Amankan Komputer Anda dari Virus “Ransomware”


Beberapa hari berlakangan ini masyarakat di Indonesia, terutama yang kesehariannya menggunakan komputer baik berbasis Windows maupun jenis lain merasa kenyamanannya terganggu dengan hadirnya malware “ransomware”.

Hadirnya VirusRansomware” ternyata bikin heboh dan sudah ada beberapa lembaga menjadi korban. Untuk mencegah menyebarnya virus tersebut perlu dilakukan pencegahan yang komprehensip dan menyeluruh. Artinya tidak hanya server dan komputer tertentu saja yang harus diamankan, melainkan semua komputer yang terkoneksi kejaringan initernet.

Apa yang harus Anda lakukan? Minimal sistem operasi yang pertama kali harus diamankan. Kemudian aplikasi yang sering dan banyak digunakan misalnya Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsof PowerPoint san sebagainya.

Mengamankan Sistem Operasi

Jika di kantor Anda sudah menggunakan server, maka sistem yang ada di server tersebut yang pertama kali harus diamankan, misalnya Windows Server 2003, Windows Server 2003R2. Namaun kelihatannya belum ada informasi yang detail serta akurat berkaitan dengan sistem operasi Windows Server 2008, 2008R2, Windows Server 2012 atau Windows Server 2012R2, dan Windows Server 2016. Setelah itu baru ke sistem-sistem lain, seperti Windows XP, Wndows 7, Windows 8, dan sebagainya. Namun demikian tetap saja kita harus waspada dan tetap harus melakukan update dan patching supaya sistem operasi yang Anda gunakan tetap sehat, data tetap aman dan berinternet tetap nyaman dan stabil.

Bagi pengguna Windows yang sudah memasang atau mengaktifkan Windows Defender, Microsoft Security Essential dansebaginya yag harus diupdate setiap saat. Kalau Anda menggunakan antivirus tetapi tidak diupdate percuma saja.

Selanutya untuk mengamanan sistem operasi Windows Anda pastikan selalu mengupdate sistem Anda. Karena saat ini sudah rameai dan sudah menyebar virus ransomware, maka Anda harus melakukan patching, alamat yang bisa Anda kunjungi adalah https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspx.

Untuk Windows langkah yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  • Klik Control Panel
  • Kemudian pilih dan klik Windows Firewall

CONTROL-01

  • Klik Advance Settings

CONTROL-02

  • Klik Inbound Roles
  • Klik New Roles

CONTROL-03

  • Klik Port
  • Klik Next
  • Ketikkan di port 139, 445, 3389

CONTROL-04

  • Klik Next

CONTROL-05

  • Kik Block the Connetion
  • Klik Next

CONTROL-06

CONTROL-07

  • Berinama, misalya Virus Ransomware

Selain itu, Anda jangan menguktifkan file sharing karena ini virus akan menyebar melalui file sharing tersebut. Jika sudah diaktifkan Anda nonaktifkan dengan cara:

  • Klik Control Panel
  • Klik Nerwork and Sharing Center

SHARING

  • Klik Change Advanced sharing settings
  • Non akktifkan semua yang berkaitan dengan file Sharing
  • Klik Save changes untuk menyimpan ketentuan setting Anda.

Atau Anda bisa juga menonaktifkan fitur SMB yang ada di Windows. Caranya sebagai berikut:

  • Masuk ke Control Panel
  • Pilih dan Klik Programs and Features

SHARING1-1

  • Klik Turn Windows feature on or off

SHARING1-2

  • Klik untuk menghilangkan tanda centang di pilihan SMB 1.0/CIFS File Sharing Support
  • Klik OK untuk menutup kotak dialog tersebut.

Dengan demikian untuk sementara dari sisi sistem operasi sudah aman.

Mengamankan Aplikasi

Selanjutnya Anda harus mengamankan aplikasi yang kemungkinan sering digunakan seperti Microsoft Word atau Microsoft Excel. Untuk keluarga Office prosedur atau cara untuk menonaktifkan Macro caranya sama saja.

  • Jalankan Microsoft Word atau Excel
  • Kik Menu File

word-01

  • Klik Option
  • Klik Trust Center

word-02

Klik Trust Center Settings

word-03

Klik Disable all macros without nitification

Klik OK untuk menutup kotak dialog tersebut.

Dengan beberapa langah tersebut aplikasi Word, Excel dan yang lainnya akan aman. Namun tentu saja Anda juga harus melakukan settings bagi semua aplikasi lainnya seperti Excel, Outlook, PowerPoint dan sebagainya.

