dengan nano server adalah dimana Nano Server 20 kali lebih kecil dari Server Core, dengan kemampuan nyaris sama dengan Server Core.

Nano Server adalah bagian penting dari komputasi modern, terutama berkaitan dengan berkembangnya teknologi cloud. Bahkan untuk Microsoft Windows Azure kemugkinan besar ke depan Nano Server akan sangat berperan, terutama bagi mereka yang memiliki koneksi internet tidak terlalu baik. Service apa yang disediakan Nao Server?  Untuk sementara memang masih terbatas pada bebeapa fitur saja, seperti sistem operasi host untuk komputasi awan menggunakan Hyper-V, platform untuk menyebarkan aplikasi berbasis cloud, dan host untuk operasi server file.

Melihat perkembangan saat ini tampaknya perusahaan akan mencoba memanfaatkan dua teknologi yang disiapkan Windows Server 2016 TP5  seperti Nano Server atau Server Core dan tetap menjadi pilihan di Windows Server 2016 TP5 . Namun demikian tentu tidak sedikit perusahaan yang tetap akan memanfaatkan Windows Server 2016 TP5 secara utuh.

Semoba bermanfaat.

ttd_thumb.jpg