Amankan Komputer Anda dari Virus “Ransomware”


Beberapa hari berlakangan ini masyarakat di Indonesia, terutama yang kesehariannya menggunakan komputer baik berbasis Windows maupun jenis lain merasa kenyamanannya terganggu dengan hadirnya malware “ransomware”.

Hadirnya VirusRansomware” ternyata bikin heboh dan sudah ada beberapa lembaga menjadi korban. Untuk mencegah menyebarnya virus tersebut perlu dilakukan pencegahan yang komprehensip dan menyeluruh. Artinya tidak hanya server dan komputer tertentu saja yang harus diamankan, melainkan semua komputer yang terkoneksi kejaringan initernet.

Apa yang harus Anda lakukan? Minimal sistem operasi yang pertama kali harus diamankan. Kemudian aplikasi yang sering dan banyak digunakan misalnya Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsof PowerPoint san sebagainya.

Mengamankan Sistem Operasi

Jika di kantor Anda sudah menggunakan server, maka sistem yang ada di server tersebut yang pertama kali harus diamankan, misalnya Windows Server 2003, Windows Server 2003R2. Namaun kelihatannya belum ada informasi yang detail serta akurat berkaitan dengan sistem operasi Windows Server 2008, 2008R2, Windows Server 2012 atau Windows Server 2012R2, dan Windows Server 2016. Setelah itu baru ke sistem-sistem lain, seperti Windows XP, Wndows 7, Windows 8, dan sebagainya. Namun demikian tetap saja kita harus waspada dan tetap harus melakukan update dan patching supaya sistem operasi yang Anda gunakan tetap sehat, data tetap aman dan berinternet tetap nyaman dan stabil.

Bagi pengguna Windows yang sudah memasang atau mengaktifkan Windows Defender, Microsoft Security Essential dansebaginya yag harus diupdate setiap saat. Kalau Anda menggunakan antivirus tetapi tidak diupdate percuma saja.

Selanutya untuk mengamanan sistem operasi Windows Anda pastikan selalu mengupdate sistem Anda. Karena saat ini sudah rameai dan sudah menyebar virus ransomware, maka Anda harus melakukan patching, alamat yang bisa Anda kunjungi adalah https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspx.

Untuk Windows langkah yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  • Klik Control Panel
  • Kemudian pilih dan klik Windows Firewall

CONTROL-01

  • Klik Advance Settings

CONTROL-02

  • Klik Inbound Roles
  • Klik New Roles

CONTROL-03

  • Klik Port
  • Klik Next
  • Ketikkan di port 139, 445, 3389

CONTROL-04

  • Klik Next

CONTROL-05

  • Kik Block the Connetion
  • Klik Next

CONTROL-06

CONTROL-07

  • Berinama, misalya Virus Ransomware

Selain itu, Anda jangan menguktifkan file sharing karena ini virus akan menyebar melalui file sharing tersebut. Jika sudah diaktifkan Anda nonaktifkan dengan cara:

  • Klik Control Panel
  • Klik Nerwork and Sharing Center

SHARING

  • Klik Change Advanced sharing settings
  • Non akktifkan semua yang berkaitan dengan file Sharing
  • Klik Save changes untuk menyimpan ketentuan setting Anda.

Atau Anda bisa juga menonaktifkan fitur SMB yang ada di Windows. Caranya sebagai berikut:

  • Masuk ke Control Panel
  • Pilih dan Klik Programs and Features

SHARING1-1

  • Klik Turn Windows feature on or off

SHARING1-2

  • Klik untuk menghilangkan tanda centang di pilihan SMB 1.0/CIFS File Sharing Support
  • Klik OK untuk menutup kotak dialog tersebut.

Dengan demikian untuk sementara dari sisi sistem operasi sudah aman.

Mengamankan Aplikasi

Selanjutnya Anda harus mengamankan aplikasi yang kemungkinan sering digunakan seperti Microsoft Word atau Microsoft Excel. Untuk keluarga Office prosedur atau cara untuk menonaktifkan Macro caranya sama saja.

  • Jalankan Microsoft Word atau Excel
  • Kik Menu File

word-01

  • Klik Option
  • Klik Trust Center

word-02

Klik Trust Center Settings

word-03

Klik Disable all macros without nitification

Klik OK untuk menutup kotak dialog tersebut.

