Amankan Komputer Anda dari Virus “Ransomware”


Beberapa hari berlakangan ini masyarakat di Indonesia, terutama yang kesehariannya menggunakan komputer baik berbasis Windows maupun jenis lain merasa kenyamanannya terganggu dengan hadirnya malware “ransomware”.

Hadirnya VirusRansomware” ternyata bikin heboh dan sudah ada beberapa lembaga menjadi korban. Untuk mencegah menyebarnya virus tersebut perlu dilakukan pencegahan yang komprehensip dan menyeluruh. Artinya tidak hanya server dan komputer tertentu saja yang harus diamankan, melainkan semua komputer yang terkoneksi kejaringan initernet.

Apa yang harus Anda lakukan? Minimal sistem operasi yang pertama kali harus diamankan. Kemudian aplikasi yang sering dan banyak digunakan misalnya Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsof PowerPoint san sebagainya.

Mengamankan Sistem Operasi

Jika di kantor Anda sudah menggunakan server, maka sistem yang ada di server tersebut yang pertama kali harus diamankan, misalnya Windows Server 2003, Windows Server 2003R2. Namaun kelihatannya belum ada informasi yang detail serta akurat berkaitan dengan sistem operasi Windows Server 2008, 2008R2, Windows Server 2012 atau Windows Server 2012R2, dan Windows Server 2016. Setelah itu baru ke sistem-sistem lain, seperti Windows XP, Wndows 7, Windows 8, dan sebagainya. Namun demikian tetap saja kita harus waspada dan tetap harus melakukan update dan patching supaya sistem operasi yang Anda gunakan tetap sehat, data tetap aman dan berinternet tetap nyaman dan stabil.

Bagi pengguna Windows yang sudah memasang atau mengaktifkan Windows Defender, Microsoft Security Essential dansebaginya yag harus diupdate setiap saat. Kalau Anda menggunakan antivirus tetapi tidak diupdate percuma saja.

Selanutya untuk mengamanan sistem operasi Windows Anda pastikan selalu mengupdate sistem Anda. Karena saat ini sudah rameai dan sudah menyebar virus ransomware, maka Anda harus melakukan patching, alamat yang bisa Anda kunjungi adalah https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspx.

Untuk Windows langkah yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  • Klik Control Panel
  • Kemudian pilih dan klik Windows Firewall

CONTROL-01

  • Klik Advance Settings

CONTROL-02

  • Klik Inbound Roles
  • Klik New Roles

CONTROL-03

  • Klik Port
  • Klik Next
  • Ketikkan di port 139, 445, 3389

CONTROL-04

  • Klik Next

CONTROL-05

  • Kik Block the Connetion
  • Klik Next

CONTROL-06

CONTROL-07

  • Berinama, misalya Virus Ransomware

Selain itu, Anda jangan menguktifkan file sharing karena ini virus akan menyebar melalui file sharing tersebut. Jika sudah diaktifkan Anda nonaktifkan dengan cara:

  • Klik Control Panel
  • Klik Nerwork and Sharing Center

SHARING

  • Klik Change Advanced sharing settings
  • Non akktifkan semua yang berkaitan dengan file Sharing
  • Klik Save changes untuk menyimpan ketentuan setting Anda.

Atau Anda bisa juga menonaktifkan fitur SMB yang ada di Windows. Caranya sebagai berikut:

  • Masuk ke Control Panel
  • Pilih dan Klik Programs and Features

SHARING1-1

  • Klik Turn Windows feature on or off

SHARING1-2

  • Klik untuk menghilangkan tanda centang di pilihan SMB 1.0/CIFS File Sharing Support
  • Klik OK untuk menutup kotak dialog tersebut.

Dengan demikian untuk sementara dari sisi sistem operasi sudah aman.

Mengamankan Aplikasi

Selanjutnya Anda harus mengamankan aplikasi yang kemungkinan sering digunakan seperti Microsoft Word atau Microsoft Excel. Untuk keluarga Office prosedur atau cara untuk menonaktifkan Macro caranya sama saja.

  • Jalankan Microsoft Word atau Excel
  • Kik Menu File

word-01

  • Klik Option
  • Klik Trust Center

word-02

Klik Trust Center Settings

word-03

Klik Disable all macros without nitification

Klik OK untuk menutup kotak dialog tersebut.