Enable/Disable USB di Windows 8.1


REGISTRY-01Ketika kita seminar, atau bekerja dan lain-lain pekerjaan mengcopy data dari Flash disk adalah hal yang biasa dan sering dilakukan. Namun, hal ini bisa saja menjengkelkan ketika ada Flas disk yang dicopy mengandung banyak virus dan membuat komputer kita tidak bekerja maksimal, bahkan hang. Kalau diketahui mungkin tidak terlalu masalah, namun adakalanya  orang mengcopy data dengan flasdisk tanpa sepengetahuan kita, ini yang membuat kita cilaka.

Bagaimana mengatasinya? Banyak cara untuk hal ini, salah satunya adalah mendesable Port USB yang ada di lapotp kita. Sebenarnya ada juga cara lain, misalnya dengan memasang adalah satu fitur yang disiapin Windows 8.1, misalnya BitLocker. Tapi ini tidak menjamn kalau teman Anda makas ingin mengcopy data. Cara yang paling radikal dan aman adalah dengan mendesable USB tersebut melalui Registry. Sebenarnya tidak hanya USB Flasdisk saja yang bisa di blok, semua Port seperti USB Keyboard, mouse, printer Port dan sebagainya bisa diblock.

Many users also block the USB port on laptop or system to protect valuable data on your system. You can also disable all USB port through simple registry setting. But, this doesn’t block block USB mouse, or USB keyboard or USB Printer Port.

Langkah yang harus dilakukan untuk menDisable USB port di Windows 8.1 adalah sebagai berikut:

  • Tekan kombinasi tombol Windows dan C untuk menampilkan charm bar, lalu pilih Search
  • Ketikkan regedit, setelah itu segera tampil Registry Editor
  • Klik tepat pada HKEY_LOCAL_MACHINE dan klik dua kali SYSTEM
  • Selanjutnya Anda klik dua kali CurrentControlSet, lalu klik dua kali Services.
  • Selanjutnya Anda klik dua kali USBTOR
  • Pindahkan pointer ke kolom sebelah kanan dan cari Start, lalu klik dua kali START. Setelah menekan start, Windows akan menampilkan kotak dialog Edit DWORD (32-bit) Valiue
  • Klik di kolom Value data, kemudian Anda ubah angka 3 menjadi 4 pada pilihan Hexadecimal. Klik OK untuk menutup kotak dialog tersebut. Dengan demikian Anda sudah bisa memblock port USB yang ada di komputer Window 8.1 Anda.  Bagaimana mengembalikannya? Dengan cara yang Anda ubah kembali dari 4 menjdi 3 seperti sebelumnya.

Refresh Your PC Di Windows 8.1


REF-01Windows 8.1 meneyediakan banyak fitur yang luar biasa bagusnya. Dalam tulisan ini akan dijelaskan penggunaan fitur bernama Refresh Yiur PC. Fitur-fitur ini sangat berguna terutama bagi Anda sudah terbiasa mencoba aplikasi, sistem operasi dan lain-lain di komputer Anda.

Refresh Your PC

Refresh Your PC yang disediakan Windows 8.1 akan melakukan instalasi ulang Windows dengan tetap mempertahankan data, aplikasi Metro Style, dan setting penting lainnya. Disamping itu, Anda juga tidak akan direpotkan dengan memback-up data, dan lain sebagainya. Dalam hal ini Anda cukup menjalankan Refresh Your PC, maka secara otomatis Windows 8.1 akan memandai data, aplikasi, dan setting lain yang ada di Windows 8.1 tersebut dan selanjutnya akan memindahkannya ke bagian lain dari harddisk dan partisi yang sama.

REF-02Ketika proses tersebut selesai, data-data akan dikembalikan lagi dan komputer kembali normal seperti semula. Perlu diketahui bahwa dengan memanfaatkan fitur tersebut tidak semua aplikasi yang terpasang di komputer akan kembali normal melainkan hanya beberapa aplikasi sja. Jadi dalam hal ini proses Refresh Your PC hanya mengembalikan aplikasi Metro Style, namun tidak semua aplikasi bisa dikembalikan secara utuh. Sebagai gantinya Microsoft Windows 8.1 akan menampilkan aplikasi yang tidak diikutkan dalam proses tersebut dalam sebuah file HTML di desktop, sehingga pengguna bisa mengetahui aplikasi apa yang harus diinstalasi ulang.