Dengan beberapa langah tersebut aplikasi Word, Excel dan yang lainnya akan aman. Namun tentu saja Anda juga harus melakukan settings bagi semua aplikasi lainnya seperti Excel, Outlook, PowerPoint dan sebagainya.

Daftar ISI Windows Server 2012R2


buku-depan

Dalam dunia bisnis, sistem operasi server merupakan salah satu kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebagai contoh, perusahaan seperti perbankkan, ISP (Internet Service Provider), Data Center, telekomunikasi, bisnis online dan lain-lain sistem operasi server merupakan persyaratan wajib yang harus dipenuhi. Dalam bisnis tersebut selain memerlukan perangkat keras yang canggih dan memenuhi syarat untuk digunakan sebagai server, juga diperlukan sistem operasi yang handal dan bisa memenuhi berbagai keperluan dalam binis modern. Microsoft Windows Server 2012R2 menawarkan berbagai solusi untuk meningkatkan kualitas bisnis tersebut. Dengan hardware yang digunakan saat ini sistem operasi Windows Server 2012R2 memungkan untuk dipasang.

Bagi temen-temen yang ingin melihat DAFTAR ISI WINDOWS SERVER 2012R2 dapat dilihat di sini.

Manfaat DHCP Dalam Sebuah Jaringan


8-8Windows (Windows Server, Windows Workgroup) sebenarnya sudah menyediakan fitur DHCP (Dynamic Configuration Protocol). Apakah itu DHCP? DHCP adalah suatu layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP (Internet Protocol) kepada komputer yang memintanya. Komputer server yang memberikan nomor IP kepada yang memintanya disebut DHCP Server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut DHCP Client. Dalam sistem operasi modern seperti Windows Server 2012R2 fitur DHCP merupakan keharusan untuk dimanfaatkan ketika sistem operasi server tersebut diimplementasikan. Dengan memanfaatkan fitur tersebut administrator jaringan tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP (Transfer Control Protocol)/Internet Protocol, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.

Dengan kata lain, kalau kita memanfaatkan DHCP berarti IP Address secara lengkap akan diberikan kepada Client secara otomatis, pemberian IP secara otomatis ini sering juga disebut dengan IP Dinamis. Jadi dengan DHCP IP yang diberikan merupakan IP Dinamic, sedangkan apabila IP diberikan secara manual disebut IP Statis.

Pada saat DHCP client dihidupkan, komputer client tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan IP Address. DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP Server. DHCP Server setelah memberikan nomor IP, server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool. Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut.

Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP Client tersebut dinyatakan selesai dan client tidak memperbaharui permintaan kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP Server, dan server dapat memberikan nomor IP tersebut kepada Client yang membutuhkan. Lama periode dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya. Jangka waktu disebut leased period.

Mungkin kalau komputer yang terkoneksi ke dalam jaringan hanya 5 sampai 10 komputer dengan IP manual pun tidak masalah, dan tidak akan terasa berat. Tetapi ketika komputer yang terhubug ke dalam jaringan sudah ratusan atau bahkan ribuan, maka DHCP sangat dibutuhkan untuk mengurangi kompleksitas konfigurasi IP pada komputer. Bayangkan saja kalau Anda sebagai administrator jaringan dengan 1.000 (seribu) unit komputer client termasuk Gedgat seperti smartphone, laptop dan tentu saja jaringan AdHoc bagi para tamu yang dateng ke kantor Anda. Kalau Anda harus mengisi semua komputer termauk Gadget secara manual satu persatu bisa berabe dan membosankan. Belum lagi kalau ada perubahan konfigurasi missal perubahan IP pada DNS Server atau WINS Server, atau perubahan Gateway, maka jika dilakukan secara manual Anda harus mengubahnya satu persatu. Bahkan kadang-kadang jika dilakukan secar amanual bisa saja tidak berjalan sesuai dengan rencana atau bisa saja satu IP digunakan leh dua atau tiga client, maka jelas akan terjadi IP Conflict, dan untuk mengeceknya juga harus dilakukan secara manual. Merepotkan memang.

Dengan DHCP Server ini proses pengelolaan IP Address, pengaturan Gateway, Subnet mask, DNS server, WINS Server dan sebagainya. Apa saja kelebihan dan kekurangan menggunakan DHCP Server?

  • Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server. DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain.
  • DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang tidal bisa dipakai oleh client yang lain.
  • DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.
  • Menghemat tenaga dan waktu dalam pemberian IP.
  • Mencegah terjadinya IP conflict.