Dengan beberapa langah tersebut aplikasi Word, Excel dan yang lainnya akan aman. Namun tentu saja Anda juga harus melakukan settings bagi semua aplikasi lainnya seperti Excel, Outlook, PowerPoint dan sebagainya.

Advertisements

Gunakan Windows Profesional atau Enterprise


shortcutApakah Windows yang digunakan saat ini masih Windows Home Edition (Basic atau Premium), atau sudah menggunakan Windows Professional, Ultimate, atau Enterprise? Memang kalau Anda masih menggunakan keluarga Windows 7 mungkin ada yang Professional, ada yang masih menggunakan Home Premium, Home Basic, atau yang Ultimate. Sedangkan bagi mereka yang sudah migrasi ke Windows 8 atau 8.1 mungkin sudah memilih Windows 8 atau 8.1 Professional atau bisa juga memilih Enterprise bagi perusahaan.

Tentukan pilihan

5-1Menentukan pilihan sistem operasi ini memang sangat sulit, terutama bagi mereka yang tidak memiliki atau komputernya tidak join ke domain control atau ADDS (Active Directory Domain Services). Namun tentu saja bagi mereka yang di kantornya sudah menggunakan Windows Server 2008, 2008R2, 2012 atau Windows Server 2012R2 mungkin untuk workstationnya wajib menggunakan Windows 7 Professional atau Ultimate atau kalau sudah migrasi ke Windows 8, atau 8.1 maka pastikan sistem operasi yang digunakan harus menggunakan Windows Professional atau Enterprise. Kenapa demikian? Karena berkaitan dengan server, dan tidak semua Windows yang terpasang di desktop atau laptop Anda bisa join ke domain, sebagai contoh kalau Anda menggunakan Windows 7 Home Basis atau Home Premium, maka dapat dipastikan komputer atau laptop Anda tidak bisa join ke domain.

Kenapa harus join ke domain? Banyak hal yang bisa kita dapatkan ketika komputer yang digunakan tersambung atau terhubung ke server DC atau ADDS. Dalam server tersebut akan diatur semua kebutuhan client atau user, mulai dari pengaturan keamanan, pengaturan drive, profile, dan seterusnya. Dalam Server banyak fasilitas yang bisa digunakan untuk keperluan yang berkaitan dengan jaringan LAN atau WAN. Untuk keamanan ada yang namanya local security policy, group policy, dan lain-lain. Hal lain yang juga sangat penting yaitu pembagian media penyimpanan. Dengan Windows Server kita bisa memanfaatkan DFS (Distribute File System), memanfaatkan file sharing, print server, dan sebagainya.

Coba kalau jaringan di kantor Anda hanya menggunakan Windows Workstation saja, Anda hanya bisa memanfaatkan folder sharing, printer sharing, dan sebagainya. Dari segi keamanan jelas akan sangat berpengaruh dan jauh berbeda.

  • bersambung

Pentingnya Menggunakan Disk Defragment Secara Rutin


def-1Beberapa waktu lalu saya pernah menjelaskan mengenai beberapa fitur yang ada di Windows 8, salah saunya adalah disk defragmeter. Disk defragmenter pnting untuk dilaksanakan secara berkala untuk menjaga stabilitas harddisk yang Anda gunakan.

Pengertian

Bagi pengguna komputer defragmentasi hardisk merupakan hal yang perlu dilakukan. Secara sederhana tujuannya adalah untuk memilihara dan mempercepat kinerja hadisk komputer. Sedangkan defrag hardisk sendiri meripakan salah satu kegiatan maintenance komputer menggunakan suatu fasilitas yang disediakan Windows 8. Diskdefragmenter ini berfungsi untuk mengatur dan memanag isi harddisk agar jumlah file yang ter-fragmentasi di dalamnya menjadi berkurang.

def-2File yang ter-fragmentasi adalah file yang terpisahkan oleh suatu jarak di dalam harddisk, jarak tersebut ada karena pengguna menghapus file di dalam harddisk atau bisa juga sering melakukan proses uninstall aplikasi. Jadi dengan demikian mendefrag adalah adalah menghilangkan jarak antar file-file tersebut agar waktu aksesnya menjadi lebih cepat.