Untuk menggunakan fitur Refresh Your PC Affecting Your Files Anda harus hati-hati. Karena jika tidak mengerti maksud dan tujuan menggunakan fitur tersebut bisa fatal akibatnya. Misalnya Anda menggunakan perintah Refresh Your PC Affecting Your Files tersebut, kemudian mengikuti perintah yang ada, yaitu hanya ada dua pilihan yang ada Next dan Cancel. Jika menggunakan pilihan Next, berarti proses dilanjutkan, dan apabila Anda menggunakan pilihan Cancel berarti batal.

Apa manfaat dari Refresh Your PC Affecting Your Files? Sebenaranyamanfaat dari fitur tersebut cukup baik, terutama berkaitan dengan pilihan untuk menyegarkan dan meningkatkan kinerja sistem yang sudah sedikit lambat.

Sebenarnya selain kekurangtahuan masyarakat tentang hardware, sehingga berakibat tidak maksimalnya sistem dan aplikasi yang digunakan. Lambatnya sebuah kompter atau laptop yang kita gunakan bisa juga diakibatkan terlampau penuh atau data dan sistemnya tidak sesuai lagi, maka yang harus Anda lakukan cukup sederhana. Misalnya dengan defrag, data dan sistem bisa terurut kembali, sehingga sistem dan kecepatan komputer Windows 8.1 akan normal kembali. Hanya saja apabila kita tidak mengetahui dengan baik bisa berakibat fatal sistem dan aplikasi di komputer Anda bisa berantakan.

 Lagkah yang diperlukan

REF-03Bagaimana menggunakan fitur tersebut? Caranya mudah saja. Karena Windows 8.1 diciptakan bagi para pemakai mulai dari yang baru tahu sampai yang sudah sangat menegetahui. Terus langkahnya bagaimana? Untuk jelasnya berikut ini akan dijelaskan bagaimana menggunakan fitur Refresh Your PC Affecting Your Files tersebut.

Dari tampilan metro style tekan tombol Windows dan C secara bersamaan. Setelah itu klik Settings, dan klik dua kali Change PC Setting. Tampilan PC Settings segera tampil. Kemudian klik dua kali Update and Recovery. Jendela berikutnya segera tampil, selanjutnya Anda klik dua kali Recovery sehingga akan tampil jendela berkutnya.

Selanjutnya Anda klik dua kali Set sarterd. Dan biarkan komputer bekerja, jangan lupa DVD master Windows 8.1 Anda masukkan ke drive yang tersedia. Dan biarkan program bekerja. Unyuk mengakhiri pekerjaan ini Anda klik tombol Next untuk melanjutkan, dan biarkan program bekerja. Jika tidak ada masalah program secara otomatis akan restart, dan melakukan konfigurasi ulang di komputer Anda.

Kesimpulan

Jika Anda akan mengambil keputusan ini harus hati-hati, karena semua aplikasi, driver, dan sebagainya akan diinstal ulang secara otomatis. Bahkan jika Anda sudah menginstalasi Office, misalya. Maka dia juga akan diinstal dan bsa saja akan hilang dari komputer Anda. Apabila Anda akan membatalkan proses ersebut cukup tekan tombol Cencel. Sedangkan apabila proses akan terus dilanjutkan Anda klik tombol Resfresh.

Canggihnya ReadyBoost Windows 8.1


Saat ini jarang dan bisa dikatakan hampir tidak ada laptop atapun komputer PC yang menggunakan memory 128 Mbyte atau 512 Mbyte. Umumnya sudah terpasang memori di atas 1 Gbyte. Namun kadang-kadang kapasitas slot memori yang tersedia untuk laptop atau netbook kelas mengenah umumnya sudah maksimal 2 Gbyte dan apabila akan menaikan memori sudah tidak memungkinkan lagi karena mainboard yang digunakan sudah tidak memungkinkan lagi untuk dipasang atau ditingkatkan kapasitas memorinya.

Oleh karena itu apabila Anda akan membeli laptop atau komputer sebaiknya dicek sampai berapa apabila suatu saat memoriya akan ditingkatkan. Namun demikian, bagi mereka yang sudah terlanjur dan memiliki laptop atau komputer dengan memori maksimal 1 Gbyte, maka solusi agar Laptop, netbook atau komputer Anda bisa bekerja maksimal yaitu dengan mengingkatkan Virtual Memori dengan memanfaatkan fasilitas yang bernama ReadyBoost.