 

Sedangkan kekurangan dari DHCP yaitu Semua pemberian IP bergantung pada DHCP Server, jika server DHCP bermasalah, maka semua komputer tidak akan mendapatkan IP dari Server dan bisa saja jaringan komputer tidak terhubung atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Oleh karena itu DHCP Server harus dijaga dengan baik supaya sistem komputasi di kantor Anda tidak tergangu.

Pengaturan atau untuk mendefinisikan DHCP sebenarnya tidak sulit, hanya tentu saja kita harus mengetahui IP dalam jaringan tersebut termasuk subnet mask yang akan digunakan. Contoh kalau akan menggunakan IP Address Class C, yaitu 192.168.1.1, maka untuk jaringan tersebut Subnet mask standardnya adalah 255.255.255.0, maka untuk IP Address yang harus di berikan kepada seluruh client sebaiknya tidak lebih dari 250 saja. Sebagai contoh misalnya IP Address untuk Domain Control adalah 192.168.1.1, Seubnet mask 255.255.255.0, untuk IP 2 sampai 10 sebagiknya jangan diberkan kepada client karena mungkin suatu saat Anda akan memasang Print Server, Database Server, WiFi, dan sebagainya.

Command prompt, command line dan PowerShell


Walaupun kini sudah mulai dan banyak digunakan Virtualisation dan cloud computing, namun tampaknya perintah command laine masih juga digunakan. Namun tentu saja tidak semua perintah yang ada bisa digunakan sepenuhnya.

image

Perintah-perintah command line ini dulu sangat populer dan memang sangat diperlukan ketika DOS (Disk Operating System) dan MS-DOS (Micreosoft-Disk Operating System) masih merajai sistem operasi pada komputer PC dan kompatiblenya. Karena waktu itu kalau mau membeli komputer harus lengkap dengan pernyataan PC kompatibel.

Perintah command line berbeda dengan perintah yang ada di Server Core atau perintah-perintah pada PowerShell. Yang dimaksud dengan perintah command line di sini adalah perintah yang digunakan melalui command prompt. Perintah-perintah DOS tersebut kini dikenal dengan istilah peritah command line atau command prompt. Kenapa di sebut command prompt atau command line, karena ketika perintah tersebut digunakan akan terlihat suatu drive, misalnya drive C:\ dan disana terlihat prompt untuk menuliskan suatu perintah, misalnya CD, MD, DIR, DELETE, dan sebagainya.

Walaupun saat ini sudah menggunakan Windows 8.1, perintah-perintah seperti FORMAT, CD, DIR, dan sebagainya masih tetap bisa digunakan. Tentu saja penggunaan perintah-perintah tersebut harus melalui command prompt atau command line. Bagaimana cara menggunakannya?

Untuk menggunakan ini harus diketikkan melalui command line atau command prompt. Jadi untuk mengeksekusi suatu aplikasi, misalnya untuk memformat disket yang ada di drive A, maka caranya dari command prompt, ketikkan C:>\FORMAT A: lalu diikuti dengan menekan tombol Enter. Perintah FORMAT A: digunakan untuk memformat floppy atau disket yang ada di drive A, kemudian ditambahkan /S berarti menambahkan distem pada drive A tersebut, bisa juga dengan menambahkan VOL, yaitu untuk menambahkan nama atau volume label floppy tersebut. Sehingga dengan penambahan /S tersebut disket bisa digunakan untuk booting komputer untuk menampilkan prompt.

Banyak perintah yang bisa digunakan dari Windows 8.1, hanya tentu saja Anda harus menjalankan command prompt. Cara yang digunakan untuk menjalankan perontah dcommand line tersebut tidak sulit, caranya klik tombol Start, lalu klik Command Prompt, atau bisa juga dengan menuliskan CMD di kolom Search promgrams and files, lalu tekan enter. Setelah command prompt tampil, Anda bisa langsung menuliskan perintah yang diperlukan, misalnya LABEL, kemudian diikuti dengan menuliskan nama drive yang akan diberi nama atau diberi label. Contoh penuliskan perintahnya C:>\label <Enter> kemudian ketikkan nama lable drive Anda, misalnya Win7.