Perlu diketahui untuk proses defrag hard disk yang digunakan harus memiliki ruang kosong minimal 15% agar Disk Defragmenter dapat men-defrag dengan lengkap dan menyeluruh. Jika ruang kosong pada harddisk yang akan di defrag kurang dari 15%, maka Disk Defragmenter hanya akan men-defrag sebagian saja.

Langkah penggunaan

Untuk menggunakan perintah disk defragmenter (mendefrag harddisk) langkah yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  • Tekan tombol Windows di Keyboard, lalu tekan C.
  • Ketikkan defragmenter, lalu klik Settings, sehingga tampil seperti gambar di atas.
  • Klik Defragment and optimize your drives. Setelah itu akan tampil seperti gambar di atas.
  • Klik Analyze atau klik Optimize klik All Programs
  • Lalu Accessories, System Tools dan klik Disk Defragmenter.
  • Setelah itu segera tampil kotakdialog Defrag, pilih drive yang akan di defrag dan klik Defragment disk. Sebenarnya bagi Anda yang menggunakan Windows 8, bisa memanfaatkan fasilitas yang disediakkannya, yaitu pengaturan atau penjadualan untuk proses defrag ini. Anda bisa mengatur untuk proses defrag sesuai keperluan, misalnya satu bulan sekali, dua bulan sekali dan seterusnya.

Mudah-mudahan tulisan sederhana ini ada manfaatnya.

Dualboot di Windows 8


Kadang-kadang di komputer yang digunakan perlu dipasang beberapa sistem operasi. Terutama kalau komputer yang digunakan masih 32 bit dan kita tidak menggunakan mesin virtual. Sebenarnya ada fitur Hyver-V di Windows 8, namun hanya ada yang di 64 bit. Karena komputer yang digunakan masih 32 bit, maka otomatis fitur Hyver-V tersebut tidak bisa. Maka ketika akan memasang Windows Server 2008 32 bit, terpaksa harus dualboot. Dan ketika selesai proses instalasi, di komputer kita ada dua pilihan, yaitu pilihan menggunakan Windows 8 dan Windows Server 2008.

Kemudian suatu hari Anda memerlukan space atau ruangan di hardik dengan space yang besar, solusinya tidak ada cara lain selain menghapus Windows Server 2008. Karena tujuannya ingin mengosogkan hardisk di komputer Laptop Anda, tanpa pikir panjang langsung harddisk atau partisi D tersebut diformat dan hasilnya harddisk kosong, dan dengan demikian data bisa disimpan di harddisk tersebut. Dengan cara ini tidak masalah dan partisi tersebut tetap bisa digunakan untuk menyimpan data.

Keetika komputer di booting, pilihan Windows Server 2008 masih ada, dan kayaknya sangat mengganggu tampilan tersebut. Dan Anda ingin agar komputer langsung menuju Windows 8. Kalau sudah begini bagaimana solusinya? Caranya tidak sulit sebenarnya, cukup mengetikan ketikkan sysdm.cpl dari command. Atau bisa juga dengan kenekan kombinasi tombol Windows dan R secara bersamaan. Setelah jendela RUN tampil, Anda langsung ketikkan SYSDM.CPL diikuti degan menekan tombol Enter.

clip_image002

Setelah itu akan tampil kotak dialog System Properties. Selanjutnya Anda klik tab Advanced, dan pilih Setting di kelompok System Startup, system failure, and debugging information. Setelah menekan tombol Setting, komputer Windows 8 Anda akan menampilkan kotak dialog Startup and Recovery.

clip_image004

clip_image006

Pada pilihan System startup terlihat Default operating system, disini Anda pilih Windows 8 dengan menekan tombol dropdown. Klik OK, dan klik OK sekali lagi untuk menutup kotak dialog tersebut. Dengan beberapa langkah tersebut komputer Anda akan booting menggunakan Windows 8 lagi sebagaimana yang kita inginkan.

Meningkatkan Kinerja Windows 8 dengan VM


Sebenarnya fitur Virtual Memory (VM) sudah diperkenalkan di Windows versi sebelumnya. Manfaat dan kegunaannyapun juga relatif sama, yaitu untuk meningkatkan performa atau kinerja windows 8. Dengan kata lain dengan memanfaatkan fitur ini di Windows 8 yang terpasang di komputer Anda akan semakin meningkat performanya.