 Memory tidak masalah

Seperti telah dijelaskan diawal tulisan ini, bagi laptop atau komputer generasi 2007 atau 2008 yang masih menggunakan mainboard yang hanya support maksimal 1 Gbyte, tidak perlu report cukup memanfaatkan USB Flash untuk meningkatkan virtual memori komputer Anda.

Fitur ini sangat mumpuni dan cukup baik bila digunakan secara maksimal, baik di Windows 8 mauun di Windws 8.1. Sehingga dengan memanfaatkan fitur canggih ini komputer yang sebelumnya sedikit lambat akan tertolong dan kecepatannya akan meningkat dibandingkan sebeumnya.

Apa yag dimaksud dengan ReadyBoost? Readyboost adalah fitur canggih yang disediakan Microsoft untuk meningkatkan performa komputer dengan memanfaatkan USB Flash disk, SD Card ataupun Memory Card. Sebagai contoh, untuk meningkatkan Virtual Memory, Anda akan menggunakan USB FlashDisk misalnya Kingstone 4 GB. Dengan menggunakan FlashDisk tersebut, kecepatan komputer Anda akan meningkat.

Dengan teknologi ReadyBoost tersebut komputer akan mampu menyediakan cache memory sebagai perluasan RAM (Random Access Memory) komputer untuk meningkatkan kinerja Windows Vista 7, Windows 2008 atau Windows 8.1 Sebagaimana kita ketahui bahwa, sistem operasi khususnya keluarga Microsoft Windows mempunyai jalur cepat untuk mengakses resources dari memori dibandingkan lewat media lain seperti hard disk. Oleh karena itu peningkatan virtual memory akan sangat membantu dalam hal ini.

Langkahnya bagaimana?

Untuk menggunakan fitur ReadyBoost tersebut Anda siapkan Flashdisk. Sebelumya Anda coba masukkan FlashDisk tersebut apakah mendukung ReadyBoost atau tidak. Jika mendukung, maka akan tampil seperti gambar AutoPay dan disitu terlihat pilihan Speed up my system (Using Windows ReadyBoost).

READY-1Dengan melihat kompatibilitas tersebut, maka dapat dipastikan FlashDisk Anda mendukung fasilitas Readyboost. Untuk selanjutnya lakukan proses format, pada saat format  tersebut pahatikan Anda harus menggunakan pilihan NTFS (New Technology File System), FAT16 (File Alocation Table), atau FAT32 saja. Setelah proses format selesai dilaksanakan Anda bisa langsung memanfaatkan fasiltas tersebut. Untuk itu cara yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Masukkan USB Flash disk atau memory card dengan kapasitas minimal 1GB, mendukung standar USB 2.0 serta harus kompatibel dengan ReadyBoost.
  2. Kemudian, sistem akan memberikan pilihan apakah USB Flash disk tersebut akan digunakan untuk media penyimpanan atau untuk ReadyBoost. Di sini Anda pilih untuk ReadyBoost.
  3. Pilihlah menu ‘Use this device’ dan tentukan kapasitas memorinya, jika Anda tidak akan menggunakan memori default yang sudah ditentukan secara otomatis oleh Windows Vista atau Windows 8.1

Selain cara di atas, Anda juga bisa menggunakan fasilitas ReadyBoost dengan cara yang lebih umum dilakukan, yaitu: Klik kanan muuse Anda tepat di USB Flashdisk Anda, pilih dan klik Properties, lalu klik Readyboost. Setelah itu klik Dedicated this device to Readyboost atau bisa juga dengan memilih Use this device, kemudian Anda tentukan jumlah memori yang akandigunakan. Apabila sudah selesai klik Apply atau OK.

Setelah melakukan proses seperti yang dijelaskan di atas, untuk mengetahui hasilnya Anda cukup mengklik Flashdisk, akan terlihat pada Faslhdisk tersebut berwarna merah seolah penuh dengan data. Kemudian Anda klik USB tersebut dan akan terlihat file baru bernama ReadyBoost. Kalau Anda klik lagi di atas file ReadyBoost, maka akan tidak bisa membuka file tersebut, karena memang bukanlah file data.

Kenapa menggunakan memori flash yang mendukung fitur ReadyBoost untuk melakukan caching dan mengizinkan Windows Vista, Windows Server 2008 atau Windows 8 untuk melakukan pembacaan disk secara acak dengan performa yang umumnya 80 hingga 100 kali lebih cepat ketimbang hard disk tradisional biasa?  Di sini fungsi caching bisa diaplikasikan ke semua isi dari hard disk seperti dll, sys, dan lain sebagainya.

