Mencoba Windows Server 2016 TP5?


gb-01

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ini sangat cepat, bahkan lebih cepat dari perkembangan sumberdaya manusianya sendiri. Pemanfaatkan TIK saat ini sudah menjadi keharusan untuk berbagai pekerjaan mulai dari kedokteran, penelitian, pendidikan, dan sebagainta. Bahkan untuk ndustrai yang IT sudah menjadi keharusan atau strategis, seperti bisnis perbankan, telekomunikasi, manufacture, bisnis online, service provider dan sebagainya semuanya memerlukan perangkat keras dan lunak yang handal dan canggih untuk menunjang Data Center mereka. Bahkan untuk perusahaan tertentu yang TIK hanya sebagai support pun mereka mulai merintis bahwa TIK suatu saat akan menjadi strategis.

Microsoft dengan Windows Server 2016 TP 5 (Techincal Preview 5), menawarkan berbagai solusi untuk meningkatkan kualitas bisnis tersebut. Di mana dengan Windows Server 2016 pengguna tetap bisa memanfaatkan hardware yang ada, seperti CPU Xeon generasi pertama, RAM 512, dengan harddisk 10 Gbyte sudah cukup untuk memasang Server Core Windows Server 2016. Keunggulan lainnya dari Windows Server 2016 TP5 adalah fitur Quality of Services (QoS) dimana Service Level of Agreement (SLA) networking tiap server dapat dijaga sesuai dengan kebutuhan bisnis. Jadi dalam hal ini Windows Server 2016 dapat digunakan untuk semua kalangan mulai dari perusahaan besar, perusahaan sedang bahkan perusahaan kecil. Hal ini dibuktikan degan disediakannya pilihan yang semakin beragam misalnya Server Core dan Nano Server.

Fitur Windows Update tetap disiapkan pada Windows Server 2016 TP5 ini yang gunanya untuk melakukan Automatic Updates, Windows Error Reporting (WER), dan mengikutsertakan dalam Customer Experience Improvement Program. Mengatur Windows Firewall pada server, dan memungkinkan Remote Desktop sehingga dengan demikian server bisa diatur atau dimanage secara remote menggunakan Terminal Services.  Jadi Server Manager merupakan layanan langsung untuk menambah role dan fitur pada Windows Server TP5. Sebenarnya tools Server Manager ini ditargetkan bagi kalangan IT secara umum yang bekerja pada organisasi dengan skala sedang (medium-size). Sedangkan bagi IT Professional yang bekerja pada perusahaan besar bisa juga menggunakan tools lain untuk mengkonfiugrasi server tersebut.

Server Manager merupakan sebuah integrated MMC (Microsoft Management Console) menyediakan sumber untuk memanage server roles dan feature serta untuk memonitoring status sebuah server. Walaupun Windows PowerShell sudah ada sejak Windows Server 2008, namun tentu di Windows Server 2016 Techincal Preview3 kemampuannya semakin ditingkatkan, dengan sebuah command-line shell dan scripting language yang mengandung lebih dari 130 cmdlets ditambah beberapa intuitive scripting language.  PowerShell adalah sebuah tools yang powerfull untuk melakukan administration task di Windows Server 2016 TP5 seperti memanage service, storage, dan PowerShell dapat digunakan untuk server role seperti  Terminal services dan Active Directory Domain Services.

Media Penyimpanan

Windows Server 2016 TP5 mempunyai fitur sharing dan storage management snap-in yang di sediakan file server role untuk membuat dan mengatur volume serta sharing menjadi lebih mudah. Di sini tersedia dua fasilitas, yaitu the provision storage wizard yang merupakan sebuah integrated storage provisioning untuk melakukan task seperti membuat LUN baru, specify LUN type, unmasking LUN, dan membuat formating volume. Wizard juga mensupport berbagai macam protocol seperti Fibre Channel, iSCSI dan SAS sebagai media penyimpan. Kemudian the provision a shared folder wizard sangat berguna dimana menyediakan intergrated file-share provisioning yang akan memudahkan mengkonfigurasi permission, quota, file screen dan settingan lainnya untuk SMB share, serta support NFS shares. Kelebihan ini sangat sesuai dengan kebutuhan corporate, termasuk ISP (Internet Service Provider), perusahaan hosting, UKM, NGO dan perusahaan berskala menengah ke bawah.

Perlu diketahui bahwa dngan fasilitas integrated support untuk Microsoft Multipath IO (MPIO) ini mampu menonaktifkan software dan hardware vendor untuk mendevelop multipathing solutions yang akan berkerja secara efektif menggunakan Windows Server 2016 TP5, dan suplai hardware dari vendor. Hal lain yang sangat menarik adalah built-in iSCSI initiator akan membuat pengguna mampu mengkonfigurasi target iSCSI storage device, plug server dan storage device ke Gigabit ehternet switch, maka dengan demikian anda mendapatkan high-speed block storage over IP.

Kesimpulan

Walaupun Windows Server 2016 TP5 masih pada tahap uji coba, namun dapat dipastikan sistem ini masih bisa dipasang atau diinstalasi di server dengan spesifikasi standard yang digunakan saat ini. Bahkan untuk perusahaan menengah atau UKM, Micrfosoft menyediakan pilihan server core atau nano server. Jadi bagi Anda yang saat ini masih menggunakan sistem operasi Windows Server 2003, 2008 tetapi sudah 64 bit masih memungkinkan memasang Windows Server 2016 TP5. Bahkan bagi perusahaan yang saat ini sudah menggunakan Windows Server 2008R2, 2012 atau 2012R2 dapat dipastikan untuk migrasi Windows Server 2016 tidak akan mengalami kesulitan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s