VM-01

Virtual memory adalah memori tambahan yang dapat diambil dari ruang kosong (free space) yang ada di hardisk. Windows menyediakan fasilitas ini untuk menunjang atau meningkatkan performa komputer Anda. Secara default Microsoft Windows 8 akan mengalokasikan ruang kosong di hardisk sesuai dengan batas minimum kebutuhan Windows 8, tetapi dengan pengaturan secara manual, kita bisa menambah ruang VM (Virtual memory) komputer kita. Virtual Memory ini akan digunakan oleh Windows 8 secara otomatis jika memori fisik telah terpakai penuh oleh aplikasi-aplikasi yang jalan di atas Microsoft Windows 8.

Setting VM

Bagaimanay setting VM di Windows 8? Sebenarnya untuk setting VM di Windows 8 ataupun di Windows 7 pada prinsipnya sama saja. Untuk jelasnya, lagkah-langkah setting Virtual Memory di Windows 8 adalah sebagai berikut:

  • Setelah berada di area Windows 8, kemudian Anda klik tombol Windows Explorer, lalu klik kanan tepat pada Computer, setelah menu Popup tampil Anda klik Properties. Jendela Computer Properties segera tampil.
  • Pilih Advanced system settings, dan klik tab Advanced, lalu pilih tombol Settings dibawah pilihan Performance. Setelah itu kotak dialog Performance segera tampil, kemudian klik tab Advanced, lalu pada kotak dialog Performance Option dibawah Virtual Memory klik tombol Change.
  • Pada kotak dialog tersebut terlihat “Automatically manage paging file size for all drives” Anda klik untuk menghilangkan tanda centang pada pilihan tersebut. Selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengklik pada pilihan Custom size, lalu isi bagian initial size (MB), misalnya Anda isi 1000 (dalam hal ini sebaiknya disesuaikan dengan space kosong di hardisk Anda). Kemudian Anda isi juga pada bagian maximum size (MB), misalnya 2000 (ini juga sebaiknya disesuaikan dengan kapasitas space kosong di hardisk anda)
  • Klik tombol Set untuk menyimpan konfigurasi tersebut dan untuk mengakhirinya klik OK. Pada Anda komputer meminta menkan tomnbol OK untuk Restart komputer, Anda klik tombol OK. Sampai komputer menyatakan siap untuk melakukan Restart komputer Anda.
  • Perlu diketahui bahwa pengaturan virtual memory ini hanya bermanfaat jika kapasitas memory telah penuh digunakan oleh berbagai aplikasi yang sedang berjalan di komputer

PC Jalannya Lambat?


Komputer berjalan lambat adalah masalah klasik yang sering terjadi, masalah yang sangat menyebalkan. Apa yang bisa kita lakukan ketika computer berjalan lambat? Langkah apa yang bisa dilakukan? Sebelum dibawa ke tempat service ada baiknya kita mengenali dulu penyebab umum computer berjalan lambat. Di bawah ini adalah penyebab umum yang sering mengakibatkan PC berjalan lambat, di luar kerusakan yang disebabkan virus computer dan kekurangan spesifikasi hardware (RAM dan Processor).

A. Sisa Ruang Kosong Pada Harddisk Kurang

Idealnya sisa ruang kosong pada harddisk adalah 15% dari total ruang harddisk yang kita punya tetapi bisa juga dipakai acuan lain, misalnya Windows 7 sekitar 2Gb sampai dengan 5Gb. Kenapa sisa ruang kosong pada harddisk sangat perlu? karena ruang kosong ini digunakan oleh system operasi untuk menjalankan file system yang memungkinkan ukuran file tiba-tiba membengkak ukurannya. Sehingga ketika system memerlukan ruang kosong yang besar tetapi sisa ruang kosong yang tersedia sedikit, maka terjadilah gangguan proses yang menyebabkan computer berjalan lambat.

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mensiasati masalah ini, di bawah ini hal-hal yang bisa dilakukan untuk menambah ruang kosong pada harddisk.