Perangkat memori flash umumnya lebih lambat memang saat digunakan untuk memproses I/O secara berurutan (sequential I/O), sehingga untuk memaksimalkan performa, ReadyBoost menawarkan logika untuk mengenali permintaan pembacaan secara berurutan yang besar, untuk itu lalu mengizinkan permintaan-permintaan tersebut dilayani oleh hard disk, sehingga kecepatan maksimal akan didapatkan.

Persyaratan ReadyBoost

Untuk menjalankan fitur ReadyBoost apakah memerlukan persyaratan khusus? Sebenarnya tidak memerlukan persyaratan khusus. Namun tidak semua perangkat keras bisa digunakan dan mendukung fasilitas ReadyBoost yang disediakan Microsoft untuk meningkatkan kemampuan Virtual Memory. Sebagai gambaran berikut ini adalah beberapa persyaratan minimal untuk menjalankan dan memanfaatkan fitur ReadyBoost tersebut.

  • Kapasitas yang dibutuhkan minimal 256 MiB (atau 250 MiB setelah pemformatan).
  • Perangkat yang lebih besar daripada 4 GiB akan memiliki hanya 4 GiB yang bisa digunakan untuk fitur ReadyBoost.
  • Perangkat tersebut harus memiliki waktu akses 1 milidetik atau bahkan kurang dari 1 milidetik.
  • Perangkat tersebut harus mampu melakukan pembacaan paling tidak 2,5 Megabyte per detik. Sementara itu untuk pembacaan acak dalam blok 4 KiB di atas keseluruhan drive tersebut. Selain itu perangkat keras yang digunakan juga harus mampu melakukan penulisan paling tidak 1,75 Megabyte per detik untuk penulisan secara acak dalam blok 512 KiB di atas keseluruhan drive tersebut.
  • Perangkat tersebut minimal harus memiliki ruangan kosong sebesar 235 MiB.
  • Selain itu perangkat tersebut juga harus diformat dengan menggunakan NTFS, FAT16, atau FAT32. Sistem berkas exFAT tidak didukung oleh fitur ReadyBoost. Untuk keamanan sebaiknya Anda forat NTFS saja.
  • Fitur ReadyBoost hanya dapat mendukung satu perangkat saja yang bisa digunakan untuk fitur ini. Jadi jika Anda akan memanfaatkan dua FlashDisk sekaligus, maka hal ini tidak mungkin bisa dilakukan, karena hanya satu perangkat saja yang didukung pada saat sistem bekerja.

Perlu diketahui bahwa jumlah kapasitas memori flash yang dapat digunakan untuk akselerasi Windows ReadyBoost yang direkomendasikan adalah satu sampai dengan tiga kali jumlah kapasitas memori yang terinstalasi dalam Laprop, NetBook atau komputer Anda. Dengan melihat fitur ini secara mendalam kemungkinan besar banyak juga yang tertarik untuk memanfaatkan ReadyBoost untuk meningkatkan kinerja Windows Anda.

Penting “Cek Drive Error Windows 8.1”


1Kadang kita ingin memgetahui atau bisa juga ingin memberbaiki drive di laptop atau komputer Windows 8.1 Anda yang sedikit mengalami gangguan. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini, tentu saja hal ini bisa dilakukan apabila kerusakannya bukan masalah kerusakan hadware yang serius. Kalau harddisk yang digunakan rusak, maka tentu pekerjaan yang dijelaskan di sini tidak bisa membantu.

Langkah yang  harus dilakukan untuk mengetahui Drive Error di komputer Windows 8.1 Anda adalah sebagai berikut:

  • Pastikan Anda masuk sebagai Admin
  • Kemudian Anda masuk ke This PC
  • Klik drive yang sedikit bermasalah tersebut, misalnya drive D,
  • Klik kanan pada drive tersebut,
  • Klik Properties,
  • Klik tab Tools.2
  • Selanjutnya di kotak Error checking, klik tab Ceck, kotak dialog Error Checking segera tampil
  • Klik Scan Drive.

Setelah itu Anda ikuti semua petunjuk yang ditampilkan program.