Berikut ini ada beberapa peritah yang bisa digunakan:

  • FORMAT : Digunakan untuk memformat disket, atau flashdisk, harddisk, dan sebagainya
  • FORMAT F/S/V:DATA : Memformat sekaligus memasukkan sistem dan label dari disk tersebut
  • VOL : Untuk menampilkan nama atau volume drive yang akan dilihat
  • LABEL : Digunakan untuk membuat nama label dari sebuah drive
  • DIR : Digunakan untuk melihat data atau isi dari suatu drve
  • DIR /W : Digunakan untuk melihat data atau isi dari suatu drive secara melebar (W= Window)
  • DIR /P : Digunakan untuk melihat data atau isi dari suatu drive per halaman (P=Page)
  • COPY : Digunakan untuk mengcopy data dari dari tertentu ke drive lainnya
  • CD : Digunakan untuk masuk dan keluar dari suatu directory
  • Dan sebagainya.

Selain perintah-perintah tersebut, perintah command line lain seperti DATE, TIME, SHUTDOWN, TREE dan sebagainya sering digunakan. Perintah ini akan sangat berguna terutama bagi mereka yang sedang mempeljari Windows 8.1 dari sisi command laine.

image

Seperti telah dijelaskan dibagian sebelumnya, bahwa perintah command lain berbeda dengan perintah yang ada di PowerShel, namun ada sedikit persamaan untuk beberapa perintah di ServerCore. Namun demikian memang dengan perintah ini bayak mempersingat waktu tetapi bagi sebagian kalangan akan menyulitkan, karena perintah command line arus benar-benar hapal. Sehingga dengan demikian memerlukan waktu untuk menghapal perintahnya.

  • Date : Digunakan untuk mengubah, dan menampilkan tanggal komputer
  • Time : Digunakan untuk mengubah, dan menampilkan jam di komputer
  • Tree : Peritah ini mirip dengan perintah Dir, Dir/w atau Dir/p. Hanya perbedaannya dengan perintah TREE, akan menampilkan direktori pada suatu drive secara lengkap.
  • Shutdown : Digunakan untuk menghentikan proses komputer
  • Shutdown/s : Digunakan untuk menghentikan proses dan sekaligus mematikan komputer yang sedang digunakan
  • Shutdown/r : Digunakan untuk menghentikan proses yang sedang berlangsung sekaligus merestart kembali komputer yang sedang digunakan tersebut.

Masih banyak perintah lain yang tidak kalah pentingnya untuk diketahui. Sebagai contoh, perintah DELETE bisa digunakan untuk menghaopus beberapa file berakhiran tertentu dan bisa juga menghapus seluruh file dalam direktori tertentu. Jika Anda akan menghapus file di salah satu direktori, maka terlebih dahulu Anda harus masuk direktori atau sub direktori tersebut.

Untuk masuk ke suatu direktory atau folder, caranya cukup mengetikkan CD diikuti nama direktorinya dari command line atau command prompt. Sebagai contoh a]\Anda akan menghapus file di folder data, maka perintahnya dari prompt C:>\CD DATA <Enter>. Begitu juga untuk masuk ke sub direktori, yaitu dengan menuliskan perintah yang sama.

Perintah RENAME digunakan untuk mengganti nama file. Jika Anda akan menggunakan perintah Rename dari command line, maka Anda harus menuliskannya secara lengkap, artinya menuliskan nama file harus lengkap dengan akhirannya, misalnya file bernama DATA.DOC. Sebagai contoh penggunaan perintah RENAME C:>\RENAME DATA.DOC DATA1.DOC. Perintah ini digunakan untuk mengganti nama file DATA.DOC menjadi DATA1.DOC.

Sementara itu perintah lain yang juga sangat berguna adalah perintah untuk menghapus file, nama perintahnya adalah DEL. Untuk menggunakan perintah ini tidak sulit, Anda cukup menuliskan peritah tersebut diikuti dengan menuliskan nama filenya. Misalnya Anda akan menghapus nama file bernama DATA yang berada di drive D, dan direktori DATA, maka langkah yang harus dilakukan adalah Anda harus pindah ke drive D, kemudian masuk ke direktori DATA. Misalya Anda sekarang berada di druve C:>\, maka ketikkan D: <Enter>. Kemudian setelah tampil drice D:>\ maka ketikkan CD data, setelah itu segera tampil D:\DATA>\.