Hapus Internet Temporary

Pada saat kita berselancar di dunia maya (browsing) ada file-file yang disimpan secara otomatis oleh system, yang tujuan utamanya adalah untuk mempercepat proses ketika kita kembali lagi ke website yang pernah kita kunjungi. Hal ini yang menyebabkan menumpuknya file-file yang sebenarnya tidak perlu pada harddisk.

Langkah yang bisa kita ambil, hapus langsung dari folder temporarynya (akan dibahas di bagian menghapus Temporary Windows) atau hapus lewat aplikasi browsing yang kita punya (Internet Explorer, Mozilla, Safari, Opera dan lainya). Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menghapus file temporary dari browsernya itu sendiri, ambil contoh untuk Internet Explorer.

Kosongkan Recycle Bin

Banyak orang beranggapan bahwa setelah menghapus file maka file itu hilang dari harddisk, anggapan yang salah karena file yang dihapus tidak sepenuhnya hilang dari harddisk, file yang dihapus akan disimpan dulu dipenampungan yang bernama Recycle Bin, hal ini bertujuan menjaga apabila salah hapus atau menjaga bila sewaktu-waktu file itu diperlukan kembali. File yang dihapus tapi belum dihilangkan dari recycle bin tetap akan di anggap masih berada di harddisk dan tidak akan mengurangi ruang harddisk. Cara untuk menghilangkan file dari recycle bin adalah dengan,

B. Hapus File Yang Tidak Berguna

Adakalanya kita mempunyai file-file yang berukuran besar tapi jarang kita gunakan. Contoh file-file lagu (MP3, MP4 dan lain-lain), hapus atau pindahkan ke device external (harddisk external atau CD/DVD). Hal ini untuk mengurangi beban ruang pada harddisk.

C. Hapus Aplikasi/Program Yang Tidak Terpakai

Yang baru mempunyai PC biasanya kepingin semua aplikasi di install, padahal ini tidak semua berguna, malah mengganggu kinerja computer yang menyebabkan computer berjalan lambat. Karena secara teori aplikasi atau program yang kita install mempunyai file yang ditempatkan pada system service yang dijalankan ketika computer dinyalakan. Hal ini tentu saja butuh RAM dan processor. Hapuslah program/aplikasi yang tidak diperlukan. Ada 2 jalan untuk menghapus/uninstall aplikasi, melalui menu uninstall atau dari add/remove program di control panel.

D. Update System Operasi (Service Pack)

Untuk yang memakai system operasi Windows mungkin tidak terlalu asing dengan yang istilah Service Pack biasa disingkat menjadi SP. Service Pack adalah kumpulan perbaikan yang dikeluarkan oleh produsen system operasi (khususnya Microsoft), untuk menambal kekurangan/celah yang memudahkan virus untuk masuk atau bisa juga untuk menambah kinerja system operasi untuk mendukung aplikasi, misalkan untuk memakai Office 2010 memerlukan Windows Service Pack 3 pada Windows 8 dan 8.1 . SP ini biasanya berseri seperti SP1, SP2, SP3 dan seterusnya disesuaikan dengan kebutuhan.

Untuk kebutuhan ini bisa download langsung dari website Microsoft. Manfaat SP selain yang disebutkan di atas, bisa juga berisi fitur-fitur baru untuk system operasi yang tidak terdapat pada SP versi sebelumnya.

E. Processor Kepanasan

Processor terlalu panas, ini adalah masalah yang jarang kita perhatikan. Padahal masalah processor ini sangat besar pengaruhnya terhadap kinerja computer, karena dari sinilah segala bentuk proses bermuara. Jadi secara logika, jika muaranya bermasalah maka akan bermasalah kemana-mana, bahkan untuk computer server biasanya sudah di program apabila mencapai suhu tertentu maka akan shutdown/mati secara otomatis.

Bersihkanlah motherboard khususnya daerah processor secara berkala, singkirkan debu-debu atau benda-benda lain yang tidak ada hubunganya dengan kebutuhan PC.

Monitoring suhu computer, khususnya processor dengan menginstall aplikasi untuk melihat suhu PC. Banyak freeware (software gratis) yang bisa didownload di internet untuk kebutuhan ini, seperti contoh di bawah memakai PC Wizard 2010 untuk melihat seberapa panas processor.