Play a slide show on the lock screen in Windows 8.1


PC-SET-01Bagi pengguna Windows Phone mungkin fitur ini sudah lama dikenal dan banyak digunakan untk mengunci smartphone Anda. Tatepi bagi pengguna Windows 8.1 yang jalan di atas Laptop atauNetbook, mngkin fitur ini jarang digunakan atau bahkan dilupakan.

Untuk fitur tersebut? Tentu untuk mengunci komputer Anda, hanya kelebihannya selain untuk mengunci juga akan tampil semacam Slide Slide show. Ini salah satu fitur yang perlu digunakan untuk mengaankan data dan laptop Anda dari yang tidak berkepentingan.

Bagaimana menggunakan fitur tersebut? Sebagai contoh berikut ini akan dijelaskan langkah-langkah yang harus Anda lakukan untuk mengaktifkan LockScreen Sideshow.PC-SET-02

  1. Tampilkan Charm bar dengan cara menekan kombinasi tombol Win+C yang ada di keyboard laptop atau PC Anda.
  2. Klik Settings, kemdian klik Change PC Settings.
  3. Selanjutnya Anda bisa langsung klik PC and Devices. Setelah itu menu PC and Devices tampil, klik Lock Screen.
  4. Kemudian Anda ubah dari Off menjadi On pada pilihan Play a slide show on the lock screen.

PC-SET-03Anda juga bisa mengatur gambar atau image yang akan ditampilkan pada saat show. Selain itu Anda juga bisa mengatur berbagai hal yang berkaitan dengan Slide Show tersebut, seperti pengaturan waktu tampil Lock Screen atau Turn off Screen after slide show has played for, pengaturan Lock Screen Apps, Show Alarm, dan sebagainya.

Turn Off AutoPlay di Windows 8.1


Anda suka menyimpan CD atau DVD di komputer atau di Laptop Anda? Hal ini tentu mengakibatkan ketika komputer dijalankan secara otomatis akan dibaca pada saat boot,  Anda harus hati-hati terutama CD atau DVD yang bisa melakukan booting secara otomatis. Bahkan akan sangat celaka ketika komputer tersebut diguAUTOPLAY-01nakan oleh orang lain yang belum mengerti benar, sehingga ketika kompter dinyalakan, lalu akan tampi pernyataan tertentu, kemudian karena ketidak tahuan tersebut langsung di enter, dan tentu ini bisa berakibat fatal kalau yang disimpan adalah master sistem operasi.

Hal lain yang juga sangat penting untuk diketahui adalah fitur Autoplay yang disediakan sistem operasi, dalam hal ini adalah Windows 8.1. Ketika Anda memasukkan CD, DVD, USB Flash atau Harddisk Exernal dalam keadaan default atau standard dari Windows 8.1 dia akan melakukan proses bernama Autoplay tadi dan secara otomatis CD, DVD, USB Flash atau Harddisk External sevara otomatis akan terbaca jika Anda memasukkannya atau kalau USB Flas dan Harddisk External Anda menancapkannya. Jika Anda menginginkan hal tersebut tidak terjadi, maka Anda harus melakukan sedikit setting di Windows 8.1. Bagaimana cara?

  • Klik kanan di tombol Start Windows 8.1 Anda, kemudian di klik RUN dan ketikkan GPEDIT.MCS, lalu tekan Enter. Setelah itu Windows 8.1 akan menampilkan Local Group Policy EditorAUTOPLAY-02
  • Kemudian klik Computer Configuration
  • Klik dua kali Administrative Templates
  • Selanjutnya Anda klik dua kali Windows Component. Pilihan di bawah Windows Componen segera tampil
  • Klik Autoplay Policies
  • Klik dua kali Turn off Autoplay pada kolom AutoPlay Policies, sehingga akan tampil jendela Turn Off AutoPlay. Selanjutnya Anda klik Enable
  • Di bawah pilihan Option Anda pilih All drives. Pilihan ini dimaksudkan semua yang berkaitan dengan pilihan Autopaly. Namun jika Anda akan memasang hanya CD-ROM saja juga AUTOPLAY-03bisa, di sini Anda cukup pilih saja CD-ROM dengan cara menekan tombol pada pilihan di Options tersebut.
  • Klik Apply atau cukup klik tombol OK untuk menutup kotak dialog tersebut.
  • Untuk mengakhiriya Anda klik tombol Exit atau X.
  • Untuk mengembalikan kembali Anda bisa melakukan cara yang sama hanya saja pada pilihan Turn Off AutoPlay Anda pilih Not Configured.
  • Mudah-mudahan informasi singkat ini ada manfaatnya.