Manfaat DHCP Dalam Sebuah Jaringan


8-8Windows (Windows Server, Windows Workgroup) sebenarnya sudah menyediakan fitur DHCP (Dynamic Configuration Protocol). Apakah itu DHCP? DHCP adalah suatu layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP (Internet Protocol) kepada komputer yang memintanya. Komputer server yang memberikan nomor IP kepada yang memintanya disebut DHCP Server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut DHCP Client. Dalam sistem operasi modern seperti Windows Server 2012R2 fitur DHCP merupakan keharusan untuk dimanfaatkan ketika sistem operasi server tersebut diimplementasikan. Dengan memanfaatkan fitur tersebut administrator jaringan tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP (Transfer Control Protocol)/Internet Protocol, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.

Dengan kata lain, kalau kita memanfaatkan DHCP berarti IP Address secara lengkap akan diberikan kepada Client secara otomatis, pemberian IP secara otomatis ini sering juga disebut dengan IP Dinamis. Jadi dengan DHCP IP yang diberikan merupakan IP Dinamic, sedangkan apabila IP diberikan secara manual disebut IP Statis.

Pada saat DHCP client dihidupkan, komputer client tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan IP Address. DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP Server. DHCP Server setelah memberikan nomor IP, server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool. Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut.

Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP Client tersebut dinyatakan selesai dan client tidak memperbaharui permintaan kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP Server, dan server dapat memberikan nomor IP tersebut kepada Client yang membutuhkan. Lama periode dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya. Jangka waktu disebut leased period.

Mungkin kalau komputer yang terkoneksi ke dalam jaringan hanya 5 sampai 10 komputer dengan IP manual pun tidak masalah, dan tidak akan terasa berat. Tetapi ketika komputer yang terhubug ke dalam jaringan sudah ratusan atau bahkan ribuan, maka DHCP sangat dibutuhkan untuk mengurangi kompleksitas konfigurasi IP pada komputer. Bayangkan saja kalau Anda sebagai administrator jaringan dengan 1.000 (seribu) unit komputer client termasuk Gedgat seperti smartphone, laptop dan tentu saja jaringan AdHoc bagi para tamu yang dateng ke kantor Anda. Kalau Anda harus mengisi semua komputer termauk Gadget secara manual satu persatu bisa berabe dan membosankan. Belum lagi kalau ada perubahan konfigurasi missal perubahan IP pada DNS Server atau WINS Server, atau perubahan Gateway, maka jika dilakukan secara manual Anda harus mengubahnya satu persatu. Bahkan kadang-kadang jika dilakukan secar amanual bisa saja tidak berjalan sesuai dengan rencana atau bisa saja satu IP digunakan leh dua atau tiga client, maka jelas akan terjadi IP Conflict, dan untuk mengeceknya juga harus dilakukan secara manual. Merepotkan memang.

Dengan DHCP Server ini proses pengelolaan IP Address, pengaturan Gateway, Subnet mask, DNS server, WINS Server dan sebagainya. Apa saja kelebihan dan kekurangan menggunakan DHCP Server?

  • Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server. DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain.
  • DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang tidal bisa dipakai oleh client yang lain.
  • DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.
  • Menghemat tenaga dan waktu dalam pemberian IP.
  • Mencegah terjadinya IP conflict.

 

Sedangkan kekurangan dari DHCP yaitu Semua pemberian IP bergantung pada DHCP Server, jika server DHCP bermasalah, maka semua komputer tidak akan mendapatkan IP dari Server dan bisa saja jaringan komputer tidak terhubung atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Oleh karena itu DHCP Server harus dijaga dengan baik supaya sistem komputasi di kantor Anda tidak tergangu.

Pengaturan atau untuk mendefinisikan DHCP sebenarnya tidak sulit, hanya tentu saja kita harus mengetahui IP dalam jaringan tersebut termasuk subnet mask yang akan digunakan. Contoh kalau akan menggunakan IP Address Class C, yaitu 192.168.1.1, maka untuk jaringan tersebut Subnet mask standardnya adalah 255.255.255.0, maka untuk IP Address yang harus di berikan kepada seluruh client sebaiknya tidak lebih dari 250 saja. Sebagai contoh misalnya IP Address untuk Domain Control adalah 192.168.1.1, Seubnet mask 255.255.255.0, untuk IP 2 sampai 10 sebagiknya jangan diberkan kepada client karena mungkin suatu saat Anda akan memasang Print Server, Database Server, WiFi, dan sebagainya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s