Maksimum panas yang diperbolehkan tergantung pada jenis processor yang dipakai, ukuran panas untuk merk processor Intel belum tentu panas menurut ukuran merk processor AMD. Untuk lebih jelasnya tentu harus mengacu pada buku manual masing-masing processor, karena untuk satu merk saja kadang-kadang bisa berbeda.

F. System Operasi Dan Registry Bermasalah

Untuk masalah computer berjalan sangat lambat bisa disebabkan karena ada beberapa file system yang bermasalah. Untuk jalan keluarya bisa lihat Bagian I tentang Restore System.

Langkah lain yang bisa diambil sebelum melakukan install ulang adalah clear registry, sebenarnya untuk langkah clear registry tidak dianjurkan tetapi apabila semua langkah telah dilakukan tetapi computer masih saja berjalan lambat, inilah jurus terakhir sebelum memutuskan untuk install ulang system operasi.

Biasanya registry terus berkembang sejalan dengan pertumbuhan system operasi, hal ini menyebabkan menumpuknya registry lama yang tidak terpakai. Dengan menumpuknya registry yang tidak terpakai menyebabkan registry menjadi berantakan, hal ini tentu saja kan menurunkan kinerja computer, bahkan bukan hanya system operasi yang bermasalah tetapi sering berimbas ke aplikasi yang kita pakai.

Dengan mempergunakan program pembersih registry diharapkan bisa menemukan registry yang sudah tidak terpakai dan memperbaiki registry yang salah, dengan begitu system operasi akan berjalan lebih cepat dan bebas masalah.

Program pembersih registry banyak yang gratis, pilihlah yang menurut anda bisa dipercaya. Ikuti petunjuknya dengan benar.

G. Hardware Bermasalah

Secara umum hardware yang paling berpengaruh terhadap kecepatan adalah RAM, Processor dan Harrdisk. Kalau berbicara mengenai RAM dan Processor, lihat Bagian II buku ini.

Pada dasarnya RAM dan Processor harus seimbang, banyak orang salah mengerti mengenai hal ini. Banyak orang upgrade RAM tanpa dibarengi upgrade processor, mereka berfikir dengan hanya upgrade RAM maka PC akan berjalan cepat. Padahal tidak, dua-duanya harus seimbang.

Keberadaan hardwareI harus menjadi pertimbangan ketika akan menginstall system operasi atau aplikasi, karena biasanya system operasi dan aplikasi mempunyai spesifikasi atau standard hardware minimum yang harus ada. Jangan sekali-kali memaksakan bila kita hanya mempunyai hardware minimum. Misalkan hardware kita hanya bagus untuk Windows 8 dan 8.1 tetapi karena mau mengikuti perkembangan memutuskan untuk mengganti ke Windows 7, padahal hardware yang ada hanya mencukupi standard minimum. Ini salah satu langkah yang salah.

Profile Hilang di Wndows 8.1


Anak saya, kebetulan lagi banyak tugas. Tiba-tiba komputernya nggak bisa digunakan, passwordnya tidak bisa digunakan. Kemudian dicoba menggunakan Safe Mode, ternyata bisa. Lagi passwordnya diubah dan berhasil. Namun ketika dicoba masuk menggunakan password tersebut tetap tidak bisa masuk dan pesannya profile bermasalah.

Akhirnya saya coba dengan memanfaatkan fitur Restore. Dan setelah menjalankan perintah Restore, tampil tanggal terakhir digunakan. Akhirnya saya coba restore dari tanggal terakhir digunakan tersebut, dan komputer melakukan proses, setelah boot, saya masuk menggunakan user dan password yang sebelumnya, akhirnya bisa.

image

Setelah Anda menggunakan perintah Restore dan akan tampil seperti gambar di atas Anda ikuti saja semua petunjuk yang ditampilkan program. Untuk menemukan perintah ini ada di bawah Accessories kalau Anda menggunakan Windows 7, atau di bawah Control Panel kika Anda menggunakan Windows 8 aau 8.1.

Jadi, perntah Restore perlu diperhatikan dan sangat berguna ketika komputer kita mengalami masalah seperti ini. Mudah-mudahan bermanfaat.