  • Untuk menghapus satu file caranya DEL <nama file>
  • Untuk menghapus semua file yang berahiran DOC, caranya DEL*.DOC <nama file>
  • Untuk menghapus semua file dalam suatu direktori caranya DEL *.* <nama file>

Perintah yang satu ini sangat bermanfaat dan sering digunakan terutama bagi mereka yang harddisk di komputernya diformat dengan FAT32. Perintah yang akan dijelaskan ini adalah perintah untuk mengubah atau mengkonversi partisi dari FAT menjadi NTSFS. Seperti kita ketahui, Microsoft sejak Windows diperkenalkan sudah menggunakan partisi FAT16, kemudian diperkenalkan FAT32 dan pada saat Windows NT diperkenalkan, maka mulai saat itulah NTFS (New Technology File System) mulai diperkenalkan kepada masyarakat di seluruh dunia.

Sebagai contoh, misalnya Anda akan mengconversi drive D yang sebelumnya dipartisi FAT32, dengan conversi ini diharapkan drive D tersebut menjadi NTFS, caranya ketikkan dari drive C:\ convert d: /fs:ntfs kemudian Enter. Setelah itu ikuti semua petunjuk yang ditamlilkan program. Jika Anda pernyataan yang harus di jawab Y, maka jawablah Y, dan sebagainya. Jika tidak terjadi kesalahan, maka proses konversi tersebut telah selesai.

Semoga penjelasan singkat ini bermanfaat.

Antara Windows 10, Hyper-V dan Microsoft Azure


MUGI-01Sabtu 2 April 2015 lalu, saya dan Salman Farizi mengisi Seminar Bermama Pakar ” di Kampus B STMIK Pranata Indonesia, Bekasi. Semula seminar akan dimulai jam 19.00 WIB, namun  karena sesuatu dan lain hal akahirnya seminar dimulai jam 10.00 WIBB.

Pada seminar ini saya membawakan materi Windows 10 dan Microsoft Azure. Dalam hal ini saya membawakan dua materi dan tentu saja dua sesi. Peserta yang mengikuti kegiatan ini cukup antusias dan merasa bahwa kegiatan seperti ini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan wawasan IT khususnya Produk Microsoft bagi para mahasiswa.

Materi yang Windows 10 tentu yang berkaitan dengan fitur-fitur baru, seperti Cortana, BitLocker, ReadyBoos, Mixrosoft Edge, dan sebagainya. Kemudian di sesi kedua saya menjelaskan perjalanan dan perkembangan komputasi modern. Di sesi ini saya banyak menjelaskan berkaitan dengan Microsoft Azure, kelebihan dan kekurangan Azure, dan lain-lain.

mugi-03Pada sesi terakhir, Salman Alfarizi, M.Kom (Microsoft Most Paluable Professional), mejelaskan mengenai Hyper-V dan Virtual Machine. Para peserta sangat puas mendengar penjelaskan Salman Farizi tentang Hyper-V dan Active Directory. Karena mungkin di kampus mereka masih belum mencoba dan mengaplikasikan mengenai Hyper-V dan Active Directory tersebut.
MUGI-02Di sesi terakhir ini Salman mendemokan bagaiman membuat domain dengan mempromote sehingga menjadi sebuah server DC. Kemudian didemokan juga bagaimana membuat user, mendefinisikan keamanan dengan menggunaan Policy, ADLS, ADDS, dan sebagainya.

 

Pengertian DHCP Server


8-1DHCP (Dynamic Configuration Protocol) merupakan suatu layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP (Internet Protocol) kepada komputer yang memintanya. Komputer server yang memberikan nomor IP kepada yang memintanya disebut DHCP Server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut DHCP Client. Jadi dengan memanfaatkan fitur ini administrator jaringan tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP (Transfer Control Protocol)/Internet Protocol, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.

Dengan kata lain, kalau kita memanfaatkan DHCP berarti IP Address secara lengkap akan diberikan kepada Client secara otomatis, pemberian IP secara otomatis ini sering juga disebut dengan IP Dinamis. Jadi dengan DHCP IP yang diberikan merupakan IP Dinamic, sedangkan apabila IP diberikan secara manual disebut IP Statis.

Pada saat DHCP client dihidupkan, komputer client tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan IP Address. DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP Server. DHCP Server setelah memberikan nomor IP, server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool. Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut.

Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP Client tersebut dinyatakan selesai dan client tidak memperbaharui permintaan kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP Server, dan server dapat memberikan nomor IP tersebut kepada Client yang membutuhkan. Lama periode dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya. Jangka waktu disebut leased period.

Mungkin kalau komputer yang terkoneksi ke dalam jaringan hanya 5 sampai 10 komputer dengan IP manual pun tidak masalah, dan tidak akan terasa berat. Tetapi ketika komputer yang terhubug ke dalam jaringan sudah ratusan atau bahkan ribuan, maka DHCP sangat dibutuhkan untuk mengurangi kompleksitas konfigurasi IP pada komputer. Bayangkan saja kalau Anda sebagai administrator jaringan dengan 1.000 (seribu) unit komputer client termasuk Gedgat seperti smartphone, laptop dan tentu saja jaringan AdHoc bagi para tamu yang dateng ke kantor Anda. Kalau Anda harus mengisi semua komputer termauk Gadget secara manual satu persatu bisa berabe dan membosankan. Belum lagi kalau ada perubahan konfigurasi missal perubahan IP pada DNS Server atau WINS Server, atau perubahan Gateway, maka jika dilakukan secara manual Anda harus mengubahnya satu persatu. Bahkan kadang-kadang jika dilakukan secar amanual bisa saja tidak berjalan sesuai dengan rencana atau bisa saja satu IP digunakan leh dua atau tiga client, maka jelas akan terjadi IP Conflict, dan untuk mengeceknya juga harus dilakukan secara manual. Merepotkan memang.

Beredar buku Windows Server 2012R2 “Pegangan Administrator Jaringan dan IT Professional”


buku-depanAkhir bulan Februari 2015, Buku dengan Judul Microsoft Windows Server 2012R2 “Pegangan Administrator Jaringan dan IT Professional akan beredar. Buku ini adalah buku pertama saya yang akan terbit terbit tahun 2015.  Buku ini merupakan buku pegangan para administrator jaringan, IT Profrssional, mahasiswa, pelajar SMK juruan TKJ atau masyarakat yang sedang mempelajari jaringan khususnya yang menggunakan Windows Server 2012R2 sebagai sistem operasinys. Dalam buku ini dijelaskan mulai dari mengenal dan memahasi Windows Serer 20123R2 seagai sistem operasi modern 64 bit, pemahaman menganai DHCP, DNS, menambah Roles dan mengaplikasikan Hyper-V dalam suatu jaringan.

Pemahaman Domain Controller atau ADDS (Active Directory Domain Name Services) menjadi prioritas bahasan dalam buku ini. Karea untuk membuat OU, User, GPO, dan sebagainya bermula dari ADDS ini. Pembagian user juga dijelaskan dalam buku ini. Bergitu juga dengan pembuatan Organizational Unit, Group Policy Onbject. Selain itu, dalam buku ini juga dijelaskan cara mengedit dan menghapus group poicy, organizational unit dan user, dan sedbagainya.

Buku ini dikemas dalam 11 bagian, diawali degan mengenal sistem operasi Windows Server 2012R2, proses instalasi, menambah Roles dan Feature, menginstalasi Roles dan Features yang sudah ditambahan, dan sebagainya. Dalam buku ini juga dijelaskan bagaimana menambahkan roles Active Directory Lightweight Directory Services, Active Directory Lightweight DirecBUKU-BELAKANGtory Services, Active Directory Federation Services, Active Directory Rights Management Services juga dibahas dalam buku ini.

Untuk keamanan data, dalam buku ini juga dijelaskan bagaimana menambahkan Roles DFS (Distributed File Servicer). Dengan DFS Namespece dan DFS Replication, data akan aman dan tersimpan dengan baik dalam sebuah server atau server lainnya dalam sebuah jaringan. Jadi dengan DFS ini pengguna bisa menyimpan data dan tidak perlu mengetahui dimana datanya tersimpan. Dalam hal ini DFS bisa di pasang di Server DC , bisa juga di komputer atau di server lain yang join ke domain dalam suatu jaringan.

Buku yang tidak terlalu tebal ini diterbitkan oleh Datakom Lintas Buana “D@TAKOM” yang selama ini menerbitkan sebagian besar buku karya saya. Terima kasih kepada teman-teman di penerbit D@TAKOM, teman-teman di Microsoft Indonesia, teman-teman MVP (Most Valuable Professional), tidak lupa teman-teman saya di MUGI (Microsoft User Group Indonesia). Selain itu saya mengucapkan terima kasih juga kepada teman-teman di kampus Universitas Pakuan, dimana saya mengajar Sistem Operasi dan Jaringan. Terakhir selamat membaca dan hehehe membeli buk ini.